Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

IHSG Melemah, IMF Beri Sentimen Negatif Ke Pasar Global

IHSG harus kembali terkoreksi saat akan mencoba menembus level 5.000, padahal proyeksi pada perdagangan hari kemarin IHSG bakal menguat. Ditutup pada posisi 4.964 pada perdagangan hari sebelumnya serta dengan kondisi pemulihan ekonomi saat ini sebenarnya IHSG bisa lanjut menguat.

Namun sayangnya pada dini hari kemarin IMF menghembuskan kabar yang kurang baik, sehingga memicu merosotnya IHSG pada perdagangan hari ini.

Tak hanya IHSG saja, indeks saham luar negeri pun juga ikut merosot yang diakibatkan oleh sentimen ini.

Pada hari Rabu waktu setempat IMF mempublikasikan A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery dimana di dalamnya memuat perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Sebelumnya IMF optimis pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 5,8% pada bulan April.

Pada publikasi kali ini IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya akan berkisar sampai 5,4% sedangkan untuk kontraksinya bakal mencapai -4,9%. Angka tersebut tentunya lebih rendah daripada publikasi sebelumnya.

Hal ini lah yang membuat kecenderungan pelaku pasar untuk mengambil langkah aman untuk tidak merugi melawan tren fundamentalnya.

Sentimen ini langsung memberikan dampak langsung yang cukup membuat indeks saham luar negeri anjlok termasuk saham Amerika. DJIA terpantau turun sebanyak 2.72%, kemudian S&P 500 turun 2,59%. Lanjut Nasdaq yang beberapa hari sebelumnya pesta pora keuntungan pada hari ini ikut anjlok turun sebanyak 2,19%.

Saham Asia pun mengekor seperti Hang Sheng turun sebanyak 0.50%, kemudian NIKKEI 225 juga turun 1.24%. Saham negara tetangga seperti Malaysia turun sebanyak 0.67%. Hanya KOSPI yang pada hari ini berjaya yaitu naik sebanyak 1.42%.

Melihat kondisi krisis saat ini akibat covid-19 tentunya kabar sekecil apapun bisa menggiring pelaku pasar untuk segera mengamankan asetnya.

Di Indonesia sendiri Menkeu dengan BI, bersama OJK dan DPR pada tanggal 22 Juni lalu telah merapatkan terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan hasilnya pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2021 untuk Indonesia bakal berkisar pada 4,5 – 5,5% lebih rendah dari proyeksi IMF.

Secara sentimen ini tidak berpengaruh besar namun, akibat sentimen IMF ini investor asing langsung antri menjual aset-aset dalam negeri. Tercatat aksi net sell asing pada hari ini hingga sesi I mencapai Rp. 100 miliar lebih.

Untuk prediksi IHSG menuju penutupan pekan terakhir bulan Juni kali ini, untuk penguatan masih akan terus mencoba menembus level Rp. 5.000.

Sedangkan untuk pelemahannya masih cukup banyak sentimen yang membayangi. Sehingga pergerakannya bakal diprediksi melambat. Sentimen yang bakal mempengaruhi IHSG lebih besar adalah seputar perang dagang AS dengan China, serta naiknya jumlah kasus corona di dalam negeri.