Moneyfazz
Home » Ekonomi » [UPDATE Covid-19] Ini Harga Listrik per kWh 2020 dan Cara Menghitungnya

[UPDATE Covid-19] Ini Harga Listrik per kWh 2020 dan Cara Menghitungnya

Penting:

  1. Baca update terbaru 4 Juni 2020 dibawah
  2. TARIF LISTRIK TIDAK NAIK

Pemerintah akan melakukan penyesuaian tarif listrik untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) kategori Rumah Tangga Mampu. Kenaikan tarif ini dilakukan karena tidak ada lagi subsidi untuk kategori tersebut, sehingga harga listrik per kWh 2020 mendatang akan mengalami kenaikan.

Pencabutan subsidi untuk golongan Rumah Tangga Mampu 900 Volt Ampere per Januari 2020 ini merupakan kesepakatan antara pemerintah pada September lalu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sementara, golongan Tidak Mampu masih akan tetap disubsidi, jadi tidak ada penyesuaian tarif bagi golongan tersebut.

Sejauh ini, tarif listrik pelanggan golongan 900 VA dilakukan pemisahan antara kategori Tidak Mampu dan kategori Rumah Tangga Mampu. Dari sebanyak 72 juta pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN), total pelanggan golongan 900 VA ini mencapai 27 juta pelanggan. 

Adapun kategori Rumah Tangga Mampu 900 VA ini mencapai 6,9 juta pelanggan, Nah, kategori inilah yang akan dikenakan penyesuaian tarif pada 2020 mendatang. Dengan pencabutan subsidi kategori Rumah Tangga Mampu ini, PLN bisa menghemat subsidi hingga 7 triliun rupiah.

Penyesuaian Tarif dan Anggaran Subsidi Listrik Tahun 2020

Berdasarkan perhitungan kementerian ESDM atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, saat ini rumah tangga kategori mampu masih dikenakan tarif sebesar Rp1.352 per Kilowatt jam (kWh). 

Nah, nanti pada Januari 2020, harga listrik per kwh 2020 dengan daya 900 VA akan disesuaikan dan sama dengan pelanggan kelompok nonsubsidi dengan daya sebesar 1300 VA, yaitu sebesar Rp1.467,28 per kWh. 

Meskipun tarif untuk kategori 900 VA Rumah Tangga Mampu mengalami kenaikan, pemerintah menyatakan dan menjanjikan bahwa nilai yang berubah tidaklah terlalu signifikan, yaitu tidak lebih dari Rp1.000 setiap harinya.

Dengan penghapusan subsidi kategori rumah tangga mampu yang selama ini menikmati 900 VA, maka subsidi listrik pada tahun 2020 akan menjadi Rp54,7 triliun. Nah, besaran subsidi ini turun dari yang telah ditetapkan pemerintah di rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) di tahun 2020 sebesar Rp62,2 triliun. 

Dengan dicabutnya subsidi golongan ini, maka PLN bisa masuk ke tahapan penyesuaian tarif, karena subsidi terhadap PLN akan mengalami penurunan, maka pelanggan pengguna listrik PLN-lah yang akan berhenti disubsidi. 

Setiap tahunnya, selisih antara harga jual dan harga keekonomian listrik ini terus naik. Belum lagi subsidi yang ditujukan kepada golongan rumah tangga pelanggan 450 VA dan 900 VA dinilai belum berjalan optimal atau tidak tepat sasaran. Dengan begitu, mengacu pada data terpadu program pananganan fakir miskin, subsidi untuk tahun 2020 ini hanya untuk pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA serta Rumah Tangga Tidak Mampu daya 900 VA.

Nah, setelah subsidi dicabut, akan berlaku tarif penyesuaian untuk tarif listrik. Namun, hal ini tergantung sejumlah komponen seperti dolar dan harga minyak. Maka bisa saja ke depannya harga listrik menjadi naik atau turun.

Cara Menghitung Tagihan Listrik per Periode Berdasarkan Harga Per kWh

Rumah-rumah yang menggunakan listrik pascabayar wajib memahami cara menghitung tagihan listrik per periode berdasarkan harga per kWh dengan benar. Hal ini penting agar tagihan listrik tidak membludak dan terkejut saat pembayaran. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengeceknya adalah dengan mengetahui golongan tarif yang dipakai di rumah, seperti tabel di bawah ini.

Untuk menghitungnya, Anda perlu melihat kWh meter Anda pada dalam satu periode, yaitu bulan sebelumnya dan bulan selanjutnya. Semisal, kWh meter pada rumah Anda di bulan November menunjukkan 134.510 kWh, lalu bulan Desember menunjukkan 134.660 kWh, maka ada selisih 150 kWh pada periode tersebut.

Setelah menemukan selisihnya, lakukan konversi untuk mengetahui harga dengan cara mengalikan selisih kWh Anda pada periode tersebut dengan harga yang sudah ditetapkan oleh PLN bagi golongan tarif Anda.

Seandainya Anda termasuk kategori Rumah Tangga Mampu nonsubsidi dengan pemakaian daya 900 VA, maka kalikan selisih tadi (150 kWh) dengan Rp1.352, yaitu Rp202.800 untuk periode tersebut.

Nah, dengan naiknya harga listrik per kWh 2020, biaya yang dikenakan untuk daya 900 VA kategori Rumah Tangga Mampu nonsubsidi, dengan selisih sebesar 150 kWh dalam satu periode akan dikalikan Rp1.467,28 sehingga jumlah yang harus dibayar menjadi Rp220.092

Tarif Listrik Indonesia dan Negara Asia Tenggara Lainnya

Sebelum harga listrik per kwh 2020 naik, tarif tenaga listrik di Indonesia dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya masih kompetitif. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tarif tenaga listrik Indonesia per Juli 2018 untuk golongan rumah tangga tercatat sebesar Rp1.467 per kWh, lebih murah dibandingkan dengan Singapura sebesar Rp2.665 per kWh.

Jika dibandingkan lagi dengan Filipina, tarif listrik Indonesia juga masih lebih murah, sektor rumah tangga di Filipina seharga Rp2.491 per kWh. Jika dibandingkan dengan Malaysia, Indonesia memang masih memiliki tarif yang sedikit lebih tinggi karena tarif listrik Malaysia sebesar Rp1.334 per kWh. 

Kemudian, jika dibandingkan dengan Thailand, Indonesia masih lebih murah, dan jika dibandingkan juga dengan Vietnam, tarif listrik Indonesia masih sedikit diatas untuk golongan rumah tangga.

UPDATE (31 Maret 2020) – Harga Listrik April-Juni 2020)

Untuk menekan dampak ekonomi dari pandemi corona, pemerintah memberikan insentif listrik kepada pelanggan listrik dengan daya dibawah ini untuk periode waktu APRIL, MEI dan JUNI 2020:

  1. Pelanggan dengan daya 900 VA dan 450 VA subsidi 50%/ Cukup bayar 50% hingga 31 Desember 2022
  2. Berlaku untuk pengguna Token dan Non Token

Silakan kunjungi terus Moneyfazz.id untuk berita terbaru soal Covid-19 dan update ekonomi dan bisnis.

Untuk biaya pelanggan diluar daya diatas akan tetap mengikuti biaya berdasarkan tabel dibawah ini.

UPDATE (31 Maret 2020) – Harga Listrik April-Juni 2020)

Mengikuti nilai tukar dolar, nilai minyak dunia, nilai inflasi dan nilai batubara yang sedang tidak stabil. Pemerintah akhirnya mempertahankan harga listrik agar bisa menjaga daya beli masyarakat di triwulan kedua 2020 (April-Juni)

Berikut update tarif tenaga listrik semester II 2020:

Harga Listrik per kWh untuk Golongan Rumah Tangga

Generated by wpDataTables

Data terbaru berlaku untuk April-Juni 2020

Harga Listrik per kWh untuk Golongan Bisnis, Kantor Pemerintahan dan Penerangan Jalan Umum

Generated by wpDataTables

Data terbaru berlaku untuk April-Juni 2020

Harga Listrik per kWh untuk Golongan Industri

Generated by wpDataTables

FAQ

Apakah ada perubahan harga saat Corona?

Iya ada. Kami telah memperbaharui artikel kami tertanggal 31 Meret 2020. Terdapat stimulus untuk pelanggan daya 450 VA dan 900 VA. Baca sekarang.

Apakah data di Moneyfazz terupdate?

Ya! Kami selalu memvalidasi terlebih dahulu data terbaru oleh pemerintah sebelum melakukan publikasi

Situs apa Moneyfazz ini?

Moneyfazz adalah portal berita yang menyajikan informasi finansial pribadi, berita ekonomi, bisnis hingga tips terkait keuangan.

17 comments

Tinggalkan komentar Anda

  • Saya maryarakat awan yang tidak tahu apa..
    mohon bantuan dri pihak yg bercenah.. PLN
    Dikarnakan perintah mensupsidikan kwh token 250VA/900VA
    Dan saya memakay 900VA
    Mohon dimna petunjuk nya dri pihak PLN
    Terimakasih

  • 1300Va di tabel Rp 1467,28… Tapi tagihan saya 324.907 pemakaian 213 malah Rp 324907 : 213 = 1525,38 selisih/Rugi Rp.12376 apakah wajar ??

    • Maaf Pak, mungkin Bpk belum memasukkan biaya Pajak Penerangan Jalan dan bea meterai. Untuk besarnya PPJ tergantung dari Peraturan Daerah masing2 kota.

  • maaf listrik di tempat saya ngontrak 900VA dan saya harus bayar hampir 700.000 per buan bukan karna saya orang mampu tp meteran itu di 3 keluarga yg rata2 kami bukan orang mampu tolong di cek lagi walaupun meterannya atas nama orang kaya tp kami yg memakai orang biasa
    tolong bantu cek kembali ke lokasi biar klo ngasih subsidi gak salah sasaran
    no meter 547100211180
    atas nama hayati terima kasih

  • Mau tanya donk, apakah harga 900 VA dengan 1300 VA untuk diperumahan tarifnya beda? atau ada kenaikan harga tp tidak diinformasikan ke pelanggang. Soalnya saya baru tambah daya di bulan April ini dari 900 ke 1300, saya biasanya isi yang 500 rb, di bulan Maret isi 500 rb dapat 356.9 Kwh, waktu isi hari ini 1 Mei dapatnya hanya 325.7 KWh, kalau dihitung harga per KWh Maret Rp. 1,400.155, di April 1,535.155. kenaikan sekitar 135/ kwh, kalau dihitung selisihnya 48 rb an. Kalau memang naik kenapa tidak ada informasi, atau subsidi silang untuk yg gratis sama diskon 50% penangan Covid-19?

    • Dalam naskah berita dituliskan: “Pemerintah akhirnya mempertahankan harga listrik agar bisa menjaga daya beli masyarakat di triwulan kedua 2020 (April-Juni)”, artinya tidak ada kenaikkan tarif dasar listrik. Betul, tarif listrik untuk golongan tarif 900VA berbeda dengan 1300VA, yaitu Rp.1352/kWh untuk golongan tarif 900VA dan Rp.1467/kWh untuk 1300VA. Jadi setelah melakukan perubahan daya dari 900VA menjadi 1300VA, tarif listrik/kWh nya menjadi Rp.1467/kWh. (Di luar biaya Pajak Penerangan Jalan sesuai Peraturan Daerah masing2 dan bea meterai)

  • Apakah setiap pembayaran listrik pascabayar, ada penambahan biaya administrasi dll juga…spt saat pembayaran tagihan PDAM. Karena stlh sy hitung, tagihan sy bln ini ada selisih 36 ribu (setara pemakaian 25 kwh).

    • Pra maupun pascabayar ada tambahan biaya PPJ dan bea meterai. Kalau menggunakan transaksi lewat bank/PPOB ada biaya admin bank/PPOB. Kayaknya sekarang sudah tidak ada transaksi tunai ya ?

  • Nah, nanti pada Januari 2020, harga listrik per kwh 2020 dengan daya 900 VA akan disesuaikan dan sama dengan pelanggan kelompok nonsubsidi dengan daya sebesar 1300 VA, yaitu sebesar Rp1.467,28 per kWh.
    ———–
    Bohong alias HOAX berita ini, setiap bulan saya beli token listrik 200.000 slalu dapat 124kilo.
    jadi masih diharga Rp. 1.612/kwh bukan 1.467 apa yg dimuat berita ini. PLN PINOKIO 😤😤

  • Selamat siang, dari Sulut Minahasa. Sekedar info setiap bulan saya mungkin membayar rekening PLN lebih, saya membayar selisih per kwh +10%+biaya materai betul to sesuai petunjuk tapi selalu saja lebih. Mohon petunjuk karna berlarut larut sprti ini, bayangin kalo kebanyakan orang asal membayar krn hanya berdasar struk pembayaran melalui kom,,,? Kemana uang yg pembayaran lebih pergi???

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com