Moneyfazz
Home ┬╗ Berita Utama ┬╗ BUMN Rangkul Pelaku Bisnis Lokal Lewat Pasar Digital

BUMN Rangkul Pelaku Bisnis Lokal Lewat Pasar Digital

Menteri BUMN, Erick Thohir pada Senin(16/5/2020) secara resmi melakukan kick off program PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) lewat aplikasi video conference, bertempat di Kementerian BUMN.

Adapun acara ini diikuti oleh Direktur Utama BUMN yang juga terlibat dalam program tersebut. Yaitu dari PT Telkom Indonesia (Persero) TBK yang dihadiri oleh Direktur Utama, Ririek Adriansyah dan Direktur Strategic Portfolio, Achmad Sugiarto.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan  Nota Kesepahaman secara digital oleh Direktur Utama sejumlah BUMN.

Hal ini merupakan upaya Kementerian BUMN untuk memperkuat pelaku ekonomi, khususnya untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Yaitu dalam menjalankan roda perekonomian dengan lebih memanfaatkan teknologi ICT.

Penandatanganan digital tersebut difasilitasi PERURI dan juga Privy.id yang merupakan karya anak bangsa dan juga  startup binaan anak usaha Telkom. 

Sementara itu, PaDi UMKM adalah sebuah platform digital yang mempertemukan pelaku usaha UMKM dengan BUMN. Tujuannya adalah untuk lebih mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja pada UMKM. 

Selain itu, untuk UMKM sendiri mempermudah dan lebih luas lagi untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Bagi Kementerian BUMN platform ini tentu membantu monitor belanja BUMN pada UMKM. 

Dalam PaDi UMKM ini, Telkom memiliki peran sebagai Data Centralized Agregator termasuk B2B PaDi UMKM. Lalu, 8 BUMN yakni PP, Waskita, Wika, Pupuk Indonesia, Pertamina, BRI, Pegadaian dan juga PNM akan bertindak sebagai Top Pilot untuk 8 kelompok kegiatan UMKM.

Termasuk pula Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan Community Development Center (CDC) di masing-masing BUMN.

Lalu ada tiga BUMN yang akan bertindak sebagai lembaga pembiayaan, yaitu BRI, Pegadaian dan PNM.

Erick Thohir juga menyampaikan, situasi pandemi Corona ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM. Hal ini jelas berbeda kondisinya pada tahun 1998, yang justru UMKM bisa bertahan. 

Hal ini membuat BUMN membantu sektor UMKM, untuk melakukan belanja hingga Rp14 Miliar yang diprioritaskan pada sektor UMKM.

“Dan saya yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM, serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,” ungkap Erick.

Adapun kontributor BUMN yang akan dimonitor melalui platform PaDi UMKM adalah info penjualan UMKM(gathering infoseller UMKM), enable e-commerce dengan berintegrasi pada marketplace, B2B Store, menerima data hasil e-procurement BUMN, dan juga lebih memudahkan monitoring kontribusi BUMN belanja di UMKM. 

Lalu juga melakukan monitoring penyaluran fasilitas permodalan/pembiayaan UMKM.

Direktur Utama Telkom, menyatakan Telkom akan memberikan komitmen penuh untuk menyukseskan program pemerintah khususnya Kementerian BUMN dalam mendigitalkan UMKM. 

Di Indonesia hingga saat ini terdapat tidak kurang dari 23 juta pelaku UMKM. Sedangkan yang bernaung di bawah 8 bawah BUMN sebanyak 17.000. Nantinya secara bertahap, diharapkan 17000 pelaku UMKM tersebut bisa bergabung di PaDi UMKM dan menjadi vendor BUMN. 

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com