Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Arus Balik Turun Hingga 70% Karena Larangan Mudik

Larangan mudik sudah dilakukan oleh pemerintah ditengah wabah pandemi virus corona yang tidak hanya melanda Indonesia tapi juga hampir seluruh dunia.

Namun banyak orang tetap nekat pulang kampung dengan berbagai cara, akibatnya orang-orang ini  susah untuk kembali ke Jakarta karena harus memiliki surat izin keluar masuk (SIKM). Kini, arus balik juga tercatat menurun.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Istiono, jumlah kendaraan Arus Balik turun hingga 70% pada Operasi Ketupat 2020 ini dibanding tahun 2019 lalu.

Menurutnya jumlah kendaraan arus balik di sejumlah titik seperti Jawa Timur, Semarang, Jawa Barat hingga Jakarta cukup rendah.  Yang mendominasi hanya kendaraan logistik saja.

Istiono juga menambahkan, sejak Lebaran hingga H+7 Lebaran, tercatat ada 45 ribu kendaraan arus balik diminta putar balik oleh petugas.

“Secara keseluruhan, pada arus balik (sejak Lebaran hingga) H+7 ini sekitar 45.000 kendaraan sudah diputar balik  dari Jawa Timur menuju Jakarta maupun dari arah Lampung dan Banten,” ungkapnya.

Lebih lanjut Istiono menyampaikan, langkah kepolisian terkait pendirian pos penyekatan kendaraan pemudik dan pengerahan polisi lalu lintas membuat kondisi lebih terkendali.

Saat ini juga kendaraan yang melintasi perbatasan cenderung menurun.

“Yang kita lakukan di lapangan ketika arus mudik kemarin dan arus balik sekarang ini dalam kondisi cukup terkendali dan cenderung landai. Dan arus lalu lintas cukup di dominasi kendaraan logistik karena kendaraan yang memang punya izin,” tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyampaikan, bahwa tim gabungan bersama  Kementerian Perhubungan melakukan pengetatan dan pengawasan untuk memastikan orang-orang yang melakukan perjalanan adalah yang memang memenuhi kriteria dan syarat yang ditentukan sesuai SE Gugus Tugas dan Pergub DKI Jakarta 47/2020 tentang Surat Izin Keluar/Masuk DKI Jakarta (SIKM).

Untuk antisipasi arus balik yang tinggi, kata Adita dilakukan penyekatan di sejumlah titik cek poin yang ada di sejumlah ruas jalan. Bahkan termasuk jalan tikus.

“Penyekatan yang dilakukan pada jalur-jalur utama arus balik yang menuju wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah seperti : Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, dan juga jalur-jalur tikus, ungkapnya.

Penyekatan secara khusus juga dilakukan di 11 titik untuk pengecekan kepemilikan SIKM DKI Jakarta. Diantaranya adalah Kabupaten Tangerang 4 titik, ( di Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Raya Serang, dan Jalan Raya Maja).

Sementara di Kabupaten Bogor juga ada 4 titik, yakni (Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Ciawi-Sukabumi, dan Jalan Raya Tanjung Sari).

Lalu di Kabupaten Bekasi ada 3 titik yakni ( Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin), Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta).

Pemeriksaan ketat juga dilakukan  Kemenhub di simpul-simpul transportasi mulai dari terminal, pelabuhan, bandara dan stasiun.