Moneyfazz
Home » Istilah Finansial » 5 Fakta Unik Seputar Dow Jones Industrial Average (DJIA)

5 Fakta Unik Seputar Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow Jones Industrial Average (DJIA) merupakan indeks pasar saham yang paling populer di seluruh dunia. Sering disebut juga sebagai Dow 30 atau Dow saja, indeks ini merekam fluktuasi harga saham di 30 perusahaan besar “blue-chip” yang ada di Amerika Serikat. Spesifiknya lagi yaitu di Bursa Efek New York dan juga NASDAQ.

Bagi Anda yang belum familiar dengan perusahaan “blue-chip”, istilah ini merujuk pada perusahaan dengan nilai kapital yang begitu besar. Selain itu, perusahaan ini cenderung memiliki pendapatan yang stabil dari tahun ke tahun. Namun, bukan berarti perusahaan tersebut akan terus menerus bertahan di dalam daftar DJIA.

Fakta Unik Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Penguatan poin DJIA sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi global yang semakin membaik, dan demikian juga sebaliknya. Bagi Anda yang mulai tertarik dengan dunia perdagangan saham, Anda wajib tahu dulu beberapa fakta menarik seputar dow jones industrial average stocks berikut ini.

  1. Didirikan oleh Jurnalis

Siapa yang akan menyangka jika indeks pasar saham yang paling sering menjadi rujukan kondisi ekonomi global ini bukan didirikan oleh ahli ekonomi. Ya, Charles Dow dan Edward Jones adalah dua orang jurnalis yang menjadi otak di balik berdirinya Dow Jones Industrial Average.

Pada awalnya, inisiatif ini merupakan bagian dari sebuah proyek riset untuk mengetahui pergerakan pasar di tahun 1896. Ketika itu hanya terdapat 12 perusahaan dengan jenis industri yang bermacam-macam, mulai dari gula, kapas, gas, dan juga minyak.

  1. Dow juga merintis the Wall Street Journal

Sangat sulit melepaskan indeks Dow dengan the Wall Street Journal, publikasi yang paling sering menjadi rujukan untuk bidang keuangan global. Ternyata, kelahiran jurnal tersebut juga tidak lepas dari campur tangan Charles Dow. Ia mendirikan Wall Street Journal bersama rekannya, Charles Bergstresser.

  1. Perusahaan yang Paling Lama Bertahan

Banyak faktor yang membuat perusahaan dapat masuk ataupun terhempas dalam dow jones industrial average list.  Saat ini kebanyakan perusahaan bidang IT, farmasi, dan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) masih merajai Dow. Contohnya seperti Microsoft, Cisco, Merck, Procter and Gamble, hingga Coca-Cola. 

Namun, tahukah Anda ada satu perusahaan yang pernah bertahan di indeks pasar saham ini selama 100 tahun lamanya?

Ya, catatan ini dipegang oleh General Electric atau GE, meskipun saat ini GE tidak lagi masuk di dalam daftar 30 perusahaan Dow. Keluar masuknya perusahaan dari daftar ini biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan perusahaan mengikuti tren ekonomi. Selain itu, perusahaan biasanya kehilangan modal dalam jumlah signifikan.

  1. Perubahan Komposisi Paling Signifikan

Keluar masuknya perusahaan dari komposisi  dow jones industrial average adalah hal yang biasa. Hingga saat ini sudah terjadi 51 kali perubahan sejak tahun 1928. Namun salah satu catatan yang paling menggemparkan yaitu tersingkirnya 8 perusahaan dalam waktu yang bersamaan pada tahun 1932.

Fenomena ini dipicu oleh peristiwa Great Depression. Sejarah mengingat peristiwa ini sebagai titik terendah dalam catatan dunia industri abad ke-20. Pasar saham terpuruk nyaris satu dekade lamanya, sejak 1929 hingga 1939.

  1. Pandemi Membuat DJIA Terjun Bebas

Nyaris tidak ada yang benar-benar membuat poin DJIA merosot drastis dalam waktu yang begitu singkat kecuali karena pandemi COVID-19. Anjloknya poin ini bahkan lebih buruk dibandingkan kondisi Dow pasca serangan teroris 11 September dan krisis finansial global 2008.

Pada bulan Maret 2020, DJIA mencatat penurunan sebesar 2.997,1 poin hanya dalam hitungan satu hari saja. Hal ini menjadi catatan hitam dalam sejarah Wall Street.

Nah, itu dia beberapa fakta menarik yang perlu Anda tahu seputar Dow Jones Industrial Average (DJIA). Meskipun ekonom dunia sering mengkritik indeks ini tidak representatif karena komposisinya yang hanya 30 perusahaan, namun indeks ini masih tetap menjadi rujukan yang populer. Semoga artikel ini bermanfaat!

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com