Moneyfazz
Home » Ekonomi » Dirham Adalah? Alternatif Investasi Bebas Inflasi

Dirham Adalah? Alternatif Investasi Bebas Inflasi

Jika mendengar istilah investasi logam mulia, yang terlintas di benak kebanyakan orang adalah emas, terutama batangan atau koin. Selain itu sebenarnya ada instrumen investasi logam mulia lainnya, yaitu dirham dan dinar. Dirham adalah koin perak yang juga dapat digunakan dalam transaksi syariah. Berikut ulasannya.

Mengenal Dirham dan Dinar

Instrumen investasi alternative ini semakin banyak diminati oleh investor di Tanah Air. Perbedaan dirham dan dinar adalah pada material pembuatnya. Dinar merupakan koin emas seberat  1/7 troy ounce atau diistilahkan dengan 1 mitsqal. Di Tanah Air, kepingan logam emas itu dinilai setara dengan emas seberat 2,25 gram dan 22 karat.

Sementara dirham dibuat dari material logam perak yang beratnya 1 mitsqal atau sama dengan 1/10 troy ounce. Nilai tersebut sama dengan 2,975 gram perak.

Baik dirham atau dinar berfungsi sebagai alat tukar terutama dalam sistem perdagangan islami serta salah satu opsi instrumen investasi.

Sejak berabad-abad lampau dinar dan dirham telah digunakan sebagai perangkat perdagangan resmi di Timur Tengah dan negara-negara Arab. Konon kedua alat tukar tersebut bahkan sudah ada sejak masa Khalifah Umar bin Khattab.

Dirham dan dinar mempunyai nilai yang paling stabil dibandingkan alat tukar lainnya dan inilah alasannya sehingga direkomendasikan sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan.

Logam dinar dan dirham dalam Islam boleh dipergunakan untuk mahar pernikahan serta pembayaran zakat.

Jika ingin mendapatkan koin dinar dan dirham di Indonesia, Anda bisa membelinya pada PT Antam (Aneka Tambang). Jadi selain memproduksi emas batangan, PT Antam juga membuat koin-koin dinar serta dirham.

Berbagai Jenis Dirham dan Dinar

Siapa pun boleh membeli koin emas perak dan emas ini sesuai kebutuhan. PT Antam menyediakan beberapa tipe dirham dan dinar bagi konsumen. Berikut daftarnya.

Koin Dinar

PT Aneka Tambang membuat dua tipe koin emas dinar yang disebut dinar Au dan dinar FG. Inilah spesifikasinya.

 

  • Dinar Au

 

Au adalah kependekan dari aurum yang merupakan terjemahan bahasa Latin dari kata “emas”. Kandungan emasnya adalah 22 karat atau mencapai 91,7%. Desainnya bergambar Masjidil Haram pada bagian depan, sementara di bagian belakangnya bertuliskan kaligrafi dua kalimat Syahadat.

Ada 5 tipe koin dinar Au, yaitu:

  1. Koin 1/4 dinar Au berdiameter 15 mm dengan berat 1.06 gram
  2. Koin 1/2 berdiameter 20 mm dengan berat 2.13 gram
  3. koin 1 dinar Au berdiameter 23 mm dengan berat 4,25 gram
  4. Koin 2 dinar Au berdiameter 26 mm dengan berat 8.50 gram
  5. koin 4 dinar Au berdiameter 29 mm dengan berat 17.0 gram

 

  • Dinar FG

 

FG adalah singkatan dari fine gold yang menunjukkan bahwa kandungan emas pada koin ini mencapai 24 karat atau 99,99% alias emas murni. Desain koin FG lebih simple dibandingkan dinar Au, yaitu hanya tercetak logo Logam Mulia plus tulisan Fine Gold.

Ada 4 tipe koin dinar FG, yaitu:

  1. Koin 1/4 dinar FG berdiameter 15 mm dengan berat 1.06 gram
  2. Koin 1/2 berdiameter 20 mm dengan berat 2.13 gram
  3. Koin 1 dinar FG berdiameter 23 mm dengan berat 4,25 gram
  4. Koin 2 dinar FG berdiameter 26 mm dengan berat 8.50 gram.

Koin Dirham Perak

Untuk koin dirham perak atau disebut dirham Ag, dibuat dengan kadar perak mencapai 99,95%. Ag sendiri artinya adalah argentum, yaitu bahasa Latin untuk kata perak. Berbeda dengan koin dinar emas yang terdiri dari banyak tipe, untuk dirham perak hanya ada 2 tipe, yaitu:

  1. Koin 1 dirham berdiameter 25 mm dengan berat 2,975 gram
  2. Koin 5 dirham berdiameter 27 mm dengan berat 14,875 gram

Kedua koin perak ini berdesain sama, yaitu bagian depan bergambar Masjid al Aqsa, sementara di bagian belakang ada dua kalimat Syahadat.

Berinvestasi Dalam Dirham dan Dinar

Alasan saat ini semakin banyak orang yang melirik investasi dirham dan dinar adalah karena terhitung menguntungkan. Koin perak dan emas tersebut cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan proyeksi jangka panjang karena nilainya akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Selain itu koin perak dan emas ini juga sangat likuid sehingga kapan pun dapat dijual untuk mendapatkan dana segar. Dengan memilih model investasi ini, berikut beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Bebas inflasi

Dibandingkan menyimpan dana dalam bentuk tabungan atau deposito, investasi logam mulia dinilai lebih menguntungkan, termasuk dirham dan dinar. Alasannya karena nilainya lebih stabil dan aman dari inflasi yang sering memicu guncangan dalam perekonomian global.

Jika nilai uang bisa menyusut seiring perjalanan waktu, nilai logam mulia justru semakin meningkat. Inilah sebabnya logam mulia adalah alat penyimpan kekayaan dan bentuk investasi yang paling direkomendasikan.

Investasi yang aman

Walaupun belum seterkenal logam mulia berbentuk batangan atau perhiasan, tetapi Anda patut mempertimbangkan model investasi ini. Salah satunya karena keamanannya, mengingat proses pembuatannya dengan standarisasi ketat PT Antam. 

Ini mulai dari aktivitas pengolahan bahan, sampai proses cetak dalam bentuk kepingan koin.

Bahan dasar pembuatan dirham dan dinar adalah logam mulia sehingga tidak gampang rusak. Emas atau perak juga tak mengalami penyusutan walaupun terendam atau bahkan terbakar. Walaupun dapat meleleh pada suhu yang sangat tinggi, tetapi logam tersebut dapat kembali ditempa dan dibentuk.

Terstandar dan tersertifikasi

Koin emas dan perak produksi PT Antam telah mengantongi sertifikat ISO 17025 yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), serta London Bullion Market Association (LBMA). 

Untuk standarisasi dirham dan dinar umumnya diterbitkan oleh organisasi perdagangan syariah dunia yaitu World Islamic Trade Organization (WITO).

Alat tukar global

Walaupun di Tahan Air koin dirham dan dinar masih minim digunakan sebagai alat tukar, tetapi secara global keduanya cukup diakui. Karena itu Anda tak perlu ragu untuk membeli dan menyimpannya. 

Mungkin saja kelak dirham dan dinar akan lebih banyak digunakan sebagai alat tukar dalam skala yang lebih luas. Inilah maksudnya mengapa keduanya dikatakan sangat likuid atau gampang diperjualbelikan.

Bebas riba

Inilah solusinya jika Anda menghendaki investasi yang sungguh-sungguh bebas riba karena tak dikenai bunga. Jadi imbal hasil investasi yang Anda dapatkan seluruhnya berasal dari peningkatan nilai logam mulia tersebut dari waktu ke waktu. 

Besarannya tentunya berfluktuasi ditentukan oleh kondisi supply and demand yang berlangsung dalam perekonomian global.

Nilai jualnya tinggi

Dirham dan dinar sebagaimana yang telah diulas sebelumnya adalah alat tukar yang aman dari gejolak ekonomi akibat inflasi. Jadi dapat dikatakan jika harganya cenderung stabil. Tak bisa dipungkiri bahwa penurunan harga emas bisa terjadi tetapi umumnya tidak terlalu tajam dan nilainya akan kembali membaik.

Anda tetap tak akan merugi walaupun ada potongan biaya administrasi pada harga penjualan koin perak dan emas ini.

Hal-hal yang wajib dicermati untuk berinvestasi dirham dan dinar

Jika ingin berinvestasi dalam instrumen yang satu ini ada 2 hal yang perlu Anda perhatikan.

Akses masih terbatas

Dirham dan dinar belum tersedia secara luas di Tanah Air, berbeda dengan logam mulia emas batangan. Cara mendapatkan dinar dan dirham adalah dengan membelinya pada gerai Antam serta beberapa bank tertentu.

Penggunaannya sebagai sarana investasi masih terbilang eksklusif walaupun sebenarnya instrument ini cukup likuid. Umumnya koin perak dan emas ini diperjualbelikan antar komunitas terbatas saja.

Anda juga dapat menjualnya ke toko emas pada umumnya dengan membebankan fee penjualan sebesar 3% sampai 5%.

Termasuk produk perhiasan

Di Indonesia, dirham dan dinar tergolong kategori perhiasan dan bukan sarana investasi. Artinya tindakan atas produk tersebut mempunyai aturan tersendiri, yaitu:

Jika investasi emas batangan bebas biaya PPn, dirham dan dinar justru dikenai pajak pertambahan sebesar 10%.

Saat membeli koin tersebut, konsumen lah yang dibebani ongkos cetak atau biaya produksi. Sayangnya saat dijual biaya tersebut dianggap hilang. Nilai jual koin ditentukan sesuai kemurnian material pembuatannya.

Meski begitu, keunggulan koin emas tersebut dibandingkan perhiasan biasa adalah desainnya tidak terdampak selera pasar atau trend fashion. Berbeda dengan perhiasan yang tampilannya dinilai tidak trend lagi, nilai jualnya bisa berkurang. Hal demikian ini tidak akan terjadi kepada dirham atau dinar.

Nah, semoga ulasan di atas bisa menjawab pertanyaan tentang dirham adalah. Semoga menginspirasi!

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com