Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

IHSG Hari Ini Naik 0,36%: Liar dan Berlabuh di Zona Hijau

Saham-Chart

Dibuka pada posisi hijau pagi tadi IHSG pada hari ini diakhiri pada posisi yang aman. Walaupun pada pergerakannya terlihat naik-turun tidak stabil. Namun Hal ini bisa menjadi pertanda penguatan pada perekonomian di Indonesia.

Pengaruh pergerakan liar IHSG pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar saham yang bimbang. Dimana investor dihadapkan pada kenyataan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Namun sisi lainnya kebijakan-kebijakan ekonomi memberi harapan hasil yang baik.

Kondisi ekonomi akibat corona yang pada hari ini tercatat 9000 lebih lebih kasus di Indonesia dan 3 Juta lebih kasus secara global.

Sentimen positif dari stimulus sudah memicu beberapa investor untuk mulai bergeliat namun stimulus tersebut belum bisa membuat pasar bergerak agresif. Utamanya untuk membeli beberapa sektor saham yang dinilai beresiko namun high return.

Permainan aman ini membuat IHSG nampak naik-turun imbang tarik menarik antara bullish dan bearish nya.

Sedang di dalam negeri saham tercatat 171 saham mengalami kenaikan, 195 saham mengalami penurunan, dan 148 diam di tempat. Dan untuk transaksi hari ini IHSG masih didominasi oleh aksi net sell yang tercatat kurang lebih 1,1 Triliun Rupiah.

Seperti yang dikatakan oleh Frankie Wijoyo Prasetio Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan yang dilansir pada bisnis.com hari ini mulai nampak pergerakan sentimen pasar ke arah positif.

Hal itu dapat dilihat mulai ada aksi pembelian oleh investor asing pada sektor-sektor yang fundamental atau minim resiko. Ini bisa dikatakan sebagai sebuah langkah aman namun dapat memicu pergerakan lain yang lebih besar.

Frankie menambahkan pergerakan dari grafik IHSG masih akan nampak liar naik-turun sampai ada titik terang dari kasus corona di Tanah Air.

Untuk kenaikan saham hari ini disokong oleh oleh UNVR (Unilever Indonesia) yang mengalami kenaikan sebanyak 4,7%. Sedangkan catatan penurun IHSG terbanyak disumbang oleh BBCA (Bank BCA) yang turun sebanyak 2,6%.

Berbanding terbalik dengan kondisi IHSG hari ini rupiah tampak loyo dan berakhir menurun dari hari sebelumnya. Nampaknya sentimen global yang positif pada hari ini kurang berpengaruh pada mata uang garuda.

Menurut Ariston Tjendra, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures loyonya rupiah pada hari ini dipicu oleh aksi net sell pada IHSG hari ini. Tercatat pada hari ini rupiah menurun 60 poin terhadap USD dibandingkan hari kemarin. Tercatat kurs rupiah hari ini ditutup pada posisi 15.445.

Kurangnya geliat pada rupiah juga didasari oleh beberapa perusahaan yang mengalami penutupan akibat PSBB. Sehingga sentimen pasar terhadap rupiah kurang begitu positif dan mengakibatkan penurunan.