Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Efek Tak Akur, Amerika Relokasi Farmasi China – Indonesia

Akibat pandemi corona, krisis terjadi di segala penjuru dunia. Percepatan penelitian serta penanganan kasus dilakukan, begitu juga di Indonesia. Demi mengatasi masalah corona ini dan akibat minimnya alat serta produk farmasi dalam negeri mengharuskan negara memasok dari negara lain.

China menjadi salah satu pemasok produk kesehatan yang menyuplai ke Indonesia. Produk seperti masker, APD, obat-obatan, hingga peralatan medis di kerahkan dari China dan negara lain.

Tak hanya China, tercatat Presiden Jokowi pernah meminta bantuan alat ventilator kepada Amerika. Dan ini sudah mendapat persetujuan dari Trump, dan beberapa alat dikirim ke Indonesia walaupun akhirnya menjadi kecaman kepada Trump.

Efek perseteruan antara Trump dengan Xi Jinping kian hari kian memanas. Buntutnya perang dagang versi kedua kini telah dimulai.

Pasokan barang ekspor dari China kini dikenakan biaya lebih oleh Amerika. Amerika seperti kebakaran jenggot dan menyalahi perjanjian damai awal tahun lalu. Namun Trump menyatakan hal ini berbeda dengan perjanjian sebelumnya.

Trump bersikeras bahwa China merupakan dalang dibalik kasus Corona ini dan berupaya meraup untung dari bisnis farmasi ditengah pandemi corona.

Rencana Trump kali ini adalah memutus rantai ketergantungan dari barang-barang produksi China. Salah satunya adalah dengan merelokasi industri farmasi dari China ke Indonesia. Relokasi ini bertujuan agar kebutuhan pasokan produk kesehatan untuk corona di Indonesia tidak selamanya bergantung ke China.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Keith Krach, undersecretary Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan. Seiring menegangnya hubungan antara Amerika dengan China, Trump berupaya memindah pasokan China untuk kebutuhan industri negara lain. Hal ini terus diupayakan pemerintah Amerika dan kini semakin dipercepat.

Disampaikan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut mengatakan dirinya telah diminta Presiden untuk berkomunikasi kepada pembantu Trump. Hal ini berkaitan dengan keinginan Amerika yang akan merelokasi peredaran produk farmasi.

Rencana Amerika ini berkaitan erat dengan data impor bahan baku obat yang telah dilakukan Indonesia. Tercatat 60% berasal dari China dan 30% berasal dari India, selebihnya Indonesia memproduksi sendiri.

Kelanjutan dari relokasi ini, Luhut telah berkomunikasi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk menyediakan lahan untuk kawasan industri khusus. Dari kawasan industri khusus ini yang direncanakan membutuhkan lahan seluas 4000 hektar dimungkinkan untuk fokus menghasilkan produk kesehatan.

Saat ini beberapa produksi kesehatan khusus untuk menangani kasus pandemi corona sudah mulai meningkat. Seperti APD dan ventilator produksinya mencapai 1,5 juta produk per bulannya. Pencapaian yang sangat bagus mengingat kebutuhan akan produk kesehatan saat ini sangat dibutuhkan pihak medis.

Presiden Jokowi juga menambahkan dengan adanya pembangunan kawasan industri khusus ini diharapkan dapat menghapus ketergantungan impor. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan bahan farmasi.