Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Dividen BUMN Alami Penyesuaian Berkat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan target dividen BUMN yang akan disetorkan ke negara tidak mencapai target.

Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan kinerja mayoritas perusahaan pelat merah jadi terdampak.

Erick menyampaikan, saat ini 90% perusahaan pelat merah operasionalnya terkendala virus Corona. Hal ini membuat prediksi bawa setoran ke negara yang telah ditargetkan tidak akan tercapai. 

“Tadinya di atas target, nggak tanggung-tanggung (targetnya peningkatan dividen) 50 persen selama 5 tahun ke depan. Sekarang buat tahun depan saja, jujur saja, dari target sebelum-sebelumnya tahun depan hanya bisa seperempat,” ungkapnya (18/6).

Erick juga menambahkan, 10% BUMN yang bisnisnya tidak terdampak Corona salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi.

“Perusahaan-perusahaan yang tetap baik (di tengah pandemi Covid-19) Telkom, kesehatan, industri yang berhubungan dengan sumber daya alam dan makanan. Yang lain-lainnya berat,” tambahnya.

Sebelumnya Erick menargetkan perusahaan pelat merah bisa memberi setoran ke negara hingga Rp 700 triliun di tahun 2024.

Erick juga menyampaikan bahwa suka tidak suka, sepertiga ekonomi Indonesia berasal dari BUMN jadi benar-benar harus dijaga.

Erick memberikan prediksi bahwa pemulihan BUMN ini membutuhkan waktu 2 tahun untuk kembali ke titik normal. 

Berdasarkan survei, ada 500 perusahaan besar dunia yang menyatakan ekonomi baru kembali di kuartal pertama tahun 2020. Sementara sisanya mengatakan akan lebih cepat pulih.

Namun Ercik optimis dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan kinerja BUMN akan lebih sehat dan bisa menyumbang dividen ke negara lebih besar. 

Sementara itu, perombakan jajaran pengurus BUMN, baik direksi atau komisaris kini ramai menjadi perhatian masyarakat. 

Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara mengatakan hal tersebut wajar jika itu pergantian komisaris atau direktur di perusahaan pelat merah jadi perhatian publik.

Karena ekonomi Indonesia hampir 50% diputar oleh BUMN, jadi semuanya beralih pandang ke BUMN (18/6).

Menurutnya, perhatian masyarakat kepada BUMN tidak terlepas dari kontribusi perusahaan-perusahaan BUMN terhadap pelayanan publik sehingga hal tersebut memicu pro dan kontra. 

Seperti diketahui strategi besar dari  Kementerian BUMN yaitu membenahi perusahaan pelat merah dengan membagi 4 kelompok. 

Ini semua sengaja dilakukan agar masing-masing perusahaan bekerja sesuai dengan tujuan bisnisnya. Pembenahan dilakukan dengan memperhatikan pelaksanaan bisnis dan dampaknya kepada masyarakat luas. 

Selain itu, Kementerian BUMN juga membenahi sejumlah anak usaha dari BUMN. Ada banyak anak usaha BUMN yang tidak memiliki izin untuk mendirikan cucu dan cicit usaha.

Maka dari itu pemerintah mencoba untuk melakukan pembenahan di sektor ini juga. 

Biasanya BUMN membentuk anak usaha untuk melakukan proyek baru berupa perusahaan joint venture. Namun saat proyek sudah rampung perusahaan masih tetap ada. 

Erick juga sebelumnya sudah menghapus 35 BUMM dan menjadikan 12 cluster dengan 107 perusahaan pelat merah yang tersisa.

Dari 142 menjadi 107 perusahaan demi melakukan efisiensi program dan penyederhanaan jumlah perusahaan pelat merah.