Moneyfazz
Home » Berita Utama » Buka Pasar Awal Juni, Saham Indonesia Langsung Menghijau

Buka Pasar Awal Juni, Saham Indonesia Langsung Menghijau

Saat ini kebijakan new normal di Indonesia sudah mulai diberlakukan mulai 1 Juni kemarin. Masuk fase I untuk masyarakat usia dibawah 40 tahun bisa beraktifitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pergerakan IHSG pada hari ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sentimen global yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini memang masih seputaran new normal dan perang dagang antara China dengan Amerika.

Kabar global seperti suntikan dana untuk pemulihan di eropa juga menjadi pengaruh untuk emiten di dalam negeri. Selain itu perkembang vaksin seperti rilis kabar yang dilakukan oleh China beberapa hari yang lalu juga menjadi sorotan.

Vaksin dari China ini diklaim ampuh 99% dapat mengatasi corona dan siap edar secara global pada akhir tahun. Namun publikasi secara resmi masih abu-abu, selain itu banyak pihak membandingkan dengan kejadian beberapa tahun lalu terkait hal yang sama.

Dimana banyak perusahaan obat-obat yang mengembangkan vaksin, terjerat kasus pemalsuan data hingga vaksin yang dibuat tidak memberikan efek yang efektif.

Namun kabar tersebut berhail mendongkrak saham emiten di Asia untuk menghijau pada hari ini. Dilansir dari data reuters Nikkei 225 Jepang naik 1,19%, Hang Sheng naik 1,11%, KOSPI naik 1,07%, KLSE naik 3,99%.

Sedangkan di dalam negeri ppelonggaran lockdown atau PSBB di beberapa wilayah yang tidak masuk kategori kritis untuk penyebaran corona pada hari ini sudah dimulai. Beberapa pekerja yang tidak terkena PHK sudah bisa bekerja secara normal kembali.

Hal ini secara langsung memutar roda perekonomian di Indonesia yang dipaksa tutup akibat pandemi corona. Walaupun tidak sepenuhnya berjalan namun ini memberikan sentimen yang baik untuk emiten saham di Indonesia.

Sentimen yang tercipta pada awal pemberlakuan new normal pasti memancing investor untuk kembali masuk. Hal ini bisa terus hingga pembukaan yang lebih lagi pada pekan depan.

Masuknya investor dengan kondisi yang seperti ini sangat  wajar dan lumrah, namun biasanya hanya untuk aset yang tidak terlalu beresiko atau ada penjaminnya. Seperti saham perbankan atau bisnis utama dan penting selama corona.

Sentimen dalam negeri maupun luar negeri pada hari ini memberikan angin segar terhadap IHSG untuk menguat hingga penutupan perdagangan sore ini.

Ditutup pada posisi level 4.847,51 hari ini, bila dibandingkan dengan penutupan pekan kemarin 4.941,41 berarti IHSG naik sebanyak 93,90 poin atau naik 1,98%. Sedangakan LQ45 naik tinggi sebanyak 3,26%.

Pada hari ini tercatat aksi beli dari transaksi investor asing tembus lebih dari Rp. 800 miliar. Cukup melegakan bila dibandingkan pada awal Mei kemarin yang sempat diwaranai aksi jual yang cukup tinggi.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com