Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

H-3 Lebaran 2020, Ribuan Orang Tetap Nekat Mudik

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berhasil cegah ribuan orang yang tetap nekat mudik jelang lebaran. Setidaknya ada 2.225 orang yang nekat mudik dari wilayah Jabodetabek ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, untuk kendaraan ada sebanyak 377 travel gelap yang ditahan karena ketahuan membawa penumpang untuk mudik.

Untuk itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan, sudah memprediksi bahwa puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada Rabu 20 Mei lalu. Hal ini memang terbukti dari meningkatnya jumlah kendaraan yang dipaksa putar balik karena dicurigai hendak mudik, (22/5/2020).

Setidaknya ada 4.000 kendaraan yang terindikasi mudik yang melintas di Tol Japek. Yang lebih mengagetkan lagi hal ini terjadi hanya dalam 24 jam. Rekor paling tinggi dalam 1 malam.

Untuk penumpang dalam operasi ini langsung dibawa petugas ke Terminal Pulo Gebang. Sementara kendaraannya diamankan petugas ke Pos Pengamanan Cikarang Barat.

Sanksi untuk para pengemudi yaitu dilakukan penilangan dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Sementara itu, terkait larangan mudik lebaran di tengah pandemi Covid-19 sudah diterapkan pemerintah sejak 24 April lalu. Tapi hingga jelang lebaran masih sangat banyak masyarakat dari Jakarta yang melakukan perjalanan mudik dengan berbagai modus.

Namun pemudik jangan senang dulu, karena pihak kepolisian serta Pemprov DKI memastikan bahwa warga yang mudik dan sudah berada di kampung halaman akan sulit kembali ke Jakarta setelah lebaran nanti.

Kabag OPS Korlantas Polri Kombes Benyamin menyampaikan, proses penyekatan yang dilakukan saat arus balik atau usai Lebaran untuk menyaring pendatang yang akan masuk ke Jabodetabek.

“Larangan mudik sudah menjadi kebijakan dari pemerintah, jadi saat arus mudik dan ketika arus balik kembali, kami tetap adakan penyekatan-penyekatan. Tujuannya agar mereka tidak masuk ke Jakarta, buat yang sudah, akan susah kembali ke Jakarta, ungkap Benyamin,(21/5/2020).

Lebih lanjut Benyamin menyampaikan, adapun aturan yang akan menyulitkan pemudik kembali ke Jakarta ini, berlaku bagi masyarakat yang lolos saat pelarangan mudik pada 24 April lalu.

Menurutnya meski pemudik yang kembali dari kampung halaman memiliki surat dan perlengkapan, tetap akan sulit kembali ke Jakarta.

Bahkan meski KTP-nya adalah wilayah DKI tetap akan dipaksa putar balik ke kampung lagi. Atau kemungkinan lainnya adalah karantina akan dilakukan, namun teknisnya masih akan dibahas lebih lanjut.

Maka dari itu Benyamin mengimbau masyarakat untuk tetap patuh pada larangan mudik untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Hal ini terutama untuk masyarakat yang tidak ada dalam kategori pengecualian.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menurutnya masyarakat di Jakarta yang akan melakukan perjalanan mudik atau sudah tiba di kampung halaman tanpa memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) tidak akan bisa kembali ke DKI dalam waktu dekat.