Moneyfazz
The sugar
Home » Berita Utama » Gula Pasir Meroket: PTPN Jadi Sasaran Kambing Hitam

Gula Pasir Meroket: PTPN Jadi Sasaran Kambing Hitam

Masih terpantau mengalami harga yang tinggi di angka Rp. 17.000 sampai dengan Rp. 18.000 sampai hari ini. Gula Pasir kini berangsur mengalami penurunan di pasar utama beberapa provinsi.

Beberapa wilayah yang belum mengalami penurunan masih menjalani investigasi dari pihak kepolisian. Beberapa temuan kini menjadi sorotan utamanya kabar terkait adanya campur tangan PTPN II dalam kenaikan harga gula.

Diawali pada saat ketika PTPN II mendapat tender untuk melelang gula pasir sebanyak 5000 Ton. Dari hasil penjualan total, didapat harga per kilonya menjadi Rp. 12.900. Terpaut beberapa ratus rupiah dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan temuan tersebut kini PTPN II harus menjalani sanksi yaitu apabila menjual gula pasir untuk selanjutnya harus dibawah harga HET.

Hasil temuan satgas pangan terkait andilnya PTPN II dalam kenaikan harga gula ini dianggap tidak beralasan oleh kementerian BUMN. Hal ini berdasar bahwa PTPN II hanyalah melakukan tugasnya untuk melelang.

Namun kenyataan dilapangan ditemukan, awal mula dari harga Rp. 12.900 tersebut mengakibatkan penerima hasil lelang yaitu distributor utama menjualnya dengan harga pada kisaran Rp. 15.000.

Dari tangan distributor Rp. 15.000 tersebut di pasaran berubah angkanya menjadi 17.500 hingga Rp. 18.500.

Berawal dari efek domino tersebut ditambah dengan kasus corona yang mengakibatkan pasokan terhambat. Maka bisa dikatakan kenaikan gula pasir adalah suatu hal yang terbilang cukup fatal.

Menurut Staf Khusus KBUMN, Arya Sinulingga apabila PTPN II dijadikan kambing hitam itu bukan suatu yang logis. Karena PTPN II hanya melakukan tugas nya menjalankan tender yang telah disetujui.

Apabila PTPN menjual sama dengan harga HET sama saja perusahaan tersebut melanggar perjanjian tender dan merugikan negara, tambahnya.

Namun di Sumatera Utara Kantor PTPN II sudah di segel dan untuk investigasi lebih lanjut akan permasalahan ini. Sedangkan Kemendag sendiri, dengan temuan tersebut telah memberikan sanksi kepada PTPN II untuk melakukan lelang gula selanjutnya dengan harga dibawah HET.

Di pasar tradisional seperti seperti di jawa tengah berangsur menurun. Namun ada beberapa wilayah tidak bisa mengatasi kenaikan harga gula yang sudah jauh meninggi.

Seperti yang dialami oleh PT IGN Kendal yang tidak mampu menstabilkan harga gula pasir di wilayahnya. Hal ini disebabkan oleh pasokan masih terlalu minim sedangkan dibutuhkan pasokan gula yang cukup untuk merubah harga menjadi rendah.

PT IGN ini menjadi salah satu perusahaan yang mendapat jatah pasokan impor gula mentah yang nantinya akan digunakan untuk menstabilkan harga. Namun dipasaran harga gula masih cukup tinggi sehingga apabila mengandalkan pasokan tidak akan cukup namun apabila membeli harganya masih mahal..

Untuk stok gula sendiri menurut Kemendag masih relatif aman dibandingkan dengan stok gula pada awal bulan yang lalu. Dan cukup untuk pasokan selama bulan ramadhan ini.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com