Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Banyak Pengangguran di Amerika Trump Stop Visa Pekerja Asing

Krisis akibat pandemi covid-19 mengakibatkan kontraksi yang cukup dalam pada sektor ekonomi. Akibat kontraksi tersebut beberapa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja ke sejumlah karyawan dengan alasan pemangkasan tanggungan perusahaan.

Negeri Paman Sam sebagai negara dengan ribuan perusahaan tak luput dari krisis tersebut. Lebih dari 44 juta jiwa pekerja Amerika harus menganggur akibat krisis corona ini, lebih parah dari catatan krisis di waktu yang lalu.

Demi meminimalkan dampak berkepanjangan akibat krisis tersebut, Pemerintahan Donald Trump menggelontorkan dana sekitar 8 Juta per minggu untuk tiap warganya. Namun sempat muncul kabar bahwa suntikan dana tersebut bakal distop juga oleh Trump.

Penghentian bantuan dana untuk pengangguran berdasarkan  mulai pulihnya Amerika dalam hal ekonomi. Hal ini dapat dilihatnya mulai meningkatnya permintaan akan aset-aset Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq.

Pertumbuhan pemulihan di Amerika juga nampak baik walaupun sempat dilanda kerusuhan pada akhir mei hingga awal Juni lalu. Namun pergerakan bisnis masih terlihat aman-aman saja.

Kebijakan-kebijakan mulai dirancang untuk menyegerakan pengurangan pengangguran yang terdampak akibat corona di Amerika. Salah satunya dengan membatasi visa pekerja Amerika dengan jenis khusus.

Namun disini menimbulkan polemik dan memicu aksi protes oleh para pengusaha atas pemblokiran visa yang berhubungan dengan visa bekerja. Seperti diblokirnya jenis visa H-1B untuk pekerja terampil dalam bidang teknologi.

Para pengusaha mengecam kebijakan Trump tersebut karena dinilai tidak membantu pemulihan ekonomi namun bakal menghambat.

Belum lagi akibat perseteruan perang dagang dengan China yang meningkatkan biaya untuk impor bahan baku.

CEO Google saat ini sendiri yang merupakan warga negara India mengecam kebijakan Trump yang dinilainya sarat kepentingan. Pichai mengungkapkan kekesalannya dengan menyebut ekonomi Amerika bisa besar juga berkat kerja keras para imigran.

Elon Musk pemilik dari SpaceX dan Tesla mengatakan bahwa Trump sudah terlampau jauh dalam mengatur kebijakan visa ini.

Kemudian dari Facebook, Mark mengatakan bahwa Amerika adalah negara imigran, dan sebuah keuntungan dimana menjadi bagian negara tersebut. CEO Facebook tersebut meyakini dengan memberlakukan kebijakan tersebut akan semakin memperlama pemulihan ekonomi di Amerika.

Sedangkan di dalam negeri pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini diberlakukan sebagaimana protokol kesehatan untuk covid-19.

Para pekerja yang menggunakan visa harus menunggu protokol kesehatan yang diberlakukan yang bakal dirilis oleh pemerintah dalam fase new normal berikutnya.

Sedangkan untuk pekerja domestik kembali bekerja diluar domisili dinilai nampak rumit. Karena harus melakukan swab dengan jangka waktu hasil yang tidak lama. Kemudian harus memiliki surat pengantar dari perusahaan. Belum lagi pembatasan transportasi yang terkadang belum tentu setiap harinya bisa mengangkut para pekerja.