Moneyfazz
Home » Berita Utama » Aturan Larangan Mudik Akan Dirombak, Ini Bocorannya

Aturan Larangan Mudik Akan Dirombak, Ini Bocorannya

Kemenhub akan mengeluarkan surat edaran yang mengatur kembali mekanisme larangan mudik untuk semua moda transportasi. Baik darat, laut, udara, dan kereta api.

Surat edaran ini adalah turunan dari Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Tranportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

“Aturan turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 saat ini sedang dalam finalisasi”, ungkap Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati kepada wartawan di Jakarta hari ini(5/5/2020).

Surat edaran ini akan terbit bersamaan dengan aturan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, isinya mengatur kriteria dan syarat penumpang yang diperbolehkan untuk bepergian. Surat ini rencananya akan dikeluarkan pada hari Rabu besok.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah menjelaskan bahwa bisnis tetap bisa terbang untuk kebutuhan logistik.

Namun hal ini dirasa tidak adil karena hanya berlaku untuk moda transportasi pesawat udara saja. Maka dari itu akan dibuat penyesuaian agar bisnis juga bisa melintas di semua moda untuk kebutuhan logistik.

Budi Karya menambahkan, bisnis yang dimaksud adalah pelaku usaha yang membawa barang atau logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah bahan pangan, alat kesehatan dan lainnya, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Tadi ada catatan pebisnis diperkenankan naik pesawat, saya bilang monggo, tapi monggo protokol kesehatan harus tepat”,ujar Budi.

Dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, angkutan barang/logistik memang dikecualikan dari pemberlakuan larangan sementara transportasi pribadi ataupun umum yang membawa penumpang.

Sementara itu maraknya Travel Gelap yang mengangkut para pemudik keluar Jabodetabek membuat Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk awasi oknum-oknum ‘nakal’ ini.

Dikutip dari tempo.co, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyampaikan, tim khusus ini akan mengawasi media sosial yang digunakan oleh oknum travel gelap untuk menawarkan jasanya.

“Kalau travel itu kan menggunakan media sosial untuk memasarkan, mengantarkan pemudik sehingga ada tim khusus untuk memantau,” ungkap Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Lebih lanjut Yusri mengatakan sudah banyak petugas lapangan dari Polda Metro Jaya yang menemukan truk barang digunakan pemudik untuk lolos dari pemeriksaan petugas terkait larangan mudik.

Yusri menambahkan bahwa Polda Metro Jaya akan menindak tegas, jika terjadi lagi temuan tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian akan melakukan penilangan dan penanganan truk untuk memberi efek jera. Sedangkan untuk pemudik dari Jakarta yang diangkut oleh travel gelap dan truk barang akan dikembalikan ke Jakarta.

Penambahan jumlah personil pengamanan akan dilakukan di perbatasan Jabodetabek. Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menilai, jelang hari raya Idul Fitri masyarakat yang mencoba mudik melalui perbatasan akan meningkat jumlahnya.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com