Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Gojek Bantu Startup Adaptasi Bisnis Di Masa Pandemi Corona

Gojek lewat program akselerator startupnya yaitu Gojek Xcelerate berikan pelatihan kepada 11 startup buatan anak bangsa.

 Belasan start up ini akan diberi pelatihan dan bimbingan untuk melewati tantangan di masa pandemi Corona

Kesebelas startup tersebut adalah Bartega,Trope, Rollover Reaction, Pura, Getgo, Watt, Elio, Mena Indonesia, Jejak.in, Kerokoo dan Share

VP of Public Affairs Gojek, Astrid Kusumawardhani menyampaikan, Gojek Xcelerate ini sudah memberikan pelatihan kepada 35 startup asal Indonesia dan Asia Pasifik sejak pertama kali diluncurkan pada September 2019 lalu.

Dan kini Gojek sedang memberikan pelatihan kepada angkatan keempat.

“Kini angkatan keempat Gojek Xcelerate yang terdiri dari 11 startup, ini kami bimbing dengan materi yang berfokus pada model bisnis direct to consumer,” ungkapnya (17/6). 

Astrid juga menjelaskan alasan dipilihnya direct to consumer sebagai tema tahun ini adalah agar bisa membantu para peserta untuk menjangkau merchant-merchant kecil.

Hal ini tentu akan membuat startup bisa  bersaing dengan merek yang sudah memiliki nama besar.

Gojek ingin membantu para peserta untuk lebih bisa mengembangkan bisnisnya di kondisi pandemi seperti sekarang. Diharapkan  melalui pelatihan ini, startup bisa tetap menjangkau konsumennya.

“Selain mendapatkan materi-materi dari pembicara yang berkompeten, 11 startup ini juga kami minta untuk memperkenalkan produk-produknya dan mempertemukan mereka kepada para investor dan partner global kami seperti McKinsey & Co, Google, dan UBS,” tambahnya.

Astrid juga mengatakan bahwa ke-11 startup ini nantinya akan mendapatkan pelatihan mengenai metode growth hacking dan impact full data science dari Gojek, materi mengenai strategi pengembangan bisnis Startup dari Google Founder’s Lab, materi prinsip evaluasi dari bank UBS dan juga sesi mentorship bersama konsultan manajemen McKinsey.

Pada pelatihan sebelumnya, di angkatan pertama Gojek Xcelerate memiliki fokus pada “Machine Learning” dan sudah meluluskan 5 startup tanah air. 

Sementara di angkatan kedua, bertema “Women Founders” dan sudah meluluskan 10 startup asal Asia Pasifik, uniknya pelatihan ini dipimpin oleh perempuan.

Lalu di angkatan ketiga bertema “Daily Consumer Innovation” dan sudah meluluskan 9 startup tanah air. 

Sementara itu, tren PHK di startup masih berlanjut di masa new normal ini. Beberapa startup Indonesia melakukan PHK imbas pandemi Corona.

Meski kini sudah masuk fase new normal namun hal tersebut masih terjadi. 

Seperti Startup Grab, OYO, dan iFlix yang melakukan pemutusan hubungan kerja imbas pandemi Corona. 

Kepala Bidang Konten dan Komunikasi Internal idEA Vriana Indriasari menyampaikan, bahwa new normal  ini belum bisa menandakan berakhirnya dampak pandemi virus Corona.

New normal hanya menjadi salah satu cara pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia di masa pandemi. Pemulihan bisnis di era new normal ini dinilai bersifat sementara. Maka dari itu kemungkinan PHK masih sangat bisa terjadi (17/6).