Moneyfazz
Home » Berita Utama » Akhir Kuartal II, IHSG Melemah Kena Sentimen Kasus Covid-19

Akhir Kuartal II, IHSG Melemah Kena Sentimen Kasus Covid-19

Ditutup melemah pada awal perdagangan pekan terakhir bulan Juni, IHSG masih belum bisa menembus level psikologis 5000. Keadaan ini tentu tidak lepas dari sentimen gelombang dari covid-19 yang mencuat akhir-akhir ini.

Selama sesi perdagangan pagi IHSG naik turun pada level 4.940 hingga 4.950, kemudian dilanjutkan merosot pada perdagangan pada sesi siang hingga penutupan. Tercatat IHSG pada pembukaan pekan terakhir Juni kali ini turun 0,47%.

Kompak dengan IHSG saham LQ45 juga mengalami hal yang sama pada hari ini. Naik turun pada sesi pagi kemudian langsung merosot pada sesi jam siang.

Sebenarnya sentimen secara global pergerakan saham-saham di dunia telah menerima stimulus dari the Fed beberapa hari yang lalu. Namun stimulus yang diberikan melalui pembelian obligasi di dalam negeri sepertinya belum bisa menekan sentimen yang terjadi saat ini.

Telah dilakukan memang di pasar sekunder the Fed membeli obligasi perusahaan-perusahaan yang ditujukan untuk membantu dampak krisis corona.

Namun dengan catatan emiten yang bakal dibeli oleh the Fed tersebut haruslah sudah peringkat Baa3.

Namun sentimen pasar membuat pelaku investor lebih memilih untuk mengamankan aset-aset mereka. Sehingga tercatat pada akhir perdagangan hari ini beberapa saham mengalami kemerosotan.

Sedangkan sentimen pasar Amerika sudah membaik semenjak suntikan dari the Fed tersebut.

Seperti Dow Jones pada hari ini naik 0,59%, disusul S&P 500 yang juga naik 0,65%, dilanjutkan oleh Nasdaq yang naik tinggi sebanyak 1,11%.

Namun pergerakan sebelum penutupan hari ini terjadi koreksi yang mempengaruhi penutupan saham di IHSG.

Tercatat Dow Jones mengalami koreksi sebanyak 0,08%, kemudian S&P 500 juga turun 0,04%, Nasdaq turun tipis sebanyak 0,01%.

Walaupun tidak bersinggungan secara langsung penurunan saham-saham tersebut bisa memberikan sinyal terhadap harga saham dalam negeri. Apalagi dengan sentimen saat ini yang cukup kuat. Investor lebih memilih melakukan aksi net sell untuk mengamankan aset yang ada di dalam negeri.

Secara sentimen di Asia tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan di Indonesia.

Nikkei 225 Jepang turun sebanyak 0,18%, Kospi turun 0,68%, Hang Sheng turun 0,54%. Saham di negara tetangga seperti KLSE malah turun 1,63%.

Secara data di dalam negeri koreksi yang terjadi pada hari ini rerata akibat persoalan turunnya progres pasar. Seperti turunnya ekspor yang terjadi akibat banyak perusahaan terkena permasalahan regulasi.

BPS juga telah mempublikasikan data terkait penurunan emiten di dalam negeri. Mayoritas persoalan memang seputar hambatan yang terjadi di lapangan.

Prediksi pada hari selanjutnya untuk IHSG secara sentimen masih dipengaruhi oleh stimulus dari the Fed. Sedangkan penurunan bakal terjadi akibat meningkatnya jumlah kasus di dalam negeri. Sehingga secara data akan memiliki pengaruh besar untuk membentuk tren selama sepekan mendatang.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com