Moneyfazz
Home » Berita Utama » Banyak Negara Mulai Buka Bisnis Wisata, Indonesia Kapan?

Banyak Negara Mulai Buka Bisnis Wisata, Indonesia Kapan?

Sektor pariwisata menjadi sektor paling terdampak saat corona dinyatakan sebagai pandemi global. Karena diyakini sebagai tempat penularan yang paling efektif maka seluruh pemerintah di dunia mengambil sikap untuk memilih melakukan penutupan.

Di Indonesia tak terkecuali semenjak status corona semakin meresahkan satu persatu wisata ditutup. Mulai dari pulau dewata Bali sebagai destinasi wisata di Indonesia, Borobudur, wisata alam di daerah, hingga sebagian wisata perbelanjaan. Hal ini mengakibatkan lesunya emiten perusahan yang bergerak di sektor ini.

Tak hanya itu juga, beberapa perusahaan ataupun usaha yang masih berkaitan erat dengan pariwisata juga ikut lesu. Seperti jasa transportasi atau jasa paket wisata, penerbangan domestik, hingga penyedia penginapan terpaksa harus ikut menutup usahanya.

Kondisi pemulihan corona yang terus diusahakan agar sektor perekonomian yang terdampak tidak berlarut-larut dalam kerugian. New Normal menjadi salah satu kebijakan yang bisa mendongkrak sektor ini agar segera pulih.

Beberapa negara seperti Spanyol, Islandia, Yunani, dan Meksiko kini mulai merencanakan kembali membuka sektor wisata dengan pengaturan seperti new normal.

Sedangkan negara Asia seperti Vietnam yang lebih dahulu pulih sudah mulai membuka wisata khusus untuk pengunjung domestik. Sektor ini telah mulai dibuka oleh pemerintah Vietnam sejak beberapa pekan yang lalu.

Kemudian Jepang, beberapa pengelola taman wisata di Jepang telah merencanakan pengaturan wisata untuk pembukaan beberapa hari mendatang. Salah satu aturannya berisikan, tidak boleh berteriak dan juga tidak boleh berswafoto.

Selain pengaturan-pengaturan yang menyelaraskan dengan kebijakan new normal, beberapa agen wisata domestik maupun mancanegara mulai tebar promo. Selain itu, voting destinasi pilihan juga dilakukan dan Bali menjadi salah satu  pilihan destinasi yang paling diminati.

Pemerintah Indonesia sendiri saat ini mulai menggodok beberapa kebijakan terkait dengan pembukaan sektor wisata bersamaan dengan diberlakukannya kebijakan new normal. Salah satunya adalah kebijakan dari Kemenparekraf.

Alur pelaksanaan kenormalan baru pada sektor wisata saat ini sudah di atur dalam bentuk protokol yang disusun oleh Kemenparekraf.

Dilansir dari inews.id, Wishnutama Menteri Parekraf menjelaskan terkait protokol kenormalan baru yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata Indonesia. Protokol ini disusun atas beberapa tahapan, mulai dari simulasi, publikasi, hingga kepada uji coba publik.

Protokol CHS atau Clean, Health, And Safety pada kenormalan baru yang akan diterapkan pada destinasi wisata ini akan terus digodok bersama dengan gugus covid-19 di Indonesia. Beberapa wisata yang akan mulai dibuka mulai dari bulan Juni ini mulai dari wisata Bali, Borobudur, Prambanan, Wisata Pangandaran, Wisata Alam Dieng, dll.

Beberapa daerah yang masih memberlakukan PSBB saat ini masih akan meninjau ulang terkait pembukaan wisata. Mengingat persebaran virus corona yang masih tinggi pada wilayah tersebut.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com