Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Perkiraan Rincian Biaya Hidup di Surabaya dan Tips Agar Selalu Cukup

hidup di surabaya

Biaya hidup di Surabaya yang merupakan kota besar bagi karyawan dan mahasiswa pendatang, harus diperhitungkan secara baik dan matang. Karyawan pasti membutuhkan gaji yang dapat memenuhi kebutuhan hidup layak. Sedangkan mahasiswa, tantangannya adalah menyesuaikan gaya hidup dengan uang saku. Supaya tak kehabisan bekal di akhir bulan.

Nah, sebagai karyawan kamu wajib cek UMR Surabaya. Tak ada salahnya membuat list biaya hidup keluarga di Surabaya sebab tak jarang kamu harus membawa kerabat atau anak-istri. Dengan begitu, biaya hidup keluargamu di Surabaya akan lebih terencana.

5 Biaya Hidup Utama di Surabaya

Kamu bisa mulai mencatat daftar berikut ini sebagai rujukan pada saat mengatur biaya hidup di Surabaya. Catat ya!

1. Biaya transportasi

Berbagai layanan transportasi publik di kota Surabaya bisa kamu manfaatkan. Antara lain layanan angkutan kota dengan berbagai jalurnya. Meski begitu, masih terdapat jalur yang harus transit. Dua kali naik dan turun angkot yang berbeda. Agar bisa sampai ke tujuan. 

Misalnya saja, untuk menempuh jalur di persimpangan Jl. Pemuda – Jl. Stasiun. Penghentian pertamanya di Jl. Indrapura, kemudian naik angkot lagi ke arah Tanjung Perak. Dengan tarif 4-10 ribu di setiap jalurnya, kamu bisa langsung menghitungnya sendiri.

Untuk alasan hemat dan praktis, kebanyakan orang akhirnya memilih Ojek online. Pembayaran ojol menggunakan e-payment termasuk kemudahan yang bermanfaat buat kamu. Sebab, bisa setor sesuai kebutuhanmu. Alternatif lainnya yaitu kendaraan pribadi dengan rata-rata biayanya sekitar 300 ribu selama 30 hari dengan estimasi harga BBM Rp10.000

2. Biaya sewa rumah dan kos

Kebutuhan tempat tinggal bisa di link and match-kan dengan anggaran transportasi. Pilihan kos atau kontrakan di sekitar kantor atau kampus akan membantu mengurangi biaya transportasi kamu. Tentu saja, tanpa mengurangi kebutuhan akan hunian yang nyaman.

Rata-rata harga kos standar ditawarkan Rp700 ribu ke atas dengan berbagai fasilitas seperti free wifi, kamar mandi dalam, atau kapasitas ruang yang luas. Tipe kos lainnya seharga Rp500 ribuan, fasilitasnya bisa jadi ala kadarnya tanpa ada kamar mandi dalam ataupun wifi.

biaya hidup surabay
Ilustrasi (Unsplash)

Nah, untuk kamu yang sudah berkeluarga yang ingin tinggal bersama sanak-saudara juga kerabatmu, mengapa tidak menyewa rumah di Surabaya. Kontrak rumah dihargai paling murah mulai Rp3 juta. Ingin fasilitas yang sedikit naik kelas? Pilih yang 4 juta pertahun atau sekitar Rp500 ribu per bulan. Masih terjangkau bukan?

3. Biaya makan dan kebutuhan sehari-hari

Di Surabaya, mahasiswa bisa menikmati makan enak hanya dengan Rp8.000 sampai Rp15.000 untuk sekali makan. Kalikan saja 3 kali. Kurang lebih Rp45.000 – 50.000 an. Trik ampuhnya, cobalah menanak nasi sendiri menggunakan Rice Cooker. Dengan begini, secara otomatis belanja makananmu bisa ditekan. Sebab sayur di sini sangat murah. Hanya sekitar  Rp8.000 hingga 10.000 an.

Pilihan lainnya, kamu bisa mencoba memasak semuanya sendiri. Mulai dari nasi, sayur matang dan juga lauk pauk. Tak perlu bingung dan takut over budget. Sebab informasi harga kebutuhan pokok bisa diupdate setiap hari dari situs pemkot Surabaya. 

Mulai dari harga kebutuhan pokok seperti: beras, susu, telur, daging, ikan, minyak goreng, mentega, sayur, garam, sampai harga kebutuhan toiletries seperti: sabun cuci , informasinya tersedia dan selalu up to date. Termasuk harga kebutuhan bahan bakar gas LPG dan air mineral kemasan galon.

4. Biaya kesehatan

Sebagai pendatang kamu tentu harus mengetahui layanan kesehatan apa saja yang tersedia di kota Surabaya. Sebab, dalam kondisi tertentu kamu dapat menderita sakit. Pemerintah kota Surabaya bahkan menyediakan layanan e-health sebagai jalur layanan pendaftaran pasien secara online lewat portal resmi pemkot Surabaya.

Layanan e-health dapat diakses dalam tiga bahasa.Yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Madura. Artinya, kamu tak perlu khawatir. Sebab, layanan e-health memiliki pilihan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia ditambah arahan operator yang membuat e-health menjadi terasa ramah bagi kamu para pengguna yang masih awam.

Selanjutnya, perkirakan biaya kesehatan yang harus kamu sisihkan setiap bulannya selama tinggal di kota Surabaya. Apabila kamu sering melakukan pemeriksaan gigi secara berkala atau mengalami masalah gigi misalnya, maka estimasi biaya tambal gigi di Surabaya sekitar Rp100.000 sampai Rp350.000-an. Paling tidak sisihkan Rp100.000 atau Rp200.000 per bulan.  

5. Biaya rekreasi 

Biaya rekreasi perlu kamu atur, agar kamu terhindar dari kesalahan mengatur gaji atau uang kiriman orang tua. Asal tahu saja, fasilitas taman kota tersedia di Surabaya bisa kamu gunakan sebagai tempat rekreasi dan mengerjakan tugas kuliah loh!

Banyak kok taman atau tempat di Surabaya yang bisa kamu datangi bareng teman atau keluarga  dengan gratis alias tanpa tiket masuk. Misalnya saja, di dua taman terkenal yang bernama taman apsari dan kebun bibit wonorejo. Cukup bayar parkir, kamu dan teman nongkrong atau keluargamu bisa menikmati semua fasilitas taman yang ada.

Walaupun begitu, ada saja mahasiswa yang tak ragu menghabiskan hampir Rp100 ribu perhari untuk sekedar ngopi dan nongkrong di kafe sambil mengerjakan tugas kuliah. Alasannya karena free wifi dan tempatnya yang nyaman dan instagram banget. Dengan gaya hidup seperti itu, dalam sebulan bisa menghabiskan uang sebanyak Rp3 jutaan hanya untuk nongkrong.

Diluar itu, masih ada mahasiswa atau pelajar dengan jatah Rp1.600.000,00 per bulan yang merasa jumlah tersebut terlalu mepet. Karena harus membayar berbagai  kebutuhan tugas kuliah seperti fotokopi, membeli buku, dan kegiatan organisasi kampus. Dengan kondisi demikian, nongkrong di kafe bareng teman sebaiknya dihindari.

Cara Mudah Mengatur Keuangan Supaya Tetap Cukup di Akhir Bulan

Salah satu hal yang paling menyenangkan dalam kehidupan adalah ketika kamu mendapat gaji atau upah. Bener apa bener banget? Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, uang kita terus berkurang. Dan biasanya di akhir bulan rekening menjadi kering alias habis tak bersisa. Berikut adalah beberapa cara untuk menyiasati uang kamu agar tidak segera habis di akhir bulan.

1. Investasi

Investasi bukan hanya milik pengusaha. Karyawan atau mahasiswa juga wajib investasi. Kamu bisa berinvestasi dalam hal apa saja. Misalnya membeli barang yang memiliki nilai tinggi, membeli buku atau kursus yang bisa meningkatkan skill berharga dan menambah nilai kamu saat mencari kerja.

2. Dana darurat atau tabungan

Di sini kamu wajib pilih salah satu. Bila gaji kamu lumayan banyak, menabunglah. Pisahkan rekening pribadi dan tabungan. Akan tetapi, bila gaji kamu mepet, kamu bisa menyiapkan dana darurat. Kalau bisa, ambil 10% dari upah atau gaji untuk masalah darurat yang semoga tidak melanda. Misalnya untuk biaya obat/sakit, reparasi benda-benda penting atau sumbangan.

Ingat, yang namanya dana darurat tidak boleh diambil kecuali dalam keadaan darurat. Lalu bagaimana kalau tidak ada hal darurat yang terjadi di bulan itu? Ya kamu bisa menyimpannya dan diakumulasi atau ditambah dengan gaji bulan berikutnya. Sehingga, kalau tidak ada hal darurat yang terjadi, maka alokasi dana kamu di sini akan semakin banyak. Kamu akan semakin siap menghadapi peristiwa darurat.

3. Membagi habis uang gaji

Tidak banyak yang tahu soal ini. Namun, menurut ahli keuangan Indonesia, uang gaji memang harus habis. Bukan berarti harus habis dibelanjakan. Namun harus habis dibagi. Misalnya begini. Ambil beberapa amplop, lalu tulis di atasnya kebutuhan kamu. Misalnya, makan, pulsa, sabun, kos, bensin, dll. Kamu juga bisa menggantinya dengan pekan 1, pekan 2, pekan 3 dan pekan 4.

Setelah itu masukkan uang ke dalam amplop, sesuai kebutuhan. Dan sekali lagi, uang harus habis dibagi. Tidak boleh ada uang sisa. Jangan lupa siapkan amplop bertuliskan tabungan atau dana darurat. Sekarang, kamu harus berdisiplin untuk tidak mengambil uang dari amplop yang salah. Misalnya beli makanan dari amplop pulsa. Ini tidak boleh. Kalau kamu melanggar, resikonya adalah boncos di akhir bulan!

Akhir Kata

Kota besar seperti Surabaya memang seperti itu. Hadir dengan segala kemegahan, kemudahan dan janji-janji manis. Dibalik itu semua, kota besar mengharuskan penghuninya untuk pintar. Salah satunya adalah pintar dalam mengatur keuangan.Tulisan pendek tentang biaya hidup di Surabaya ini diharapkan bisa memberikan gambaran kepada kamu yang akan hidup di kota itu. Akhirnya, terima kasih sudah membaca dan silahkan share ke medsos kamu!