Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Dividen: Pengertian dan Jenis-jenisnya untuk Investor Pemula

dividen

Apakah Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi saham? Saham menjadi salah satu cara bagi Anda yang ingin mendapatkan pendapatan pasif. Saat ini juga sudah semakin banyak platform yang bisa menjadi sarana untuk menanam saham. Bahkan, cukup dengan dana minimal 100ribu saja seseorang sudah bisa menjadi investor saham.

Sebelum Anda memulai untuk terjun dalam dunia saham, ada beberapa hal yang wajib untuk Anda pelajari sebagai investor. Nah, salah satu yang penting adalah dividen. Apa itu dividen? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Dividen?

Dilansir dari kamus.tokopedia.com, dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang diberikan berdasarkan jumlah keuntungan perusahaan serta nilai saham yang dimiliki oleh para investor. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan. Namun, distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama dari suatu bisnis.

Biasanya, besaran laba atau keuntungan dari perusahaan yang akan dijadikan dividen ditentukan terlebih dahulu melalui RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham. Dividen harus disetujui oleh pemegang saham melalui hak suara mereka.

Dividen ini bisa diibaratkan sebagai hadiah token yang dibayarkan kepada pemegang saham atas investasi mereka. Proses pembayarannya pun dilakukan sesuai acuan yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Acuan ini juga meliputi jumlah pembayaran yang ditentukan bersama melalui RUPS. Maka dari itu, tidak ada keputusan sepihak dari perusahaan atau investor dalam menentukan jumlah dividen yang akan diberikan.

Dividen biasanya berasal dari laba bersih perusahaan. Sementara sebagian besar keuntungan disimpan di perusahaan sebagai laba ditahan, yang akan digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan yang akan berlangsung di masa depan. Sisanya dapat dialokasikan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Dividen juga harus disebut apakah memiliki sifat stabil atau tidak. Artinya, saat dividen bersifat stabil, maka jumlahnya dapat diperkirakan. Namun, saat bersifat tidak stabil maka bisa diketahui bahwa jumlahnya dapat berubah-ubah atau bahkan tidak diberikan kepada investor karena suatu alasan. Hal inilah yang akan mempengaruhi minat investor dalam menanamkan saham di sebuah perusahaan. Maka dari itu, pengambilan keputusan mengenai pembayaran dividen sangat penting agar perusahaan bisa berkembang dan mampu menarik minat investor.

Proses penerbitan dividen bisa ditentukan oleh dewan direksi dalam berbagai kerangka waktu dan dengan tingkat pembayaran yang berbeda. Dividen bisa dibayarkan pada frekuensi yang dijadwalkan, seperti bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Jenis Dividen

1. Dividen tunai

Sesuai dengan namanya, dividen tunai adalah pembagian hasil secara tunai. Cara ini menjadi cara yang paling banyak digunakan oleh perusahaan. Pemilik saham atau investor juga biasanya akan lebih berminat pada perusahaan yang membagikan dividen jenis ini karena keuntungan bisa langsung dipergunakan. Biasanya perusahaan membayarkan dividen sebanyak 2 sampai 4 kali dalam setahun.

2. Dividen saham

Jenis selanjutnya adalah dividen saham yang memberikan keuntungan perusahaan dalam bentuk penambahan saham. Pada jenis ini, nilai saham yang dimiliki oleh pemegang saham akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya laba perusahaan. Perusahaan yang memberlakukan pemberian dividen saham posisi likuiditasnya cenderung tetap atau tidak berubah. Sebab, pemberikan dividen dengan menambah nilai saham para investor dan tidak menggunakan arus kas seperti pada dividen jenis tunai.

3. Dividen barang/properti

Dividen barang adalah pemberian dividen dalam bentuk barang maupun jenis aktiva lain yang bukan kas. Perusahaan yang memberlakukan dividen jenis ini harus dapat memastikan barang yang diberikan dapat dibagi. Untuk itu, dividen barang harus memiliki bagian yang bersifat homogen atau satu ragam.

Dividen barang biasanya dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan terkadang mengalami kekurangan kas untuk membayar dividen tunai. Metode ini jarang digunakan karena tergolong rumit dan kurang disukai oleh pemegang saham.

4. Dividen skrip

Pembayaran dividen jenis ini dibayarkan dengan cara penulisan surat janji hutang perusahaan kepada pemegang saham. Penulisan didalamnya menyatakan untuk pelunasan atau pembayaran hak pemilik saham yang nantinya akan dibayarkan beserta waktu jatuh temponya. Dividen skrip ini merupakan bukti utang perusahaan untuk membayarkan dividen dalam kurun waktu tertentu.

Dengan dikeluarkannya dividen skrip ini berarti perusahaan mengakui adanya hutang baru dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca. Dividen jenis ini juga biasanya akan dikenai bunga, sehingga perusahaan harus membayar bunga hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.

5. Dividen likuidasi

Terakhir adalah dividen likuidasi. Dividen jenis ini sama dengan pengembalian modal dari perusahaan kepada pemilik saham. Pada masa kebangkrutan sudah menjadi keharusan dari perusahaan untuk mengembalikan saham modal yang diberikan oleh pemberi saham. Dengan mengembalikan saham modal, perusahaan tidak akan lagi memiliki hutang dan permasalahan di kemudian hari.

Risiko Dividen bagi Perusahaan

Dividen memiliki berbagai keunggulan seperti mendorong perusahaan untuk bisa mendapatkan suntikan dana dari investor, namun pemberian dividen juga memiliki risikonya tersendiri. Apabila tidak diperhitungkan dengan tepat, pemberian dividen bisa memicu terjadinya konflik pada perusahaan.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang memungkinkan perusahaan untuk sewaktu-waktu tidak bisa memberikan dividen kepada pemilik saham. Saat hal ini terjadi, bisa saja para investor menarik saham di perusahaan tersebut karena merasa dirugikan. Akibatnya, kinerja perusahaan akan menurun secara drastis.

Namun, dividen ini sangat diharapkan oleh pemegang saham sebagai hadiah atas kepercayaan mereka pada perusahaan. Pemberian dividen juga akan mencerminkan perusahaan secara positif dan membantu menjaga kepercayaan investor.