Moneyfazz
Home » Berita Utama » Didongkrak Morgan Stanley, Bakal Jadi Sentimen Baru Rupiah

Didongkrak Morgan Stanley, Bakal Jadi Sentimen Baru Rupiah

Menjadi salah satu bank ternama di Amerika membuat ulasan-ulasan dari Morgan Stanley bisa menjadi penggerak arah pasar. Kali ini Morgan Stanley dalam salah satu publikasinya memberikan angin segar terhadap value rupiah di mata asing.

Kondisi rupiah dalam beberapa hari ke belakang memang nampak lesu setelah terkena sentimen covid-19 gelombang kedua. Secara sentimen pekan ini rupiah belum terlihat perkasa dan nampak loyo berada pada dekat level Rp. 14.000.

Dan pada hari ini Morgan Stanley memberikan sentimen ke arah pasar untuk mempercayai pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Morgan Stanley dalam publikasinya merilis data terkait dengan negara-negara dengan bunga riil yang tinggi. Dan Indonesia masuk daftar negara tersebut dengan suku bunga riil terdapat pada level 2,31%.

Selain hal tersebut Morgan Stanley meningkatkan level dari underweight menjadi overweight untuk aset-aset yang ada di Indonesia.

Dalam pernyataan resmi dari pihak Morgan Stanley menyatakan bahwa peningkatan status aset untuk Indonesia juga diberikan kepada negara lainnya yang masuk kriteria. Negara-negara tersebut seperti Yunani, Singapura, China, Brasil, dan India.

Kriteria yang memasukkan Indonesia ke dalam list tersebut adalah berdasarkan nilai GDP Indonesia yang cukup tinggi yaitu pada triwulan I naik 2,97%. Padahal Indonesia lumayan terdampak oleh corona. Sehingga dengan naiknya GDP tersebut rupiah ikut kecipratan angin segar.

Kemudian Morgan Stanley juga memberikan tips terkait dengan aset-aset selain valas yang mungkin menguntungkan investor apabila meminati aset Tanah Air.

Morgan Stanley menyarankan untuk memilih saham dari aset yang memiliki sirkulasi yang cukup bagus setelah pandemi ini. Selain itu aset tersebut juga harus memiliki pasar dalam negeri yang kuat untuk mendorong bisnisnya meningkat setelah pandemi.

Sebagai contoh saham sektoral yang bisa jadi incaran mengikuti saran Morgan Stanley yaitu seperti saham konsumsi serta saham dan saham otomotif. Hal ini berdasarkan keyakinan dimana sektor-sektor ini akan pulih setelah pandemi ini berakhir.

Dan BEI mencatatkan aksi net buy oleh asing di beberapa saham utamanya pada sektor tersebut setelah pernyataan Morgan Stanley dipublikasikan.

Terdongkraknya aset-aset dalam negeri semakin memperbesar keran untuk modal yang masuk. Dan Juga akan sedikit banyak juga akan mendorong rupiah.

Imbas daripada sentimen ini secara langsung mampu mendorong penguatan rupiah. Tercatat pada perdagangan pagi rupiah langsung naik pada level harga tipis diatas Rp. 14.000.

Walaupun sebenarnya bukan sentimen yang berefek jangka panjang untuk mendongkrak rupiah. Namun rilis ini bakal membuat aset-aset dalam negeri terlihat lebih valuable dan menarik masuk modal Asing ke dalam negeri.

Dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gubernur BI terkait aliran modal masuk juga akan memiliki imbas pada pergerakan rupiah selanjutnya.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com