Moneyfazz
Home » Berita Utama » Bitcoin: Masih Tertahan di $10.000 Dan Terus Terkena Koreksi

Bitcoin: Masih Tertahan di $10.000 Dan Terus Terkena Koreksi

Investasi cryptocurrency seperti bitcoin sering menjadi safe haven manakala ekonomi pada kondisi yang tidak stabil dan menimbulkan ketidak percayaan untuk berposisi. Bitcoin sebagai mata uang digital menjanjikan transaksi tanpa keterkaitan kondisi ekonomi negara manapun dan menjadi investasi yang aman minim resiko.

Namun kenyataannya para investor mengalami tekanan psikis akibat banyaknya sentimen yang muncul akibat krisis ekonomi global akibat corona.

Pada pertengahan bulan Februari yang lalu sempat tembus ke harga 10 ribu Dolar Amerika lebih per 1 BTC. Kurs yang cukup fantastis mengingat pada bulan tersebut mulai mencuatnya kasus corona secara global.

Sering kali BTC dianggap mirip seperti emas namun dengan bentuk digital tanpa fisik. Dengan psikologi anggapan tersebut wajar apabila Bitcoin sering menjadi safe haven.

Buruknya sentimen yang tercipta akibat perdagangan antara dua negara adikuasa, Amerika dengan China membuat beberapa investor ragu melakukan investasi lebih jauh. Rata-Rata sepanjang Mei tercatat banyak sekali aksi penjualan yang mengakibatkan BTC tertahan di bawah angka 10 ribu Dolar Amerika.

Selain sentimen perang dagang ada beberapa stimulus selain dari sentimen yang menahan harga BTC melangkah lebih jauh.

Subsidi listrik untuk pelaku bisnis pertambangan bitcoin di China yang membuat biaya operasional menjadi menurun. Sehingga apabila harga BTC turun maka tidak akan terlalu membuat rugi.

Selanjutnya terkait sifat Bitcoin yang manakala semakin sering ditambang dan harganya semakin mahal maka akan semakin mudah juga enkripsi data hash yang digunakan.

Dilansir dari majalah forbes terkait bitcoin ini, yaitu masih akan mengalami koreksi yang cukup untuk menahan peningkatan harga bitcoin lebih lanjut. Karena pergerakan bitcoin tertahan batas garis resistance yang tercipta dari harga per tanggal 14 Februari lalu yaitu 10.393 Dolar Amerika per BTC.

Pada pergerakan selama sepekan ini perilaku bitcoin berpotensi alami penguatan. Namun hanya tertahan secara teknikal untuk melanjutkan penguatan pada bulan Mei dan awal Juni ini.

Sedangkan di Indonesia sendiri antusiasme investasi dengan memilih bitcoin sebagai aset masih mendapat respon yang kecil dari pelaku pasar dengan modal besar.

Pergerakan perubahan harga yang begitu cepat dengan hari libur yang minim membuat bitcoin menjadi aset dengan kategori penuh resiko.

Prediksi perjalanan bitcoin untuk menuju akhir Mei ini masih tetap akan terkendala kasus corona. Prediksi tersebut dikuatkan oleh tim forbes yang mengatakan bahwa bitcoin harus bersabar karena masih akan terus meluncur ke bawah diterjang sentimen pelaku pasar.

Selain itu harga Bitcoin yang tergolong tinggi dengan kurs saat ini yaitu Rp. 135.740.204 per BTC. Harga yang tinggi tersebut seringkali membuat pelaku investor dalam negeri menjadi ragu tingkat tinggi akibat investasi tanpa jaminan dalam jangka waktu panjang.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com