Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Pengertian BEP dan Rumus Perhitungan yang Perlu Diketahui

Dalam dunia akuntansi terutama yang berkaitan dengan analisis suatu perusahaan, istilah BEP bukan hal yang baru. Namun, tahukah Anda apa itu Break Even Point dan apakah istilah tersebut disebut juga dengan balik modal? Untuk tahu jawabannya, simak informasi ini.

Pengertian dari Break Event Point

Pengertian BEP adalah titik pendapatan yang sama dengan modal dari apa yang dikeluarkan. Dengan kata lain, Anda tidak mendapatkan kerugian ataupun keuntungan. Karena hal tersebutlah Break Even Point dikenal dengan nama titik impas.

Karena modal = pendapatan, lantas apakah BEP disebut dengan balik modal? Tidak, karena titik impas tidak sama dengan balik modal. Terlihat sama namun keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Balik modal lebih dikenal sebagai return on investment atau ROI. Karena hal tersebut, balik modal adalah keuntungan yang diperoleh dan sudah bisa digunakan untuk mengembalikan modal awal.

Misalnya, Anda memiliki modal awal Rp 500.000. Besar modal tersebut sudah termasuk modal untuk sewa tempat. Kemudian Anda melakukan suatu usaha dan memperoleh pendapatan kotor Rp 700.000, maka Anda sudah bisa dikatakan balik modal dengan keuntungan Rp 200.000.

Sedangkan titik impas adalah dimana Anda tidak mendapatkan rugi ataupun untung. Ini karena pendapatan usaha memiliki besar yang sama dengan modal. Jadi, BEP berbeda dengan balik modal ya.  

Manfaat dan Perhitungan Break Even Point

Suatu perusahaan harus melakukan perhitungan BEP. Hal tersebut disebabkan karena Anda bisa mendapatkan manfaat menghitung BEP seperti berikut ini:

  1. Mengetahui harga jual minimal produk yang diproduksi untuk meminimalisir kerugian.
  2. Memperkirakan jumlah unit yang diproduksi. Tujuannya adalah keuntungan yang diperoleh dapat digunakan untuk menutup biaya pengeluaran.
  3. Menemukan apakah biaya pengeluaran sama dengan pendapatan yang diperoleh per 1 periode.

Untuk menghitung Break Even Point per unit, Anda harus menghitung margin kontribusi per unit dengan mengurangi harga jual (per unit) dan biaya variabel (per unit). Dengan begitu, Anda bisa mengetahui titik yang sama antara jumlah beban dengan jumlah biaya+jumlah unit yang dikeluarkan.

Jadi, BEP per unit = biaya tetap : margin kontribusi. Sedangkan Break Even Point dalam rupiah = harga jual per unit x BEP per unit. Namun, jika anda ingin tahu berapa profit yang dihasilkan dari penjualan produk, cara menggunakan rumus, margin kontribusi : total sales –biaya variabel.

Contoh Soal Penghitungan Break Even Point

Agar Anda lebih memahaminya, berikut ini merupakan contoh soal Break Even Point sederhana yang bisa Anda pelajari.

A memiliki biaya tetap untuk 1 bulan sebesar Rp 100.000.000, biaya variabel per unit sebesar Rp 75.000 dengan harga jual per unit adalah Rp 100.000. Penghitungan Break Even Point per unit adalah sebagai berikut:

= Biaya tetap: (harga jual per unit – biaya variabel per unitnya)

= 100.000.000 : (100.000 – 75.000)

= 100.000.000 : 25.000 = 4.000.

Jadi untuk mencapai titik impasnya, maka perusahaan harus memproduksi sebanyak 4000 unit.

Untuk Break Even Point rupiah, perhitungannya dilakukan dengan cara berikut:

= biaya tetap : (margin kontribusi per unit : harga per unit)

= 100.000.000 : (25.000 : 100.000)

= 100.000.000 : 0,25 = 400.000.000.

Dengan kata lain, jika perusahaan A ingin mencapai titik impasnya, maka perlu mencapai penjualan sebesar Rp 400.000.000

Itulah sekilas mengenai BEP yang perlu Anda ketahui. Jadi, sudah tahu ya bahwa Break Even Point tidak sama dengan balik modal dan bagaimana cara menghitungnya. Semoga informasi ini bisa membantu Anda untuk memahami Break Even Point.

Ardo L
A banker. Expert on money management, personal financial and basic investment.