Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

25.728 Kendaraan Putar Balik, Pasca 10 Hari Larangan Mudik

Larangan mudik sudah memasuki hari ke-10 sejak ditetapkan oleh pemerintah pada 24 April lalu. Masih banyak masyarakat yang ‘ngotot’ tetap mudik, total 25.728 kendaraan pemudik dipaksa putar balik sampai kemarin, Minggu(4/05/2020).


“Hingga hari ke-10 Operasi Ketupat Jaya(3/5/2020), total keseluruhan kendaraan pemudik yang diputar balik 25.728 kendaraan”, ungkap Kabag Korlantas Polri Kombes Benyamin, Senin(4/5/2020).

Jumlah ini terdiri dari kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan juga sepeda motor.
Jika dirinci lagi adalah sebagai berikut.
Total kendaraan yang tetap nekat mudik di wilayah Hukum Polda Metro Jaya sebanyak 10.562 kendaraan.

Untuk daerah Jawa Timur ada 5.214 kendaraan, Jawa Tengah ada 3.402 kendaraan. Kemudian diikuti dari beberapa daerah lainnya seperti Banten, Jawa Tengah, Lampung, dan Yogyakarta.

Larangan mudik di sejumlah wilayah, merupakan langkah pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia. Namun masyarakat  berupaya untuk tetap mudik dengan berbagai cara.

Mulai dari menggunakan travel gelap hingga bersembunyi di bawah terpal truk ekspedisi. Bahkan para masyarakat ini berani bayar mahal asal tetap bisa sampai ke kampung halamannya.

Sayang, modus mudik ‘nakal’ para warga diketahui polisi. Hingga akhirnya pihak kepolisian menggelar razia pada malam hari di Cikarang Barat yang merupakan salah satu pintu keluar dari Jakarta .

Jajaran Satlantas Polda Metro Jaya menggelar razia pada Kamis(1/04/2020) sejak pukul 21.00 hingga tengah malam. Dan hasilnya mendapatkan temuan beberapa pemudik saat razia tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, ada belasan mobil travel gelap yang berupaya membawa penumpang menuju kampung halaman. Setidaknya ada 15 travel yang diamankan dalam waktu 3 jam saja.

Travel ini memiliki tujuan berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Tarif yang dipatok oleh travel gelap juga cukup tinggi hingga mencapai Rp 500.000 untuk satu orang pemudik.

Sementara itu, modus lainnya dari para pemudik ‘nakal’ ini adalah  bersembunyi di dalam bak pengangkut truk yang ditutupi terpal untuk mengelabui petugas.

“Kami tangkap satu(truk) di Cikarang Barat, itu dia bawa penumpang isinya 6 orang dengan tujuan Brebes”, kata Sambodo.

Sambodo juga menyampaikan untuk tidak ada masyarakat yang coba-coba mengelabui petugas. Polisi akan menangkap truk yang dianggap mencurigakan dan disuruh kembali ke Jakarta.

Kecurangan truk ini juga dianggap telah melanggar UU lalu lintas. Para pengemudi akan dikenakan Pasal 308 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dengan denda maksimal Rp 500.000.

Sebabnya adalah jenis kendaraan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya dan tidak memiliki izin mengangkut orang dalam trayek.

Larangan mudik sudah berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Selama 24 April -7 Mei 2020, warga yang tetap nekat mudik  diberi sanksi yaitu putar balik.

Nanti setelah 7 Mei, sanksi akan lebih ketat lagi bagi pelanggar yaitu terancam denda Rp 100 juta atau kurungan penjara selama 1 tahun.