Moneyfazz
Home » Berita Utama » Awali Pekan Menguat Tipis, IHSG Bisa Bernafas Lega

Awali Pekan Menguat Tipis, IHSG Bisa Bernafas Lega

Sejak pekan kemarin indeks saham gabungan Indonesia IHSG alami kontraksi yang cukup dalam. Sentimen pasar terhadap kondisi sektor penggerak ekonomi berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Belum lagi sentimen pasar global terkait perang dagang antara Amerika dengan China.

Penurunan pekan kemarin banyak dipengaruhi oleh isu adanya Bank Jangkar di Indonesia. Permasalahan Bank Jangkar atau dalam PP No 23 Tahun 2020 disebut sebagai Bank Peserta, Bank Jangkar berperan sebagai penyedia likuiditas bank lain selama covid-19.

Hal ini berkaitan erat dengan masalah kepercayaan pasar pada keberadaan bank jangkar ini. Karena khawatir dari keberadaan bank jangkar ini malah akan membuat kerugian yang cukup parah, investor memilih lari menjual aset-aset bank miliknya.

Hal ini nampak pada perdagangan sebelumnya yang menyebabkan koreksi IHSG sebanyak 16% lebih pada perdagangan pekan kemarin. Turunnya IHSG tersebut banyak berasal dari saham bank-bank di Indonesia utamanya pada bank milik negara.

Sebenarnya lebih lanjut keberadaan bank jangkar ini belum spesifik dijelaskan oleh OJK. Namun mekanismenya sudah dijelaskan secara terperinci.

OJK mengatakan bahwa keberadaan bank jangkar ini berposisi sebagai penerima dana dari Menkeu yang dijamin oleh LPS. Dana dari Menkeu ini bisa dipergunakan untuk membantu likuiditas bank-bank pelaksana.

Sistemnya adalah bank pelaksana ketika sudah mencapai batas repurchase agreement SBN atau batas gadai, bank pelaksana bisa mengajukan kredit ke bank jangkar.

Sebelum adanya kejelasan terkait keberadaan bank jangkar  oleh OJK pasar dibuat begitu panik. Sehingga harus terjadi aksi net sell pada bank-bank nasional.

Tercatat pada pekan kemarin saham bank seperti BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, dll, alami penurunan terus selama sepekan. Aksi jual yang tercatat pada perdagangan pekan sebelumnya mencapai Rp. 1 triliun lebih.

Besarnya aksi jual tersebut sangat membebani pergerakan IHSG selama sepekan ini.

Awali pekan kali ini, walaupun masih terbebani IHSG mulai menunjukkan geliat yang cukup baik. Bergerak menguat walaupun tipis sebesar 0,08% memberikan sedikit nafas lega setelah terus alami kemerosotan selama sepekan kemarin.

Untuk pekan ini IHSG, bakal diproyeksikan berpotensi alami penguatan. Hal ini berkaitan dengan menguatnya saham negara Asia lainnya, selain itu merujuk pada penganan covid-19 di Indonesia yang menggunakan PCR dengan keakuratan yang tinggi.

Sentimen pasar untuk saham di Indonesia cukup baik sebenarnya selama sepekan kemarin. Namun akibat tersandung sentimen miring pada bank jangkar maka beban yang harus dipikul cukup berat.

Proyeksi selama sepekan mendatang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masyarakat jelang lebaran. Beberapa sektor ritel dapat dilihat mulai membaik, sektor pertanian juga mengalami hal yang sama. Hanya memang proyeksi pada sektor perbankan kurang begitu baik akibat banyaknya kredit macet akibat pandemi corona ini.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com