Moneyfazz
Home » Pajak » Cara Menghitung PPh 23 dan Contoh Hitungannya Termudah

Cara Menghitung PPh 23 dan Contoh Hitungannya Termudah

Salah satu jenis pajak penghasilan yang sering kali dibayarkan adalah pajak penghasilan 23 atau lebih dikenal dengan PPh 23. 

Sudah tahukah Anda bagaimana cara menghitung PPh 23 dan contoh hitungannya?

Menghitung PPh 23 tidak sama dengan PPh 21 atau yang lainnya, cara menghitungnya lebih mudah. Namun, Anda juga perlu jeli apakah pendapatan yang Anda dapatkan harus dipotong PPh 23 atau tidak. Semua tentang PPh 23 akan dibahas secara rinci dan jelas hanya disini.

Penghasilan Kena Pajak PPh 23

Pajak penghasilan 23 atau PPh 23 merupakan pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh orang yang mendapatkan penghasilan dari modal, jasa, ataupun hadiah. PPh 23 berbeda dengan PPh 21 yang setiap bulannya dipotongkan berdasarkan gaji yang diterima.

Pajak PPh 23 ini dibayarkan ketika seseorang mendapatkan pembayaran atas jasa yang diberikan. Secara umum ada 6 objek penghasilan yang dikenakan PPh 23, yaitu:

  1. Deviden

Deviden adalah keuntungan yang didapatkan oleh para pemegang saham dari saham yang dimilikinya. Seorang pemegang saham yang mendapatkan keuntungan wajib membayar PPh 23 sesuai dengan tarif yang berlaku.

  1. Bunga

Bunga yang didapatkan dari deposito maupun penyimpanan lainnya juga bisa dikenakan PPh 23 jika sudah memenuhi syarat. Biasanya penghitungan pajak atas bunga ini sudah dilakukan secara otomatis dari pihak bank

  1. Royalti

Siapapun yang mendapatkan royalti wajib untuk membayarkan pajak PPh 23 sesuai dengan ketentuan. Semua pendapatan yang berasal dari royalti baik film, musik, buku, dan lainnya wajib membayar pajak PPh 23.

  1. Hadiah

Jika Anda menerima hadiah ataupun penghargaan dan bonus maka Anda wajib untuk membayar PPh 23. Dengan catatan bahwa hadiah atau bonus yang diterima bukanlah dari orang pribadi. Misalnya saja Anda mendapatkan hadiah dari undian suatu perusahaan maka Anda wajib membayar pajak penghasilan ini.

  1. Sewa

Objek pajak PPh 23 yang selanjutnya adalah penghasilan dari sewa atau penggunaan harta sejenisnya. Namun PPh 23 tidak berlaku pada sewa bangunan ataupun tanah dan properti lainnya.

  1. Imbalan Jasa

Pajak penghasilan mengenai usaha jasa sebenarnya ada juga yang masuk dalam PPh 21. Pengusaha jasa yang diwajibkan untuk membayar PPh 23 yaitu pada pengusaha jasa teknik, arsitektur, konstruksi, dan konsultan. Tidak hanya itu jasa manajemen juga termasuk objek dari PPh 23 ini.

Cara Pembayaran Pajak PPh 23

Jika PPh 21 langsung dipotongkan pada gaji lalu bagaimana untuk membayar PPh 23 ini? Pajak PPh 23 ini terjadi jika ada transaksi antara pemberi jasa dan penerima jasa. Penerima jasa bertindak sebagai yang memberikan penghasilan sedangkan pemberi jasa adalah penerima penghasilan.

PPh 23 ini dipotongkan langsung oleh pemberi jasa kepada penerima penghasilan atau pemberi jasa. Pihak pemotong harus membayarkan PPh 23 ini terlebih dahulu sebelum memberikan bukti potong.

Bukti potong PPh 23 ini sangat penting bagi penerima penghasilan. Hal ini dikarenakan bukti ini adalah sebagai tanda bahwa PPh 23 sudah dibayarkan.

Untuk membayar PPh 23 bisa dilakukan secara online dengan kode billing yang bisa dibuat secara online. Pembayaran PPh 23 ini dilakukan maksimal tanggal 10 di bulan berikutnya setelah menerima penghasilan. Misalnya penghasilan diberikan pada bulan Juni maka maksimal dibayarkan pada tanggal 10 bulan Juli.

Tidak hanya membayarkan saja, pihak pemotong juga harus melaporkan pembayarannya. Untuk pelaporan PPh 23 bisa dilakukan maksimal pada tanggal 20 di bulan berikutnya. Laporan ini bisa dilakukan secara online tanpa Anda harus datang langsung ke kantor pajak.

Nantinya pihak yang terkena potongan PPh 23 akan mendapatkan bukti pemotongan berupa slip A1. Bukti potong ini tidak hanya diberikan kepada pihak penerima penghasilan saja tapi juga dirjen pajak. Penyampaian bukti potong ini bisa dilakukan secara online.

Pembayaran PPh 23 ini bisa terjadi setiap bulan ataupun sesuai dengan pembayaran yang dilakukan. Besaran tarif PPh 23 ini juga berbeda-beda sesuai dengan objeknya, basahan ini akan dibahas lebih lanjut disini.

Tarif dan Contoh Penghitungan Pajak PPh 23

Besaran tarif pajak PPh 23 ini dibagi menjadi menjadi 3 golongan yaitu tarif 2%, 15%, dan tarif untuk yang belum mempunyai NPWP. Penjelasan lengkap mengenai tarif ini yaitu:

  1. Tarif PPh 23 2%

Penghitungan PPh 23 yang terkena tarif 2% adalah pendapatan atas sewa dan imbalan atas jasa yang diberikan. Semua penghasilan yang didapatkan dari sewa harus dipotong PPh 23 sebesar 2% kecuali sewa tanah dan bangunan.

Cara penghitungan PPh 23 ini sangat sederhana yaitu semua penghasilan kotor dikalikan dengan 2%. Sebagai contoh misalkan Endi menyewakan mesin dan mendapatkan penghasilan 10 juta rupiah. Maka Anda harus membayar PPh 23 sebesar 200 ribu rupiah.

Pemotong yang harus membayarkan terlebih dahulu adalah pihak yang menyewa mesin Endi. sedangkan Endi nantinya akan mendapatkan bukti pemotongan dari PPh 23 yang sudah dibayarkan.

Penghasilan yang diterima atas jasa teknik, akuntan, perancang, hukum, dan berbagai jenis jasa lainnya juga dikenakan PPh 23 sebesar 2%. Misalnya saja Anda adalah seorang konsultan keuangan dan mendapatkan pembayaran dari klien sebesar 15 juta rupiah, PPh 23 yang dibayarkan adalah 300 ribu rupiah.

Pemotongan PPh 23 ini langsung dipotongkan bersama pembayaran yang akan diterima. Jadi penghasilan Anda yang tadinya 15 juta harus dikurangi sebesar 300 ribu. Anda tidak perlu lapor PPh 23 tapi yang perlu melaporkan adalah klien Anda.

  1. Tarif PPh 23 15%

Tarif PPh 23 sebesar 15% berlaku untuk orang yang mendapatkan deviden, hadiah, dan royalti. Besaran tarif pajak ini memang lebih besar sesuai dengan peraturan pajak yang ada di dalam UU nomor 36 2008 pasal 4. 

Di dalam undang-undag ini juga dijelaskan bahwa pemegang polis asuransi dan orang yang mendapatkan bagi hasil koperasi wajib membayar PPh 23. Pembayaran PPh 23 atas dividen yang diterima dilakukan setelah pemegang saham menerima keuntungan setiap bulannya.

Pihak yang memotong PPh 23 untuk dividen adalah perusahaan yang bersangkutan dan buktinya harus diberikan kepada pemegang saham. Para penerima royalti juga wajib membayar PPh 23 sebesar 15% sesuai dengan pembayaran royalti yang diterimanya.

Sebagai contoh Arni adalah seorang musisi dan dia mendapatkan royalti atas lagu yang dibuatnya sebesar 7,5 juta rupiah. Pembayaran royalti ini harus dipotong PPH 23 sebesar 15%. Jadi royalti yang akan diterima hanya sebesar Rp 6.375.000,- Arni nantinya akan mendapatkan bukti potong PPh 23 ini.

Contoh lainnya adalah jika Anda mendapatkan deviden atau keuntungan saham sebesar 300 juta rupiah maka potongan PPh 23 nya adalah 45 juta. Jadi dividen bersih yang akan Anda dapatkan sebesar 255 juta rupiah.

Begitu juga jika Anda mendapatkan hadiah sebesar 10 juta rupiah dari sebuah perusahaan, maka Anda harus membayar PPh 23. Besarnya PPh 23 yang dibayarkan adalah 1,5 juta rupiah. Jadi hadiah yang akan Anda dapatkan 8,5 juta rupiah.

  1. Tarif PPh 23 Tanpa Menggunakan NPWP

Taris 2% dan 15% seperti yang sudah dijelaskan diatas hanya berlaku untuk yang sudah mempunyai NPWP. Tarif PPh 23 tanpa NPWP lebih mahal yaitu dikalikan 100% dari pajak yang seharusnya dibayarkan.

Misalnya saja Anda mendapatkan penghasilan dari sewa sebanyak 15 juta rupiah dan Anda tidak mempunyai NPWP. PPh 23 yang harus Anda bayarkan adalah sebesar 600 ribu rupiah. Jika Anda mempunyai NPWP tarif pajaknya hanya 300 ribu rupiah saja.

Begitu juga jika Anda seorang penulis tapi belum mempunyai NPWP dan mendapatkan royalti maka PPH 23 nya dikalikan 100%. Misalnya royalti yang Anda dapatkan dari buku Anda adalah 10 juta rupiah maka PPh 23 yang harus dibayarkan adalah 3 juta rupiah.

Tarif dari PPh 23 tanpa NPWP ini memang cukup mahal karena Anda harus membayar 2 kali lipatnya. Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini ada baiknya Anda membuat NPWP. Untuk membuat NPWP ini bisa dilakukan secara online dan tanpa biaya.Bagaimana mudah bukan cara menghitung PPh 23 dan contoh hitungannya ini? Anda harus paham mengenai PPh 23 karena banyak sekali jenis penghasilan yang dijadikan objek di PPh 23. Hitung dan melaporkan pajak tepat waktu untuk membantu pemerintah membangun sarana dan prasarana umum.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com