Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Buka Pasar, Sentimen Dolar Bakal Hantam Rupiah Pekan Ini

Awali pekan pertengahan bulan Juni rupiah kembali harus bersiap dihantam dolar Amerika kembali. Walaupun sempat memberikan perlawan setelah anjlok ke level Rp. 14.200an per dolar versi reuters pada akhir pekan minggu yang lalu. Pekan ini rupiah sedikit bergairah kembali diperdagangkan pada level tertinggi Rp. 14.000  dan terendah Rp. 14.100-an.

Sentimen dari perekonomian Amerika sendiri saat ini greenback benar-benar perkasa melihat data historis selama sepekan pada indeks dolar. Kondisi ini dipengaruhi semenjak kebijakan the Fed yang menahan suku bunga Amerika tidak negatif. Hal ini menyebabkan keyakinan pasar bahwa aset-aset di Amerika akan aman.

Kemudian adalah bullishnya pasar spot dolar pasca kerusuhan di hampir seluruh Amerika membuat trend yang cukup panjang selama sepekan. Tren bullish ini menjadi rentetan pendongkrak dolar Amerika selama sepekan kemarin dan berimbas pada rupiah.

Secara politik saat ini Amerika sedang persiapan dan memulai kampanye jelang pemilu tahun 2020 yang bakal direncanakan pada bulan November mendatang. Hal ini secara psikologis memberikan sentimen penasaran pelaku pasar terkait siapa yang bakal menjadi presiden Amerika untuk 4 tahun mendatang.

Kemudian sentimen secara global, pandemi corona masih terus berlanjut dan vaksin masih belum ada kabar kelanjutan ataupun rilis publikasi vaksin baru.

Pelonggaran lockdown membawa beberapa sentimen untuk pasar selama bulan ini. Sentimen pertama berkaitan erat dengan bertambahnya jumlah kasus terkonfirmasi di dunia. Tak hanya itu Indonesia juga mencatatkan penambahan hingga menyentuh 1000 kasus lebih per hari.

Sentimen new normal terkait erat dengan mulai bergeraknya beberapa sektor bisnis yang sempat mati suri selama corona. Hal ini dapat dilihat walaupun beberapa mata uang turun sebagai safe haven, namun beberapa aset saham bisnis tetap fluktuatif terapresiasi.

Kondisi ini bisa menjadi pedang bermata dua ujar salah satu analis sekuritas dilansir dari detik finance, dimana new normal bisa menjadi pendongkrak atau pelongsor. Tergantung bagaimana progress pemerintah membuat protokol dan masyarakatnya.

Kondisi peningkatan kasus terkonfirmasi ini menurut beberapa ahli statistik masih pada tahap awalnya saja atau belum sampai puncaknya. New normal diperkirakan akan memberikan dampaknya pada pertengahan bulan Juli mendatang untuk Indonesia.

Hal ini lah yang menjadikan sentimen negatif terhadap aset rupiah maupun beberapa saham bisnis di Indonesia.

Rupiah setelah mencatatkan level Rp. 13.700-an langsung bearish, berbalik arah kembali pada level Rp. 14.200-an pada penutupan pekan kemarin.

Prediksi pergerakan rupiah pada perdagangan pekan ini masih seputar sentimen-sentimen tersebut. Sehingga diperkirakan rupiah akan terus fluktuatif pada level tertinggi 13.900 dan terendah Rp. 14.200.

Apabila terjadi tren kuat pada rupiah maka rupiah harus dihadapkan dengan garis resistance 100% di level Rp. 13.585.