Moneyfazz
Home » Berita Utama » 26 Pekerja Proyek Gagal Mudik Gunakan Bus Pariwisata

26 Pekerja Proyek Gagal Mudik Gunakan Bus Pariwisata

Sebanyak 26 orang terjaring oleh patroli tim gabungan Kecamatan Pasar Minggu. Puluhan orang ini kedapatan akan mudik lebaran dengan bus pariwisata.

Kejadian tersebut bermula pada Minggu, 17 Mei 2020. Sebanyak 26 pekerja proyek gagal pulang kampung dengan bus pariwisata karena tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatpel Suku Dinas Perhubungan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Tatang Yayat Hidayat, yang menyampaikan perjalanan bus yang mengangkut para pekerja bangunan terpaksa dihentikan.

Setelahnya orang-orang tersebut diturunkan untuk diperiksa oleh Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Jadi kebetulan pas kami lagi patroli rutin menemukan bus tersebut melintas, sesuai prosedur kami lakukan pemeriksaan,” ungkapnya,(17/5/2020).

Aksi penggagalan mudik itu terjadi pada pukul 16.00. Saat itu tim gabungan yang terdiri dari unsur Sudin Perhubungan, Satpol PP dan Kepolisian Kecamatan Pasar Minggu menjalankan prosedur dengan memeriksa surat-surat kendaraan.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan surat kendaraan lengkap namun seluruh penumpang yang dibawa oleh bus tidak bisa menunjukkan surat kesehatan.

Sementara surat kesehatan adalah syarat utama, untuk bisa melakukan perjalanan ke luar dari Jakarta menuju ke daerah lain selama PSBB berlangsung.

Aturan ini ada dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 tentang pembatasan aktivitas keluar masuk warga Jakarta.

Sementara itu bus pariwisata dengan nomor polisi Z 7990 TC berwarna pink, bernama Sumber Jaya milik Adi Putra ditumpangi oleh puluhan pekerja dengan tujuan Tegal, Jawa Tengah.

Seluruh penumpang ini adalah pekerja bangunan proyek di Jalan Palapa Jakarta Selatan. Diperkirakan pula semuanya berasal dari kampung yang sama.

Tatang juga menyampaikan bahwa semua penumpang di suruh turun oleh petugas lalu diperiksa dan di minta KTP.

Ketika diminta keterangan lebih lanjut, para penumpang mengaku sudah mengantongi izin dari pihak RW dan RT untuk bisa pulang ke kampung halaman.

Namun ketika dikonfirmasi, RT dan RW yang dimaksud tidak memberikan keterangan jelas.

Lebih lanjut Tatang mengatakan, bahwa masalah RT bukan kewenangan Dinas Perhubungan, bukan pula kewenangan Satpol PP, jadi Direktur lantas meminta semua yang terkait dibawa ke Polda.

Saat ini seluruh penumpang yang gagal mudik lebaran dan awak bus sudah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta secara resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik lokal di kawasan Jakarta dan sekitarnya saat Idul Fitri nanti.

Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mengatakan seluruh aktifitas di kawasan Jabodetabek hanya diperbolehkan jika mengikuti aturan PSBB.

Dikutip dari situs berita Pemrov Jakarta, Anies juga berharap warga Jakarta tetap patuh untuk berada di rumah saat merayakan Idul Fitri agar penyebaran virus corona tidak semakin luas. Sebab menurutnya, virus tidak kenal nama hari, tidak ada hari besar atau hari biasa (18/5/2020).

Meski belakangan muncul tren mudik dalam satu kawasan atau mudik lokal namun Anies tetap menyarankan untuk melakukan silaturahmi secara virtual saja pada perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah mendatang.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com