Moneyfazz
Home » Berita Utama » 1,8 Juta Orang Mudik Dari Jabodetabek Di Hari Lebaran

1,8 Juta Orang Mudik Dari Jabodetabek Di Hari Lebaran

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan ada sekitar 1,8 juta orang yang telah mudik dari wilayah Jabodetabek pada Mei 2020 atau di musim Lebaran 1441 Hijriah.

Warga yang mudik umumnya menggunakan transportasi umum dan juga kendaraan pribadi. Meski sudah ada pelarangan dari pemerintah, namun antusiasme orang-orang yang ada di DKI Jakarta untuk mudik keluar Jabodetabek tetap tinggi.

“Total yang sudah keluar Jabodetabek lebih kurang 1,7 juta sampai 1,8 juta orang. Ini yang harus kami antisipasi pada saat arus balik ini”, ungkap Syafrin dalam dialog yang disiarkan langsung akun YouTube BNPB Indonesia (28/5/2020).

Untuk warga yang mudik dari Jabodetabek dengan kendaraan pribadi ada sekitar 900 ribu orang. Data ini diambil berdasarkan jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek.

Sementara untuk warga yang mudik dengan menggunakan angkutan umum jumlahnya ada 750 ribu orang.

Melihat gambaran ini pula yang membuat mengapa Pemprov DKI Jakarta memperketat warga yang akan kembali ke Jakarta pasca mudik.

Pemerintah mewajibkan bagi masyarakat untuk mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM) wilayah Ibu Kota bagi yang ingin kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Untuk pengawasan ketat orang yang hendak masuk ke Jakarta, jajaran Pemprov DKI bersama polisi dan TNI juga melakukan penyekatan untuk memeriksa kendaraan di perbatasan Jabodetabek.

Bahkan tak hanya Jabodetabek penyekatan juga dilakukan di wilayah Jawa oleh polisi dan TNI.

Baik di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga DIY sudah melakukan penyekatan di sepanjang jalan.

Jadi begitu kendaraan masuk border Jabodetabek sudah ter-seleksi dan pengawasannya sudah berlapis.

Sementara itu kewajiban memiliki SIKM adalah syarat keluar masuk Jakarta yang diatur dalam Pergub nomor 47 tahun 2020. Dan untuk operasi pemeriksaan SIKM akan dilakukan hingga 7 Juni 2020.

Untuk mendapatkan SIKM, agar bisa masuk wilayah Jakarta, warga harus memiliki setidaknya pekerjaan atau usaha yang termasuk dalam 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi semala masa PSBB.

SIKM ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu SIKM untuk sekali perjalanan dan SIKM perjalanan berulang.

Namun khusus wilayah DKI Jakarta dengan tujuan Bodebek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) tidak perlu adanya SIKM DKI Jakarta.

Di sisi lain, Korlantas Polri memperkirakan Puncak arus balik lebaran di tahun ini akan terjadi pada Sabtu (30/5/2020) atau H+6 hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Namun menurut Kabag Operasional Korlantas Polri Brigjen Pol Benyamin, jumlah lalu lintas yang menuju wilayah Jabodetabek diprediksi lebih menurun daripada di tahun sebelumnya.

Hal ini tentu karena pendekatan yang dilakukan di seluruh wilayah Jawa.

Lebih lanjut Benyamin menyatakan tidak akan ada penambahan personel untuk menjaga arus balik. Jadi titik berat penjagaan hanya dengan penambahan pos penyekatan saja.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com