Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Mengenal Tindakan Akuisisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Dalam dunia bisnis, tindakan akuisisi sangat umum dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Beberapa hal yang sering menjadi latar belakang akuisisi ini adalah mempercepat perkembangan suatu perusahaan, dan meningkatkan profit.

Untuk memahami pengertian akuisisi, serta berbagai hal yang berkaitan dengan aktivitas bisnis tersebut, simak uraian berikut ini.

Pengertian Akuisisi

Secara umum, akuisisi dapat diartikan sebagai langkah penggabungan usaha, yang melibatkan perusahaan pengakuisisi dan yang diakuisisi. Proses akuisisi perusahaan biasanya dilakukan dengan pembelian saham dengan persentase tertentu atau melalui Direksi Perseroan.

Banyak orang mengira akuisisi sama saja dengan merger, padahal tidak demikian. Perbedaan merger dan akuisisi yang paling utama ada pada eksistensi kedua perusahaan. Pada merger, dua perusahaan akan bergabung menjadi satu, sehingga salah satu perusahaannya tidak lagi ada.

Namun pada proses akuisisi, kedua perusahaan tetap ada dan berdiri. Namun status kepemilikan perusahaan yang diakuisisi berubah menjadi milik perusahaan yang mengakuisisi.

Tujuan Tindakan Akuisisi

Ada beberapa tujuan dari pengambil alihan ini yang penting untuk dipahami sebelum pilihan tersebut diambil, diantaranya:

1. Memperluas target market

2. Meningkatkan profit atau keuntungan perusahaan, terutama jika perusahaan yang diakuisisi memiliki potensi besar.

3. Menguatkan bisnis utama (core business), terutama jika target marketnya sama.

4. Menciptakan sebuah dominasi pada target market.

Jenis-Jenis Akuisisi

Seiring makin dinamisnya dunia bisnis dari hari ke hari, tindakan akuisisi yang diakui menjadi solusi untuk pengembangan perusahaan juga semakin banyak jenisnya. Berikut adalah klasifikasi atau jenis-jenis akuisisi berdasarkan berbagai kategori.

Berdasarkan Objek yang Diakuisisi

Berdasarkan apa yang diambil alih, ada dua jenis, yaitu:

1. Akuisisi Aset – Merupakan jenis akuisisi yang melakukan pembelian terhadap berbagai aset perusahaan. Bisa aset berupa bangunan, mesin, dan sebagainya.

2. Akuisisi Saham – Merupakan jenis akuisisi yang melakukan pembelian terhadap saham perusahaan. Dengan demikian, pembeli akan menguasai perusahaan dengan hak-hak sebagai pemegang saham.

Berdasarkan Jenis Usaha

Jika dilihat dari jenis usaha yang dijalankan oleh kedua perusahaan, baik yang mengakuisisi maupun yang diakuisisi, maka ada tiga jenis, yaitu:

1. Horizontal – Akuisisi yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain yang punya lini bisnis sejenis. Misalnya sama-sama perusahaan sepatu.

2. Vertikal – Akuisisi yang dilakukan oleh suatu perusahaan pada perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang memiliki keterkaitan usaha. Misalnya perusahaan pembuatan mie yang mengakuisisi perusahaan yang memproduksi tepung dan minyak.

3. Akuisisi Lain – Di mana suatu perusahaan mengambil alih perusahaan lain yang lini bisnisnya sama sekali tidak berhubungan. Misalnya perusahaan tekstil yang mengakuisisi perusahaan makanan kaleng. Biasanya akuisisi jenis ini dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas dan memperkuat portofolio sebuah perusahaan.

Contoh-Contoh Akuisisi

Salah satu contoh akuisisi yang paling terkenal adalah Facebook yang mengakuisisi Whatsapp sejak tahun 2014, dengan nilai yang begitu fantastis yakni USD $19 miliar. Akuisisi ini tentu meneguhkan posisi Facebook sebagai platform layanan komunikasi secara online.  

Selain itu, ada Aqua yang diakuisisi oleh Danone pada tahun 1998 lampau. Akuisisi ini bernilai sangat penting, karena inilah salah satu langkah yang menyelamatkan Aqua dari tingginya persaingan saat itu.

Itulah berbagai informasi menarik tentang apa itu akuisisi, tujuan, jenis dan juga contoh-contohnya. Pada banyak kasus, justru memperkuat kedudukan kedua perusahaan. Meskipun tentu saja, proses ini pasti memiliki dampak baik positif maupun negatif, yang akan berpengaruh pada pemilik perusahaan, karyawan, maupun konsumen.

Ardo L
A banker. Expert on money management, personal financial and basic investment.