Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Biaya Haji 2021, Reguler, Plus, Furoda, dan Tips Menyiapkannya

Berhaji adalah ibadah wajib yang diimpi-impikan setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Ibadah wajib pula, bagi yang mampu. Namun, berhaji butuh banyak syarat, terutama ekonomi. Lalu berapa biaya haji 2021? Bagaimana cara menyiapkannya bagi yang ingin mendaftar ibadah haji di tahun 2021 ini?

Ketentuan Biaya Haji 2021

Ketentuan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) terbaru diatur dalam PP No. 79 tahun 2012. Peraturan pemerintah ini merupakan panduan dari pelaksanaan UU No. 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Ada 56 halaman dalam PP No. 79 tahun 2012 yang secara sederhananya, membagi biaya haji ke dalam 2 macam. Kedua pembagian tersebut yaitu direct cost (biaya langsung)  dan indirect cost (biaya tak langsung).

Direct cost (biaya langsung) adalah sebutan bagi biaya penyelenggaraan ibadah haji yang dibayar langsung oleh masyarakat. Inilah yang sering dipahami oleh masyarakat sebagai BPIH pada umumnya.

Indirect cost (biaya tak langsung) adalah sebutan bagi biaya penyelenggaraan ibadah haji yang tidak dibayar langsung oleh masyarakat. Biaya ini dibayarkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai hasil manfaat dari investasi Dana Abadi Umat sektor haji. Inilah yang sering disebut sebagai subsidi.

Apa Saja Komponen Biaya Haji 2021?

Haji merupakan ibadah yang kompleks karena dilakukan di tempat yang jauh, melibatkan banyak orang, dan dilakukan bersamaan untuk waktu lama. Karena itu komponen biaya haji sangatlah banyak.

BPIH yang dibayarkan oleh masyarakat secara langsung (direct cost) tadi digunakan untuk memenuhi 4 hal berikut.

  1. Transportasi (tiket pesawat, bus, dan lain-lain)
  2. Akomodasi dan konsumsi (makanan dan pemondokan)
  3. Layanan umum (administrasi, dan sebagainya)
  4. Living cost (biaya hidup) di Arab Saudi (uang saku untuk belanja, membayar dam, dan lain-lain)

Sedangkan biaya haji yang didapat dari Dana Abadi Umat digunakan untuk hal-hal pendukung. Contohnya seperti:

  1. Bimbingan haji
  2. Operasional PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji)
  3. Tenaga dan pelayanan kesehatan
  4. Dan lain sebagainya

Faktor-Faktor yang Menentukan Besaran Biaya Haji 2021

Dari komponen-komponen biaya haji yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran biaya haji.

  1. Kurs dollar. Karena melibatkan transaksi internasional, maka pembiayaan dihitung dalam dolar. Nilai ini harus dikonversikan menjadi biaya haji 2021 dalam rupiah. Jika nilai tukar rupiah melemah, maka biaya haji dapat mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya.
  2. Harga minyak dunia. Transportasi haji masih dimotori dengan bahan bakar minyak, karena itu biayanya mengikuti fluktuasi minyak dunia. Jika harga minyak turun mencapai 70 dollar per barel, biaya haji dapat turun hingga 600 dolar.
  3. Konsumsi. Alokasi biaya konsumsi untuk haji kemungkinan bertambah. Apalagi dengan wacana tahun ini ada penambahan jumlah makan dari 40 menjadi 50 kali. Serta penggunaan koki Indonesia agar cita rasanya pas dengan lidah rakyat Indonesia.
  4. Pemondokan/Penginapan. Biaya penginapan dapat turun menyesuaikan dengan bertambahnya jarak minimal pemondokan dari Masjidil Haram.
  5. Peraturan Baru. Ada peraturan baru haji 2021 yaitu dikenakannya biaya visa sebesar 300 Riyal oleh pemerintah Saudi. Jika ini terlaksana, tentu dapat menambah biaya haji 2021.

Penghitungan Biaya Haji

Dari faktor dan komponen yang telah dijelaskan di atas, kita dapat melakukan penghitungan sederhana tentang besaran biaya haji.

Misalnya dari living cost (uang saku selama hidup di Saudi) yang berjumlah sebesar 1500 riyal. Dengan kurs saat ini (1 Riyal = 3.678 Rupiah), maka diperoleh uang saku bagi masing-masing jamaah sebesar 5.517.000 Rupiah.

Jika biaya haji reguler 2021 dalam rupiah masih sama dengan 2020, sebesar 35,2 juta rupiah,  makan masih 29,8 juta rupiah.

Nilai itu dikurangi lagi untuk biaya makan dan penginapan selama 40-50 kali selama proses ibadah haji. Setelahnya baru digunakan untuk administrasi dan transportasi

Besaran Biaya Haji Berbeda Sesuai Embarkasi

Besaran biaya haji di tahun 2021 dapat berbeda tergantung embarkasi. Misalnya di tahun 2020, biaya haji Solo sebesar 36.429.275 rupiah, sedangkan biaya haji Jakarta sebesar 34.987.280.

Perbedaan ini karena besaran biaya selama persiapan pemberangkatan ditentukan oleh pemerinta daerah masing-masing. Bagi pemda yang mampu menyediakan dana khusus untuk jamaah haji, tentu dapat meringankan beban jamaah. Selain dari  faktor biaya transportasi yang telah disebutkan sebelumnya.

Bagaimana Penetapan Biaya Haji 2021?

Biaya haji 2021 diajukan oleh pemerintah untuk dibahas bersama dengan komisi VII DPR RI. Januari lalu, 15 – 17 tepatnya, Komisi VII DPR telah rapat dengan BPKH dan Ditjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umroh) Kemenag.

Hingga tulisan ini dirilis, belum ada referensi resmi yang bisa didapat tentang BPIH 2021. Begitu juga tentang berapa jumlah biaya haji dan tanggal penetapan biaya haji 2021 oleh komisi VIII DPR RI.

Merujuk kepada penetapan biaya haji 2020 lalu, ketetapan resmi mungkin akan dikeluarkan di bulan Februari – Maret 2021. Namun, dari wacana yang pernah dilontarkan tentang biaya haji 2021 Kemenag, kita dapat memperkirakan besarannya.

Sebagai pengetahuan, biaya direct cost (BPIH) 2020 adalah 35.235.602 rupiah. Sedangkan biaya indirect cost-nya sebesar 34.764.454 rupiah (sumber dari BPKH). Berarti, sebenarnya biaya per orang untuk ibadah haji ini adalah 70.000.050 rupiah.

Ini juga berarti bahwa jamaah haji hanya membayar separuh dari biaya penyelenggaraan ibadah haji yang sebenarnya.

Perubahan Biaya Haji Reguler 2021

Tahun 2020 lalu, biaya haji reguler ditetapkan sama dengan tahun sebelumnya, tidak mengalami kenaikan. Meski pada November 2020 lalu, Menteri Agama sempat menyatakan tidak mengajukan kenaikan, tampaknya di bulan Januari 2021, keputusannya berubah.

Mendengar dari beberapa masukan, ada beberapa perubahan, termasuk pelayanan yang ditingkatkan. Ini membuka kemungkinan adanya kenaikan biaya haji reguler di tahun 2021.

  1. Biaya penerbangan jamaah haji ke dan dari Saudi, mengalami kenaikan dalam kisaran 700 ribu rupiah.
  2. Biaya visa haji (sebelumnya tidak ada) sebesar 300 riyal atau sekitar 1,2 juta rupiah.
  3. Penambahan volume dan waktu makan dari 40 menjadi 50 kali (pada momen sebelum wukuf, berdasarkan masukan jamaah).
  4. Penggunaan tenaga koki asal Indonesia dengan bumbu dan bahan dari Indonesia bagi layanan katering jamaah haji.
  5. Pemberlakuan fast track di seluruh embarkasi sehingga jamaah tidak perlu mengantri lama.
  6. Pemberlakuan sistem sewa penginapan secara full musim di Madinah.
  7. Penambahan kuota sebesar 20.000 orang oleh pemerintah Saudi.

Dari perubahan-perubahan tersebut, diperkirakan total biaya haji 2021 kemenag ada di kisaran 72 juta-an. Jika tahun ini tidak dinaikkan juga, maka indirect cost yang ditanggung oleh BPKH dapat mencapai 37 juta rupiah. Lebih besar dari pada BPIH yang dibayarkan oleh masing-masing jamaah.

Untuk itu, kemungkinan biaya haji reguler ini akan dinaikkan, menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Jika besaran inflasi adalah 3% per tahun, maka 3% x 35 juta = 1.050.000 rupiah. Setelah tahun lalu tanpa penyesuaian, maka jika tahun ini diberlakukan, penyesuaian sebesar 2x lipat, yaitu 2.100.000 rupiah.

Jadi, perkiraan biaya haji reguler 2021 adalah sebesar 37.300.000 rupiah.

Berapakah Biaya Haji Plus 2021?

Haji Plus diselenggarakan oleh swasta (biro haji dan umroh) dengan tetap sesuai panduan pemerintah. Jika haji reguler mendapat “subsidi” hampir separuh harga, haji plus tidak, karena diselenggarakan swasta. Akibatnya, biaya haji plus tahun 2021 dapat mencapai 2 – 3 kali lipat haji biasa.

Perbedaan lain terkait biaya, bahwa biaya haji reguler ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan biaya haji plus ditetapkan masing-masing biro haji dan umroh. Penetapan ini tentu mempertimbangkan kurs dan fluktuasi harga minyak internasional. Makanya besarannya disebutkan dalam mata uang dollar.

Selain itu, jika penyelenggaraan haji reguler memiliki spirit pengabdian, maka haji plus ditambahkan spirit profit oriented. Bagaimanapun, biro haji dan umroh tersebut tentu menginginkan keuntungan, disamping pahala membantu ibadah orang lain.

Perbedaan Haji Plus dan Haji Reguler

Ada beberapa perbedaan (atau keunggulan?) dari haji plus dari yang reguler.

  1. Masa penantian keberangkatan hanya 5-9 tahun untuk haji plus. Bandingkan dengan haji reguler yang 10 – 20 tahun. (Malah sekarang ada haji dengan visa furoda yang langsung berangkat tahun depan, tanpa masa tunggu).
  2. Transportasi melalui jalur fast track, tanpa antrian yang sangat panjang.
  3. Penginapan lebih dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, bisa berjalan kaki. Bandingkan dengan haji reguler yang sering untung-untungan (bisa dekat bisa jauh).
  4. Fasilitas hotel bintang 5, bisa pilih paket hanya 2, 3, atau 4 orang. Sedangkan reguler standarnya 4 orang, maksimal 5.
  5. Ada AC (Air Conditioner ) di  tenda saat wukuf di Arafah. Bandingkan reguler yang hanya mengandalkan kipas.
  6. Dan keuntungan lainnya.

Perbedaan Biaya Haji Plus dan Haji Reguler

Menengok keunggulan-keunggulan layanan tersebut, wajar saja jika biaya haji plus 2021 lebih besar. Jika biaya haji reguler 2021 adalah sekitar 37 juta-an, maka biaya haji 2021 plus adalah 8000an dollar.

Untuk mendapatkan nomor antrian haji reguler, minimal DP yang harus disediakan adalah 25 juta rupiah. Sedangkan untuk haji plus, minimal DP-nya mencapai 4000 dolar.

Saat ini, ada pula yang menawarkan paket haji dengan visa Furoda (Private). Tanpa antrian. Tahun depan langsung berangkat. Biayanya berkisar di angka 200 juta-an.

Tips Menyiapkan Biaya Haji 2021

Bagi kamu yang belum pernah berangkat haji dan baru berencana untuk mendaftar, kamu perlu menyiapkan minimal DP-nya.

Bagi beberapa orang, mengeluarkan ratusan juta untuk berhaji mungkin tidak begitu berat. Tapi sebagian besar orang belum tentu memiliki dana yang cukup  pada saat itu.

Untuk itu, perlu ada beberapa cara dalam menyiapkan dana ibadah haji 2021 ini.

1. Tabungan

Kalau kamu sudah memiliki penghasilan tetap dan berniat naik haji, kamu perlu menyisihkan sebagian penghasilanmu untuk itu. Ada baiknya ikut program tabungan haji yang dikeluarkan oleh beberapa bank terkemuka. Jadi kamu dapat lebih berdisiplin dalam menabung untuk ibadah haji ini.

2. Beli Emas

Cara menabung untuk ibadah haji dengan membeli emas termasuk yang paling disukai. Tahukah kamu bahwa meski ongkos naik haji naik dari tahun ke tahun, tapi masih kalah dibandingkan kenaikan harga emas?

Jika setiap tahun kenaikan biaya haji setiap tahunnya sekitar 3%, tapi setiap 12 tahun, justru biayanya turun jika dinilai dari harga emas. Penurunannya dapat mencapai 2 – 4 dinar emas setiap 12 tahun.

3. Investasi

Cara lain menyiapkan biaya haji yaitu dengan berinvestasi. Selain tabungan kamu tidak termakan inflasi, ia dapat berkembang seiring waktu. Hanya pastikan bahwa tempat kamu investasi dapat dipercaya dan bagus kredibilitasnya.

Nah, Demikian seluk beluk biaya haji 2021. Mulai dari komponen, BPIH & BPKH, serta haji plus dan haji reguler. Setelah tahu tentang seluk beluk biaya haji 2021, jadi kapan kamu mau daftar? Jangan lupa siapkan plan keuangannya. Untuk mempermudah rencana keberangkatan kamu juga bisa membuka tabungan haji. Dengan begitu, kamu bisa lebih komitmen untuk mulai menyisihkan uang untuk ibadah rukun islam yang ke lima, yaitu melaksanakan haji.

Ardo L
A banker. Expert on money management, personal financial and basic investment.