Moneyfazz
Home » Ekonomi » Mengenal Tentang Inflasi, Penyebab dan Dampak yang Ditimbulkan

Mengenal Tentang Inflasi, Penyebab dan Dampak yang Ditimbulkan

Sebagai seorang pelaku ekonomi, tentu kamu harus paham dan tau tentang naik turunnya harga pasar yang disebut sebagai inflasi. Dengan begitu kamu dapat dikatakan sebagai pelaku ekonomi yang peduli terhadap perekonomian negara.

Kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap seluruh harga barang keperluan yang ada di pasar. Terlebih lagi jika kamu adalah seorang pengusaha, tentu kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran usaha yang kamu jalankan. Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan inflasi dan apa dampak yang akan timbul dari kondisi tersebut?

Pengertian dari Inflasi

 

 

Inflasi adalah sebuah keadaan di mana perekonomian suatu negara berada pada kondisi kecenderungan naiknya harga barang dan juga jasa secara berkepanjangan dalam waktu yang kontinu atau berkelanjutan. Keadaan ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan arus masuk dan keluar uang maupun barang.

Kondisi ini hanya terjadi jika sifatnya berkepanjangan dan tidak sementara seperti kenaikan harga menjelang hari raya. Kondisi naiknya harga barang dan jasa biasanya ditandai dengan keadaan di mana jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan yang kebutuhan.

Indikator dari pengukuran tingkat inflasi yang sering digunakan adalah menggunakan indeks harga konsumen (IHK). Yang dimaksud IHK tersebut adalah sebuah indeks harga yang menghitung jumlah rata-rata perubahan harga barang atau jasa yang dikonsumsi oleh para konsumen dalam jangka waktu tertentu.

Dengan adanya perubahan IHK yang terjadi dari waktu ke waktu tersebut dapat menggambarkan besarnya tingkat kenaikan harga dari barang atau jasa. Barang-barang yang dapat diukur menjadi kelompok terjadinya hal tersebut antara lain bahan makanan, makanan jadi, bangunan, kesehatan, pendidikan, sandang, dan transportasi.

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

 

Adanya kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus tentu akan menyebabkan masalah besar bagi perekonomian khususnya perekonomian Indonesia. Jadi, sebenarnya apa saja penyebab dari adanya kenaikan harga barang dan jasa yang berkelanjutan? Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya:

Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Kenaikan harga barang atau jasa biasanya terjadi karena adanya peningkatan permintaan dari sebuah jenis barang atau jasa secara menyeluruh (agregat demand). Kondisi ini terjadi ketika permintaan barang/jasa naik namun stock atau supply barang terbatas, sehingga mengakibatkan lonjakan pada harga.

Beberapa faktor lain penyebab meningkatnya permintaan barang atau jasa seperti:

  1. Peningkatan pembelanjaan pemerintah
  2. Peningkatan permintaan barang yang diekspor
  3. Peningkatan permintaan barang bagi swasta.

Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Meningkatnya biaya produksi merupakan suatu penyebab terjadinya sebuah kemerosotan nilai uang kertas. Biasanya peningkatan tersebut diakibatkan karena mengikuti kondisi peningkatan harga dari bahan baku atau upah tenaga kerja.

Dari kenaikan harga-harga tersebutlah membuat para produsen akhirnya ikut menaikkan harga barang atau jasa untuk menyeimbangkan harga produksi mereka.

Jumlah Peredaran Uang yang Tinggi

Hal lain yang menjadi penyebab terjadinya sebuah inflasi yaitu pada kondisi di mana jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat lebih banyak hingga dua kali lipat dan tidak diikuti dengan meningkatnya jumlah barang.

Dengan kondisi jumlah barang yang tetap dan jumlah uang yang beredar meningkat mengakibatkan daya beli masyarakat menjadi meningkat namun stok barang berkurang. Hal itulah membuat para pedagang menaikkan harga barang yang mengakibatkan sebuah inflasi.

Jenis-jenis Inflasi

 

Kondisi ini memiliki berbagai jenis atau macam. Hal itu juga dibedakan berdasarkan tingkatan hingga sumber dari inflasi tersebut sendiri. Kondisi ini dibedakan untuk mempermudah bagi para pelaku perekonomian menentukan langkah yang tepat bagi kondisi tersebut. Berikut ini jenis-jenisnya:

Inflasi dilihat dari tingkat beratnya

Dilihat dari tingkat beratnya sendiri dapat dibagi menjadi 4 jenis antara lain:

1. Tingkat Ringan

Kondisi  ini masih sangat mudah untuk dikendalikan dan sangat belum mengganggu perekonomian dari  negara. Pada kondisi ini kenaikan harga barang atau jasa masih berkisar sekitar 10% dalam setahunnya.

2. Tingkat Sedang

Kondisi ini merupakan kondisi kenaikan harga yang dapat menurunkan kesejahteraan dari masyarakat yang memiliki penghasilan tetap namun belum sampai membahayakan perekonomian negara.

Kenapa demikian? Sebab pada kondisi inflasi sedang ini kenaikan harga sudah mencapai hingga 30% di setiap tahunnya dan sudah hampir mencapai setengah kali harga barang pada kondisi normal.

3. Tingkat Berat

Pada kondisi ini keadaan perekonomian pada suatu negara sudah mencapai level bahaya. Di mana kondisi ini sudah menyebabkan sebuah kekacauan pada perekonomian negara. Kondisi ini mengalami kenaikan mulai dari 30% hingga mencapai 100% per tahunnya.

Biasanya di kondisi seperti ini masyarakat akan lebih menyimpan uang atau barangnya sendiri dan tidak mau menabung. Hal itu disebabkan karena nantinya bunga yang didapatkan akan lebih rendah dibandingkan dengan nilai inflasi yang terjadi.

4. Hiperinflasi

Pada kondisi hiperinflasi atau kondisi yang sangat berat ini maka dapat dipastikan kondisi perekonomian dari suatu negara mengalami kekacauan yang sangat parah. Hal itu hingga mengakibatkan sangat sulitnya upaya untuk mengendalikan kondisi ini.

Pada kondisi ini juga kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter dari otoritas setempat tidak akan menghasilkan sebuah dampak signifikan karena parahnya kondisi tersebut. Kondisi jenis ini mengalami peningkatan hingga 100% dalam setahunnya.

Inflasi dilihat dari sumbernya

Dilihat dari sumber datangnya, dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

1. Inflasi domestik (domestic inflation)

Jenis ini merupakan inflasi dari dalam negeri. Di mana ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan mengakibatkan permintaan dari masyarakat meningkat.

Peningkatan hal tersebut tidak dibarengi dengan meningkatnya jumlah produksi barang yang mengakibatkan kenaikan dari harga barang akibat suplai barang yang langka dan juga terganggu.

2. Inflasi luar negeri (imported inflation)

Jenis ini merupakan inflasi yang berasal dari luar negeri. Hal ini terjadi pada sebuah negara yang melakukan aktivitas perdagangan bebas dengan adanya kondisi kenaikan harga di luar negeri.

Seperti contohnya ketika Indonesia melakukan impor suatu barang dari luar negeri, namun bahan baku maupun harga dari luar negeri meningkat. Kenaikan dari luar negeri tersebut nantinya juga akan berdampak untuk Indonesia dan mengakibatkan inflasi di Indonesia.

Dampak Terjadinya Inflasi

 

Jika dilihat dari seluruh aspek, kondisi merosotnya nilai uang kertas yang terjadi terkadang memiliki dampak positif maupun dampak negatif bagi negara. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana setiap masyarakat menyikapi kondisi seperti ini. Dampak-dampak tersebut dapat dilihat melalui berbagai aspek seperti:

1. Dampak Terhadap Pendapatan Masyarakat

Tidak selamanya kondisi ini berdampak negatif bagi setiap masyarakat. terdapat beberapa celah dampak positif yang dapat dirasakan karena adanya hal in. Di mana salah satunya yaitu ketika terjadi inflasi lunak para pengusaha justru dapat mengambil kesempatan untuk menaikan tingkat produksi dari suatu barang.

Namun akan berbeda dengan para pekerja yang memiliki pendapatan tetap. Kebanyakan dari mereka akan mendapatkan dampak buruk dari terjadinya hal ini, karena penghasilan yang tetap namun harga barang kebutuhan atau jasa mengalami peningkatan.

Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa inflasi sendiri akan menimbulkan dampak yang paling besar terhadap pendapatan masyarakat. Sebab, hal yang paling sensitif dari perekonomian dan juga menjadi tolak ukur perekonomian sendiri yaitu pendapatan yang diterima oleh setiap masyarakat.

2. Dampak Terhadap Minat Menabung Masyarakat

Kondisi ini dapat menyebabkan minat menabung masyarakat menjadi berkurang. Hal itu dikarenakan pada kondisi ini, bunga tabungan bank akan lebih kecil dibandingkan dengan besarnya inflasi. Selain itu biaya administrasi yang besar akan lebih merugikan masyarakat.

3. Dampak Terhadap Kegiatan Ekspor

Negara yang memiliki kondisi ini akan mengalami sebuah dampak negatif. Pada keadaan ini kemampuan dari suatu negara untuk melakukan ekspor akan berkurang sebab biaya ekspor yang meningkat. Di mana biasanya hal ini berdampak terhadap negara mitra dagang.

Selain itu, tingginya daya saing dari suatu barang ekspor juga mempengaruhi terjadinya penurunan ekspor yang sangat signifikan. Tidak hanya karena kualitasnya saja, biaya produksi dari suatu barang yang meningkat tentu akan membuat lonjakan yang sangat besar bagi kegiatan ekspor.

Dari hal tersebut tentunya negara akan mengurangi  aktivitas ekspor karena tidak mampunya keuangan maupun biaya dalam menyeimbangkan kondisi ini. Hal itu kemudian akan berdampak terhadap berkurangnya pendapatan devisa dari suatu negara.

4. Dampak Terhadap Harga Pokok

Ketika dalam kondisi inflasi sebuah negara akan merasa kesulitan dalam menetapkan harga pokok dari suatu barang. Hal itu dikarenakan prediksi yang salah tentu akan berdampak buruk kedepannya. Bisa saja harga pokok yang terlalu kecil atau terlalu besar menjadi salah satu hal sulitnya melakukan perhitungan harga pokok.

Beberapa hal yang biasanya terdampak yaitu seperti kenaikan harga bahan pokok, kenaikan harga sandang, kenaikan harga pendidikan, hingga kenaikan harga barang jadi.

Dari keadaan tersebut mengakibatkan proses dari penetapan harga pokok produk dan juga harga jual dari suatu barang menjadi kurang akurat. Dari hal itulah akhirnya membuat para produsen atau pengusaha akan kesulitan dan menyebabkan kekacauan dalam bidang perekonomian.

Cegah Inflasi dengan Bijak

 

Sebagai masyarakat sekaligus warga negara yang baik dan bijak, tentu kita harus bisa untuk ikut andil dalam kemajuan negara. Terlebih lagi sebagai masyarakat yang baik harus mampu memahami apa saja penyebab yang menimbulkan kekacauan ekonomi negara dan apa saja yang dapat meningkatkan perekonomian negara.

Dan yang perlu diketahui bahwa kondisi tersebut bisa datang kapan saja. Maka dari itu, untuk menyikapi hal tersebut sebagai masyarakat yang baik tentu harus bisa melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar.

Selain dapat membantu untuk upaya pengurangan tingkat inflasi, dengan mengelola keuangan yang baik juga akan mempercepat dalam mengatasi kondisi ini dan mengembalikan kondisi perekonomian menjadi lebih baik.

Nah itulah beberapa informasi mengenai kondisi merosotnya nilai uang kertas yang menyebabkan naiknya harga barang-barang dari suatu negara. Tentunya dari membaca seluruh informasi tersebut kamu jadi paham bukan mengenai seluruh hal mengenai penyebab hingga dampak yang ditimbulkan karena adanya kondisi tersebut?

Dari membaca seluruh informasi yang ada tentu mulai sekarang kamu harus bisa mengambil sebuah tindakan atau upaya dalam menghadapi kondisi krisis tersebut. akan lebih baik lagi jika kamu dapat ikut andil dalam mengendalikan kondisi perekonomian negara ketika terjadi kondisi semacam ini.

Jadi, mulai sekarang bijaklah dalam mengelola uang dan juga menyimpan uang dengan bijak untuk mengurangi penyebab dari adanya inflasi demi negara yang lebih maju dan juga makmur.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com