Moneyfazz
Home » Istilah Finansial » Mengenal Istilah Demonetisasi dan Contohnya

Mengenal Istilah Demonetisasi dan Contohnya

Pernah mendengar istilah demonetisasi atau demonetization? Istilah ini semakin familiar di kalangan anak muda terutama youtuber karena beberapa bulan yang lalu, youtube melakukan demonetization terkait corona. Agar Anda tahu lebih jelasnya, simak informasi berikut.

Pengertian Istilah Demonetisasi

Jika merujuk pada kamus besar, pengertian demonetisasi secara garis besar adalah penarikan atau penghapusan fungsi standar alat pembayaran tertentu dan moneter. Jadi dapat disimpulkan jika demonetization juga bisa berarti tindakan untuk melepaskan unit mata uang sehingga tidak sah.

Tindakan tersebut terjadi ketika ada perubahan mata uang nasional. Mata uang dalam bentuk yang lama akan ditarik dan tidak bisa digunakan. Kemudian diganti dengan mata uang yang baru yang berbentuk kertas ataupun koin.

Tindakan yang berlawanan dengan remonetisasi ini termasuk intervensi drastis di dunia ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena mempengaruhi media pertukaran untuk transaksi yang dilakukan dan berakibat secara langsung.

Dengan kata lain, demonetization bisa berakibat baik namun juga berakibat buruk untuk perekonomian. Karena hal tersebutlah, sebelum melakukan demonetization, harus ada pertimbangan agar tidak berdampak buruk terutama kestabilan ekonomi nasional.

Demonetisasi dari Berbagai Negara

Demonetisasi sendiri sudah dilakukan di banyak negara, termasuk di Indonesia dengan penarikan rupiah per 5 tahunan. Beberapa contoh demonetisasi yang pernah dilakukan, diantaranya adalah:

  1. Amerika Serikat (1873)

Kala itu, The Coinage Act melakukan demonetization untuk memerangi inflasi atau menstabilkan nilai mata uang dengan demonetization perak. Caranya dengan menghentikan keping ½, 2 dan 3 sen.

Alhasil AS kemudian mengadopsi standar emas agar inflasi karena deposit perak baru di Amerika Barat. Namun, tahun 1878, Bland-Alison Act mengubah perak untuk kembali jadi alat pembayaran sah karena resensi dan tekanan politik.

  1. Zimbabwe (2015)

Zimbabwe melakukan demonetisasi terhadap dolar untuk memerangi hiperinflasi. Tindakan tersebut memperkuat dolar Amerika, Afrika Selatan rand dan Botswana pula untuk alat pembayaran sah agar ekonomi lebih stabil.

  1. Negara Uni Eropa (2002)

Negara-negara di Uni Eropa menggunakan euro sebagai mata uang. Akibatnya, mata uang seperti French franc, German mark, Italian lira harus didemonetisasikan. Tujuannya adalah untuk perdagangan atau untuk membentuk serikat mata uang.

  1. India (2016)

Pemerintahan India memutuskan untuk melakukan demonetization terhadap uang kertas 500 dan 1000 rupee untuk memerangi tindak kejahatan dan korupsi. Tepatnya tanggal 8 November 2016, Narendra Modi (PM India) mengumumkan 500 dan 1000 rupee tidak berlaku. Kemudian uang kertas 500 dan 2000 diperkenalkan.

Walaupun tujuannya memberantas korupsi, namun tak dipungkiri jika demonetization di India ini mengakibatkan berbagai kekacauan yang mengakibatkan nilai tukar rupee menurun. Kekacauan atau kerugian karena demonetization di India yaitu:

  • Penyesuaian ATM karena ukuran dan ketebalan.
  • Bank sentral India harus mengeluarkan uang yang tak sedikit.
  • Pekerja harian yang tak menerima upah.
  • Kesulitan untuk transaksi dengan kartu karena tidak ada akses.
  • Potensi timbulnya fraud baru.

Demonetization Youtube

Demonetization ternyata tidak hanya diberlakukan dalam suatu wilayah atau negara, namun juga di media sosial seperti Youtube. Seperti yang dikabarkan pada Maret 2020, demonetisasi konten youtube dilakukan jika Anda membahas mengenai virus corona. Pihak youtube mengatakan bahwa topik tersebut dianggap sebagai topic yang sensitif.

Hal tersebut tentunya diprotes oleh banyak pihak. Akan tetapi, youtube kemudian menyetujui untuk pengaktifan iklan untuk youtube yang membahas mengenai Covid-19. Dengan kata lain, Anda diperkenankan untuk memonetisasi video dengan cara mengaktifkan iklan.

Itulah pengertian dari istilah demonetisasi yang perlu Anda tahu. Dengan informasi tersebut, semoga Anda semakin mengerti mengenai istilah di bidang ekonomi sehingga bisa membantu Anda.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com