Moneyfazz
Home » Berita Utama » IHSG Bertengger Di 5000, Tapi Asing Bernafsu Untuk Net Sell

IHSG Bertengger Di 5000, Tapi Asing Bernafsu Untuk Net Sell

Aliran surplus investasi ke dalam negeri semakin deras semenjak dibukanya kembali usaha-usaha bukan prioritas akibat corona. New normal saat ini memang menjadi pemicu kembali perekonomian selama corona hingga vaksin ditemukan.

Dengan gairah baru tersebut IHSG langsung meroket hingga sentuh level psikologis 5000 ada perdagangan pertengahan mei hingga akhir.

Namun beberapa pekan ke belakang beberapa saham kembali terkena sentimen net sell oleh para investor. Hal ini mengakibatkan IHSG turun drop balik lagi di bawah level 5000-an.

Sentimen net sell ini berasal dari akibat munculnya kabar gelombang kedua corona akibat membludaknya kasus positif di berbagai negara termasuk Indonesia.

Sebenarnya dropnya IHSG tersebut juga dialami oleh beberapa negara lain. Seperti indeks Dow Jones, S&P 500, Nasdaq, Nikkei, Kospi, Hang Sheng alami hal serupa pada pekan awal juni kemarin.

Aksi net sell oleh para investor sebenarnya adalah hal lumrah apalagi terjadi pada masa pandemi seperti ini. Sejumlah pengamat sekuritas di Indonesia juga memberikan keterangan yang sama menyoal aksi net sell.

Pada masa seperti ini para investor bakal sering-sering masuk mode waspada jadi akan sering ambil untung padahal baru jangka pendek.

Hal ini dapat diamati seperti pada saham TLKM dan perbankan seperti BBRI yang memiliki kapitalisasi cukup tinggi di Indonesia. Sering mencatatkan transaksi tertinggi oleh asing, sebentar memerah sebentar hijau.

Sedangkan pada perdagangan Kamis ini IHSG besar dipengaruhi oleh kebijakan the Fed yang bakal membeli obligasi perusahaan di pasar sekunder. Hal ini ditujukan untuk menyelamatkan negara-negara akibat corona.

Dan cara ini terhitung efektif memberikan stimulus ke harga indeks di Indonesia. yang langsung naik ke level 4.987,78 atau naik 0,026% tipis namun berarti.

Naiknya indeks saham Indonesia tersebut menjadi sinyal mulai pulihnya kembali perekonomian di Indonesia menyusul fase new normal.

Namun ada kekhawatiran lanjutan menyusul data rilis corona terbaru di Indonesia yang saat ini menuju angka 40 ribu kasus terkonfirmasi.

Hal inilah yang menyebabkan Menkeu kembali memberikan arahan untuk para pelaku ekonomi agar berhati-berhati karena status perekonomian bakal menuju waspada.

Rilis kabar ini yang menyababkan IHSG kembali merayapi level di bawah level psikologis 5000. Terpangkasnya penguatan IHSG pada hari ini terjadi pada sesi II setelah jam makan siang dimana sebelumnya IHSG sudah menyentuh level 5011,78.

Akibat kondisi saat ini yang masih belum kondusif dari corona maka wajar pelaku investor asing memilih langkah aman untuk mengamankan aset dengan cara net sell.

Walaupun begitu, aman IHSG ditutup menghijau pada perdagangan hari ini. Hal ini bisa menjadi sinyal untuk perdagangan esok dimana IHSG akan kembali di Uji pada level keramat 5000.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com