Moneyfazz
Home » Berita Utama » Awali Pekan Dengan Penguatan, Rupiah Kembali ke Rp. 14.800an

Awali Pekan Dengan Penguatan, Rupiah Kembali ke Rp. 14.800an

Pekan sebelumnya, rupiah alami penguatan dan penurunan yang menyebabkan rupiah harus bertahan di sekitaran Rp. 15.000 per Dolar Amerika. Kondisi tersebut tentu disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya berdasarkan data kasus corona di Indonesia.

Tercatat kasus corona di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah dilakukannya PCR (Polymerase Chain Reaction). Test PCR ini benar-benar memberikan hasil test yang cukup cepat. Setelah Indonesia menerapkan test ini, terdapat peningkatan jumlah kasus yang terpantau.

Nampaknya dengan penerapan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar dan meyakinkan pasar terkait arah penanganan corona di Indonesia.

Dilihat dari imbasnya PCR bisa membuat panik masyarakat dengan peningkatan jumlah pasien positif bertambah. Dampak pada pasar saat PCR ini dirilis akhir pekan kemarin, sedikit membuat rupiah terkoreksi namun bisa kembali melanjutkan rally penguatan. Apalagi diingat bahwa PCR ini merupakan temuan dari penelitian di UGM.

Pasar tampaknya senang melihat arah keseriusan pemerintah Indonesia dalam penanganan corona dengan metode PCR ini. Namun beberapa prediksi sentimen positif ini hanya akan penopang selama beberapa pekan saja.

Pasalnya para pelaku pasar spot menyoroti perilaku masyarakat Indonesia yang kurang mentaati peraturan PSBB. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan jangka waktu pemulihan corona pada sektor apapun yang lebih lama.

Pada hari Senin pekan akhir bulan Mei ini pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika sedikit berayun namun bisa menguat ke arah Rp. 14.850 per dolar Amerika. Prediksi arah untuk hari Selasa ini, rupiah masih berpotensi tinggi meneruskan penguatan.

Data Non-Deliverable Market (NDF) memberikan gambaran penguatan yang cukup jelas. Namun akan sedikit terbebani oleh data pasar indeks yang pada pekan kemarin terus alami kemerosotan.

Kenaikan rupiah untuk pekan ini akan tertahan secara teknikal. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan pada hari Senin kemarin yang mana momentum pergerakan rupiah tidak begitu agresif. Secara teknikal juga penguatan rupiah tertahan oleh harga rupiah yang terus naik selama April.

Secara psikologis pasar pergerakan Rupiah ditahan oleh pernyataan gubernur BI yang menyatakan sampai akhir tahun potensi rupiah berada di Rp. 15.000 per dolar Amerika. Sehingga butuh momentum yang memberikan dampak besar agar penguatan rupiah bisa besar.

Data yang dikumpulkan dari reuters yang dikumpulkan berdasarkan survei dua mingguan menunjukkan terjadi penurunan aksi jual untuk rupiah. Sehingga bisa dikatakan ada ketertarikan pasar untuk membeli rupiah.

Penguatan rupiah pada pembukaan pasar dari penutupan akhir pekan kemarin, terhitung menguat sebanyak 0,07%. Sebenarnya  penguatan yang terjadi sangatlah tipis, namun rupiah bisa berposisi kedua terbaik Asia.

Penguatan terbaik Asia pada pembukaan pasar hari Senin kemarin di raih oleh Bath Thailand yang menguat sebesar 0,14%. Disusul selanjutnya di bawah Indonesia ada Dolar Singapura yang menguat sebesar 0,04%.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com