Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

76 Perusahaan Di Tutup Akibat Langgar Aturan PSBB Jakarta

Jakarta – Sebanyak 76 perusahaan di Jakarta ditutup sementara karena masih beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sampai kini telah memasuki Fase Kedua.

Ada cukup banyak perusahaan tetap melakukan pelanggaran terkait PSBB yang kini sedang berlangsung. Jumlahnya terus meningkat, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyampaikan yang terbaru ada 543 perusahaan pelanggar, 76 diantaranya sudah ditutup sementara dan dilakukan penyegelan.

Perusahaan-perusahaan ini masih saja nekat untuk beroperasi padahal bukan termasuk dalam kategori sektor strategis yang dikecualikan. Pemerintah langsung mengambil keputusan tegas atas tindakan ini.

Dikutip dari liputan6.com, Doni mengungkapkan lewat video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, ” Ada 543 perusahaan dan tempat kerja yang melakukan pelanggaran. Sedangkan yang di segel sementara ada 76 saja. Alasannya karena puluhan perusahaan tersebut bukanlah 11 komponen atau bidang strategis yang dikecualikan”, Senin(27/4/2020).

Banyaknya pabrik dan perkantoran yang tetap beroperasi selain sektor yang dikecualikan, membuat transportasi umum jadi ramai. Ini tentu membuat dampak penerapan PSBB belum berjalan secara efektif.

Sementara itu sektor strategis yang tetap diperbolehkan pemerintah untuk beroperasi selama PSBB yaitu kesehatan, pangan, keuangan, energi, perbankan, layanan komunikasi dan media komunikasi. Selanjutnya ada sektor retail, logistik dan distribusi barang dan yang terakhir industri strategis.

Adapun upaya penutupan sementara ini, diharapkan agar angka penyebaran Covid-19 bisa semakin menurun. Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta memang terus melambat dari hari ke hari, sampai Senin (27/4/2020).

Namun DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang kasus penularannya tertinggi hingga 3.832 kasus. Berdasarkan data dari laman resmi pemantauan Covid-19 di Jakarta per Senin, (27/4/2020) pasien sembuh telah mencapai angka 338 orang.

Sedangkan untuk rawat inap masih sebanyak 1.950 orang, untuk isolasi mandiri 1.169 orang. Kemudian 375 orang dinyatakan meninggal akibat penularan virus corona. Dan yang terakhir, sebanyak 969 orang menunggu hasil tes.

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jakarta sebanyak 6.085 dengan rincian 185 masih dilakukan pemantauan dan 5.898 sudah selesai dipantau.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 5.304 orang, sebanyak 903 dirawat dan 4.401 pasien sudah dinyatakan sehat dan boleh pulang. Kasus positif corona di Jakarta sudah meluas hingga 256 kelurahan dari total keseluruhan 267 kelurahan yang ada.

Sementara, untuk grafik pemakaman jenazah dengan protap penanganan virus Covid-19, angkanya masih tinggi. Menurut data yang ada, dipantau per 2 Maret sampai 24 April April 2020, ada sebanyak 1.666 jenazah yang dimakamkan.

Untuk itu langkah tegas pemerintah dengan menyegel sementara perusahaan yang melanggar aturan beroperasi selama PSBB ini, diharapkan bisa mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jakarta.