Moneyfazz
Home » Berita Utama » Bisnis Sudah Bergeliat, Namun Ekspor dan Impor Tersendat

Bisnis Sudah Bergeliat, Namun Ekspor dan Impor Tersendat

Akibat virus covid-19 negara-negara di seluruh dunia harus menghadapi krisis kesehatan yang sangat dalam. Bahkan demi memutus rantai penyebaran, seluruh akses dibatasi hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Hal ini tentu saja mengorbankan sektor ekonomi utamanya terkait dengan penutupan jalur perdagangan darat, air maupun udara.

Memasuki akhir triwulan kedua 2020 beberapa negara sudah sukses menghentikan persebaran virus secara lokal dan kini sudah mulai lancar kembali aktivitasnya. Berbeda dengan negara-negara yang belum bisa lepas dari jerat corona, seperti Indonesia yang semakin hari masih tinggi jumlah kasusnya.

Namun pemerintah Indonesia tidak ingin larut berlama-lama dengan keadaan. Beberapa kebijakan segera dirancang khusus untuk menghadapi pandemi ini.

Kemudian new normal menjadi angin segar, kini walaupun masih dihantui dengan kondisi peningkatan kasus namun masyarakat bisa beraktivitas dengan aturan.

Hal ini juga memancing geliat perekonomian di dalam negeri, utamanya beberapa sektor industri kecil hingga besar yang harus tutup selama pandemi. Tentunya dengan bergeliatnya ekonomi dalam negeri juga memacu aliran dana dari para investor untuk masuk ke dalam negeri.

Namun bukan krisis namanya kalau bukan hambatan, walaupun sudah new normal beberapa bisnis masih mengalami kendala. Utamanya menyoal masih dibatasinya ekspor maupun impor.

Rilis data dari BPS nilai ekspor bulan Mei hanya mencapai $10,53 miliar dolar Amerika atau terkoreksi sebanyak 13,40% daripada data bulan April. Sedangkan secara total untuk tahun 2020 yaitu mulai dari Januari hingga Mei turun sebanyak 5,96%.

Turunnya nilai ekspor Indonesia ini merupakan akibat tidak samanya regulasi antar negara soal pembukaan akses perdagangan. Hal ini wajar karena sebagian negara belum siap atau memang masih tinggi kasus covid-19-nya.

Sedangkan akibat turunnya penerimaan negara dari tersendatnya ekspor maupun impor pembukaan new normal kali ini menjadi ajang untuk meraup keuntungan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi yang menaikkan bea barang yang masuk ke negara tersebut.

Tentunya regulasi semacam itu bisa menahan lebih lama geliat bisnis dalam negeri. Karena beberapa produk yang masuk list peningkatan bea masuk merupakan produk Indonesia. Dan demi kelancaran ekspor menteri perdagangan langsung bersikap untuk memperlancar kondisi ini.

Sedangkan kabar dalam negeri terkait ekspor dan impor yang tersendat, aktivitas bongkar muat peti kemas di tanjung priok masih terlihat lesu.

Hal ini diakibatkan perbedaan regulasi new normal di setiap negara tujuan ekspor maupun impor berbeda.

Sehingga aktivitas bisnis di dalam negeri juga ikut-ikutan tersendat kembali walau sudah beraktivitas.

Belum lagi soal kekhawatiran akibat gelombang kedua covid-19 bisa memperparah keadaan dan menggiring ekonomi dunia kembali ke awal saat pandemi ini masuk.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com