Moneyfazz
Home » Investasi » Cara Menghitung Bunga Deposito, Ketahui Dulu Rumusnya

Cara Menghitung Bunga Deposito, Ketahui Dulu Rumusnya

Deposito adalah produk perbankan yang berbentuk simpanan, tetapi dengan bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa. Deposito juga tidak dapat sewaktu-waktu ditarik seperti halnya dana yang disimpan di rekening. Untuk memiliki deposito di bank, Anda pun harus mempersiapkan sejumlah dana minimal dengan nominal yang cukup besar, yaitu antara Rp8.000.000 hingga Rp10.000.000.

Meskipun tidak sefleksibel tabungan biasa, deposito juga menjadi salah satu pilihan karena bunganya yang relatif tinggi. Bayangkan saja, jika bunga tabungan biasa hanya sekitar 0.5% hingga 1.0%, bunga deposito bisa mencapai 5.0% hingga 7.25%. Dengan dana awal yang besar, bunga yang diterima tiap bulan atau pada saat jatuh tempo pun pasti lebih signifikan.

Faktor Yang Menentukan Hasil Deposito

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghitung bunga deposito di bank? Hal ini perlu Anda ketahui supaya tidak keliru mengetahui jumlah pendapatan yang akan diterima dari hasil deposito. Sebelumnya, Anda perlu tahu apa saja faktor apa saja yang menentukan besar hasil deposito tersebut.

Dana deposito

 

Dana minimal yang harus ditabung di deposito pada tiap bank berbeda-beda. Jumlahnya jauh lebih besar daripada setoran awal di tabungan biasa. Untuk BCA, misalnya, setoran untuk deposito adalah minimal sebesar Rp8.000.000. Ada pula bank yang menerapkan minimal Rp10.000.000. Artinya, Anda harus mempersiapkan uang sejumlah ini untuk memiliki deposito.

Akan tetapi, Anda pun diperbolehkan untuk menyetorkan lebih besar dari jumlah minimal tersebut. Bahkan, semakin besar dana yang disimpan, bunga yang diterapkan biasanya juga semakin tinggi. 

Jangka waktu deposito

 

Bagi Anda yang ingin menyimpan uang di deposito dan khawatir tidak bisa menariknya dalam waktu dekat, ada pilihan jangka waktu yang beragam. Umumnya, tiap bank menawarkan tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau 24 bulan. Nah, Anda terlebih dahulu dapat mempertimbangkan dengan matang jangka waktu yang diinginkan. Perlu diketahui, semakin lama jangka waktunya, bunga yang diterapkan biasanya semakin tinggi.

Jangka waktu yang paling aman adalah 1 bulan. Jadi, Anda dapat kembali menarik uang deposito pada tanggal yang sama dengan saat menyetornya di bulan depan. Meskipun biasanya bunga lebih rendah, setidaknya Anda terbebas dari denda karena harus menarik uang deposito di luar jangka waktu yang dipilih. Supaya tidak repot, Anda bisa memilih opsi automatic roll over (ARO) atau perpanjangan deposito otomatis.

Nah, bunga yang akan Anda dapatkan akan dihitung berdasarkan jangka waktu yang dipilih. Sebelumnya, rumus yang tersedia akan menghitung hasil deposito tiap bulan.

Bunga deposito

 

Seperti telah disebutkan, bunga deposito jauh lebih tinggi daripada bunga tabungan bank biasa. Namun, besar bunga ini dapat berubah setiap saat sesuai kondisi saat ini. Anda perlu mencari tahu besar bunga di tiap bank serta kecenderungannya sebelum memutuskan untuk melakukan investasi di deposito.

Ada beberapa faktor yang menentukan besar bunga deposito, yaitu bank yang menawarkan deposito, tenor waktu yang dipilih, dan jumlah dana di deposito. Nah, informasi inilah yang perlu dipahami terlebih dahulu.

Pajak penghasilan

 

Deposito dikenakan pajak penghasilan berdasarkan ketentuan dalam PP 131 Tahun 2000. Dalam ketentuan tersebut, besar pajak deposito adalah 20 persen. Namun, hal ini berlaku apabila dana deposito berjumlah lebih besar dari Rp7.500.000. Sementara itu, jika deposito lebih rendah dari jumlah itu, pajak penghasilan tidak perlu dihitung.

Cara Menghitung Bunga Deposito

 

Setelah mengetahui berbagai elemen tersebut, saatnya menghitung bunga deposito dengan rumus jumlah uang X jumlah hari dalam sebulan X bunga per tahun X pajak. Selanjutnya, hasil ini dibagi dengan jumlah hari dalam setahun.

Berikut contoh perhitungannya:

Sebagai contoh, jika jumlah uang deposito sebesar Rp10.000.000, jumlah hari dalam satu bulan 30 hari, bunga sebesar 5%, dan jumlah setelah dikurangi pajak sebesar 80%, maka hasilnya adalah: Rp10.000.000 X 30 X 5% X 80% :365 = Rp32.877 per bulan. Jika Anda memilih tenor waktu 3 bulan, maka hasil yang akan didapatkan pada akhir masa deposito adalah sebesar Rp32.877 X 3 bulan = Rp98.631. 

Hasil yang didapatkan ini jauh lebih besar daripada yang akan didapatkan dari tabungan biasa dengan jangka waktu penyimpanan yang sama dan saldo yang sama. Oleh karena itu, deposito menjadi salah satu alternatif yang sangat potensial bagi Anda yang memiliki dana tak terpakai.

Untuk mengoptimalkan hasil deposito, pahami ketentuan yang berlaku serta ambil langkah-langkah yang bijak saat menyimpan uang. Semakin besar dana yang disimpan, semakin besar pula hasil yang akan didapatkan. Nah, setelah mengetahui cara menghitung bunga deposito dan melihat manfaatnya, apakah Anda semakin tertarik untuk memiliki deposito? Selamat mencoba!

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com