Moneyfazz
cara menghitung bunga pinjaman
Home » Investasi » Cara Menghitung Bunga Pinjaman Berdasarkan Jenis-jenisnya

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Berdasarkan Jenis-jenisnya

Saat kamu ingin mengajukan pinjaman hal yang harus diperhatikan yaitu plafon yang disediakan dan besarnya angsuran. Besarnya angsuran tergantung dengan jumlah pinjaman dan bunga yang diberikan pihak Bank. Lalu, bagaimana bisa mengetahui besarnya angsurannya? Ada cara menghitung bunga pinjaman lengkap berdasarkan jenis-jenisnya.

Bunga bank sangat bermacam-macam dan tiap bunga juga berbeda. Jadi tidak bisa dipukul rata jumlah yang ditentukan pihak bank. Besarnya bunga tergantung jenis pinjamannya. Jika sudah diketahui jenisnya maka selanjutnya tinggal menghitungnya saja. Masih bingung? Yuk langsung ketahui caranya dengan melihat informasi di bawah ini!

Begini Cara Menghitung Bunga Pinjaman Berdasarkan Jenisnya

Secara garis besar jenis bunga pinjaman ada 3 tipe yaitu bunga flat, bunga efektif dan bunga anuitas. Besarnya bunga masing-masing jenis ini berbeda apalagi cara menghitungnya juga memiliki perbedaan. Cara menghitungnya mudah sekali selama kamu mengikuti stepnya dengan baik. Nah, di bawah ini adalah beberapa cara menghitung Bunga pinjaman.

1. Bunga Flat

Perhitungan besarnya bunga pinjaman yang termudah adalah bunga flat. Tipe bunga jenis sudah sering ditemukan terutama saat ingin mengajukan pinjaman baik untuk pinjaman uang, kredit kendaraan bermotor, kredit rumah dan kredit lainnya.

Saat kredit kendaraan bermotor biasanya akan diberikan sebuah brosur. Di brosur tersebut sudah lengkap dengan jenis motor, harga motor, tenor pinjaman dan besarnya angsuran yang harus dibayarkan ketika kamu hendak kredit motor. Nah, jenis angsuran seperti itu sudah dapat dipastikan cara hitungnya dengan flat atau rata.

Bunga flat dapat dihitung dengan cara membagi jumlah pinjaman dengan besarnya bunga lalu dikalikan dengan jangka waktu yang diambil. Jika sudah maka sudah ketemu besarnya bunga pinjaman kamu. Nah, untuk besarnya angsuran tinggal menambah besarnya bunga dengan hasil bagi dari jumlah pinjaman dan jangka waktu.

Jika sekedar mengetahui rumusnya sepertinya masih sedikit membingungkan cara perhitungan bunga flat ini. agar lebih jelas jelas langsung saja kamu bisa melihat contoh kasus sekaligus cara menghitungnya yang sangat mudah. Simak caranya di bawah ini!

Contoh Cara Menghitung Besarnya Angsuran Bunga Flat

Ahmad Taulani mengajukan KTA sebesar Rp240.000.000 dengan jangka waktu kredit yang diambil selama 24 bulan. Kemudian dari pinjaman tersebut dikenakan bunga pinjaman 10% per tahun secara flat. Lalu, berapa besarnya angsuran per bulan dari pinjaman Ahmad Taulani tersebut?

Data:

Pokok pinjaman: Rp240.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 24 bulan

Cicilan pokok:

Rp 240.000.000 : 24 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga:

(Rp240.000.000 x 10%) : 24 bulan = Rp1.000.000

Angsuran per bulan:

Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Jadi, sudah dapat diketahui bahwa besarnya pinjaman yang harus dibayarkan sebesar Rp11.000.000. Nilai angsuran ini bersifat tetap dan tidak akan pernah mengalami perubahan sampai akhir jangka waktu pinjaman karena termasuk jenis bunga flat.

2. Bunga Efektif

Berikutnya kamu akan mencoba menghitung jenis bunga efektif. Bunga efektif seringkali disebut juga dengan nama sliding rate. Bunga jenis biasa digunakan bagi peminjam yang mengambil tenor dengan jangka waktu yang panjang. Contohnya KPA atau kredit pemilikan apartemen dan KPR atau kredit pemilikan rumah.

Bunga efektif sering diberlakukan bagi peminjam yang mengambil jangka waktu panjang. Dengan jangka waktu yang panjang bisa membuatmu lebih santai dan tidak terburu-buru dalam melunasi pinjaman. Hal ini menjadikan bunga efektif nilainya sangat rendah. Jadi sangat cocok untuk pinjaman jangka panjang.

Keuntungan mengambil pinjaman dalam jangka waktu panjang ini selain dapat bunga efektif juga besarnya angsuran tiap bulan semakin menurun. Kok bisa begitu? Iya, karena besarnya pinjaman dibayarkan berdasarkan jumlah sisa pinjaman yang kamu miliki. Tentu tiap bulan kamu sudah membayarkan pokok pinjaman. Secara tidak langsung pinjaman jadi berkurang.

Contoh Cara Menghitung Besarnya Angsuran Bunga Efektif

Jika pada bunga flat perhitungan bunga dihitung sekali di awal dan bisa mengetahui besarnya angsuran tiap bulan. Berbeda halnya dengan bunga efektif yang mengharuskan menghitung tiap bulan. Perhitungan ini dilakukan tiap bulan karena besarnya pokok pinjaman mengalami pengurangan. Agar kamu lebih bisa memahaminya, yuk perhatikan contoh di bawah ini!

Sri Wulandari mengajukan kredit pemilikan apartemen sebesar Rp240.000.000 dan jangka waktu kredit tersebut selama 24 bulan, untuk bunganya sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapakah angsuran kredit kepemilikan apartemen Sri Wulandari per bulan?

Data:

Pokok pinjaman: Rp240.000.000

Bunga per tahun: 10%

Tenor pinjaman: 24 bulan

Cicilan pokok:

Rp240.000.000 : 24 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga bulan 1:

((Rp240.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp 1.000.000

Maka, cicilan bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Bunga bulan 2:

((Rp240.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp958.333

Maka, cicilan bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp958.333 = Rp10.958.333

Bunga bulan 3:

((Rp240.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp916.666

Maka, cicilan bulan 3 = Rp10.000.000 + Rp916.666 = Rp10.916.666

Dan seterusnya, hingga …

Bunga bulan 24:

((Rp240.000.000 – ((24-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 24 = Rp239.041

Maka, cicilan bulan 24 = Rp10.000.000 + Rp239.041 = Rp10.239.041

Dari contoh di atas sudah terlihat dengan jelas bahwa besarnya angsuran mengalami penurunan setiap bulan. Kesimpulannya bunga efektif ini bisa membuat jumlah cicilan kamu semakin berkurang setiap bulan berdasarkan sisa dari pokok pinjaman.

3. Bunga Anuitas

Bunga Anuitas adalah jenis bunga yang cara menghitung berasal dari modifikasi perhitungan bunga efektif. Namun yang membedakannya keduanya terletak pada besarnya angsuran setiap bulannya.

Jika bunga efektif besarnya cicilan dihitung dari jumlah pinjaman dibagi dengan jangka waktu, berbeda dengan jenis bunga anuitas yang perolehan cicilan pokok dihitung dari total angsuran yang sudah ditetapkan dikurangi dengan hasil bunga anuitas. Berikut cara menghitungnya:

Contoh Cara Menghitung Besarnya Angsuran Bunga Anuitas

Siti Sudaryati mengajukan pinjaman sebesar Rp5.000.000 dan untuk jangka waktunya 3 bulan. Besarnya bunga per tahun adalah 1% secara anuitas. Berapakah angsuran Siti Sudaryati per bulan?

Jumlah Angsuran yang telah ditetapkan:

= Rp5.000.000 x 1% x 1(1-(1/((1+1%)˄6)))

= 862.742

Perhitungan Bunga:

Bunga ke 1:

= Saldo ke-1 x Suku Bunga

=Rp5.000.000X1%

=Rp50.000

Bunga ke 2:

= Saldo ke-1 x Suku Bunga

=Rp4.187.258 x 1%

=Rp41.873

Bunga ke 3

= Saldo ke-1 x Suku Bunga

=Rp3.366.389 x 1%

=Rp33.664

Untuk besarnya angsuran pokok dapat diketahui:

Pokok ke 1

= Plafond x suku bunga x 1(1-(1/((1+suku bunga)˄jangka waktu)))- Angsuran Bunga ke 1

= Rp862.742 – Rp50.000

= Rp812.742

Pokok ke 2

= Plafond x suku bunga x 1(1-(1/((1+suku bunga)˄jangka waktu)))- Angsuran Bunga ke 2

= Rp862.742 – Rp41.873

= Rp820.869

Pokok ke 3

= Plafond x suku bunga x 1(1-(1/((1+suku bunga)˄jangka waktu)))- Angsuran Bunga ke 2

= Rp862.742 – Rp33.664

= Rp829.074

Jika melihat dari perhitungan bunga dan besarnya pokok tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk angsuran awal pembayaran kamu lebih banyak pada bunga. Sedangkan pada akhir angsuran lebih banyak pada pembayaran pokok.

Dengan mengetahui cara menghitung bunga pinjaman berdasarkan jenisnya di atas kamu jadi lebih bisa mengatur uang harianmu. Selain itu kamu bisa menyesuaikan sendiri mana yang lebih tepat jenis pinjaman yang ingin kamu ambil.Informasi yang bagus ini sayang jika hanya kamu ketahui sendiri. Share yuk ke medsos kamu agar teman, sahabat dan orang lain bisa menghitung juga besarnya pinjaman sebelum mengajukan ke Bank.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com