Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

159 Pasien Positif Covid-19 Di Bali, Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 159 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dari akumulatif penambahan pasien sembuh pada Minggu (03/5/2020). Untuk rinciannya adalah 155 WNI dan sisanya 4 orang merupakan WNA.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bali yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Provinsi Bali, Wayan Koster.
Pada Senin (4/5/2020) Wayan menyebutkan, jika angka kesembuhan pasien corona ini dipersentasekan ada sejumlah 59 persen.

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 643 orang. Dan tambahan jumlah warga yang positif Covid-19 ada 9 orang.

Tambahan jumlah pasien positif ini, jika dirincikan sebanyak 8 orang WNA, Pekerja Migran Indonesia atau Anak Buah Kapal asal Bali ada 146 orang, pasien positif yang terpapar corona dari luar Bali sebanyak 20 orang dan untuk transmisi lokal sebanyak 97 kasus.

Untuk korban meninggal akibat terpapar virus Covid-19 ini tidak mengalami penambahan, hanya 4 orang saja yang terdiri dari 2 orang WNI dan 2 orang WNA. Sedangkan untuk pasien yang masih dirawat secara intensif berjumlah 108 orang.

Wayan Koster menambahkan, untuk Provinsi Bali, penyebaran virus corona paling banyak terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem dan Denpasar.

Ini sebabnya, bupati/wali kota untuk 4 wilayah tersebut melakukan tindakan tegas sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Dengan memperhatikan perkembangan pasien positif Covid-19 di beberapa wilayah, maka dilakukan isolasi ketat selama 14 hari untuk 3 desa.

Seperti Desa Abuan Kabupaten Bangli, Kelurahan Padangkerta Kabupaten Karangasem dan juga Desa Bondalem Kabupaten Buleleng.

Di sisi lain, beberapa waktu lalu muncul dugaan dan informasi yang berkembang di masyarakat, bahwa alat rapid test yang digunakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 milik provinsi Bali rusak.

Hal ini membuat rapid test dilakukan ulang pada Kamis malam dan ditambah dengan uji SWAB. Agar bisa memastikan, apakah warga benar-benar negatif atau positif terpapar virus Covid-19.

Hasil rapid test ini disampaikan langsung oleh Wayan Koster, sebanyak 443 orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif (positif), berdasarkan rapid test dan pengujian sampel SWAB kini dinyatakan non-reaktif.

Lebih lanjut Wayan Koster menambahkan, saat dilakukan rapid test ulang dan tes SWAB, sudah ada 275 orang dengan hasil negatif, sementara sisanya 139 orang tinggal menunggu hasil tes SWAB.

Menurut Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, memang mengakui adanya perbedaan hasil rapid test. Tapi Dirgayusa tidak berani menyimpulkan mengenai perbedaan hasil dua kali rapid test tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta agar perbedaan hasil rapid test ini tidak dibesar-besarkan.

Karena hasil rapid test adalah indikasi awal saja, penentu seseorang positif atau tidaknya terpapar virus corona adalah hasil uji SWAB. Sedangkan hasil rapid test ini merupakan tindak lanjut dari rapid test yang dilaksanakan sejak 30 April 2020 hingga 1 Mei 2020.