Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Produksi Baru Saja Dipangkas, Minyak Dunia Kembali Rebound

Jelang akhir pekan minyak dunia berhasil menguat dan rebound kembali menuju level 39,75 dollar AS per barel pada perdagangan hari ini. Hal ini merupakan efek pemangkasan berkelanjutan berdasarkan hasil rapat dari OPEC.

Secara sentimen pekan pertengahan bulan Juni soal kebutuhan akan bahan bakar masih belum tinggi. Apalagi soal kabar terkait dengan meningginya kembali kasus corona di berbagai negara.

Walaupun sudah masuk transisi new normal namun bisa saja negara-negara yang meningkat akan kembali menutup akses. Dan apabila terjadi lockdown maka diperkirakan bulan Juli minyak akan waspada kembali masuk jurang.

Namun kenyataannya untuk pengiriman bulan Juli akibat kebijakan OPEC tersebut minyak malah rebound dan menguat walaupun tipis.

OPEC terus menekan negara-negara penghasil minyak seperti Iran dan Kazakhstan yang sebelumnya membandel terus membanjiri pasokan minyak.

Tingginya pasokan yang tidak seimbang dengan penjualan akibat krisis pandemi membuat OPEC harus turun tangan untuk menekan hal tersebut. Bulan sebelumnya Trump Presiden Amerika memberikan ancaman kepada negara-negara yang membangkang kesepakatan tersebut.

Trump mengancam akan memberikan sanksi perdagangan kepada negara-negara yang bandel terus meningkatkan pasokan dan produksi minyak. Trump tidak peduli negara tersebut adalah sekutu atau bukan.

Jelasnya dari penekanan tersebut menghasilkan turunnya pasokan dan meningkatkan kembali kepercayaan investor untuk percaya harga minyak akan stabil.

Secara sentimen harga minyak sebenarnya mampu menembus level 40 dolar Amerika per barelnya. Namun sentimen kekhawatiran pasar komoditas minyak membuat minyak belum bisa menembus level tersebut.

Diyakini apabila pandemi ini terus menunjukkan pemulihan yang signifikan harga minyak akan mengikuti proses tersebut.

Di dalam negeri sendiri pertamina juga masih urung untuk menurunkan harga BBM di SPBU.

Pasalnya sebelumnya pertamina sendiri mengakui sebelum hingga selama pandemi pertamina selalu menutupi kerugian penjualan BBM.

Sehingga DPR juga memberikan keterangan untuk masyarakat yang masih membutuhkan BBM untuk kebutuhan selama pandemi agar mengikut saja. Hal tersebut juga diperlukan untuk membantu pertamina agar tidak merugi berkepanjangan.

Walaupun begitu pertamina juga memberikan imbal balik kepada masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi dan membutuhkan BBM. Seperti ojek online bisa mendapatkan potongan harga BBM selama pandemi ini dengan syarat tertentu.

Diperkirakan sampai pada bulan Juli mendatang harga minyak masih akan terus naik turun seiring dengan sentimen pandemi covid-19 ini.

Dan akan ikut pulih secara total apabila new normal berhasil dilakukan dan vaksin ditemukan. Sehingga prediksi penguatan minyak dunia utamanya untuk WTI dan Brent masih panjang.

Malahan prediksi koreksi harga masih besar akibat sentimen covid-19 yang cukup kuat menekan para pelaku pasar investasi. Namun ditunggu saja kiprah OPEC dalam menangani harga minyak selama pandemi ini berlangsung.