Moneyfazz
Home » Berita Utama » Jelang Lebaran, Pengawasan Larangan Mudik Akan Diperketat

Jelang Lebaran, Pengawasan Larangan Mudik Akan Diperketat

Jelang mudik lebaran 2020 akan dilakukan pengetatan guna antisipasi meningkatnya calon pemudik yang tetap nekat pulang kampung meski sudah ada larangan lewat Permenhub Nomor 25 Tahun 2020.

Hal ini langsung disampaikan oleh Kemenhub yang menyatakan, akan ada pengetatan berupa penjagaan di sejumlah titik-titik check point di ujung-ujung perbatasan Jabodetabek.

Ini semua tentu dilakukan agar masyarakat tidak ada yang mudik. Adapun akan dilakukan tiga fase pengetatan check point yang dimulai dari sekarang, 20 Mei hingga 23 Mei 2020.

” Kami akan melakukan pengetatan jelang Lebaran. Ada tiga fase antara situasi arus transportasi yang akan dikendalikan, fase pertama itu sampai 23 Mei akan ada penguatan tim posko di jalan tol dan non tol,” ungkap Jubir Kemenhub Adita Irawati lewat video conference bersama wartawan, Selasa (19/5/2020).

Lebih lanjut Adita menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi langsung dengan TNI, Polri dan Satpol PP untuk penambahan personil pada titik check point di perbatasan nanti.

Di titik check point nantinya, semua kendaraan akan dicek oleh petugas. Bagi yang melakukan mudik akan tetap diminta kembali ke daerah masing-masing.

Untuk travel pelat hitam yang kedapatan membawa pemudik keluar Jabodetabek akan diberikan sanksi berupa penilangan. Sementara untuk sanksi paling berat adalah kendaraan travel gelap akan dikandangkan.

Nantinya jalan-jalan tikus juga akan dijaga ketat. Setiap check point akan mengecek stiker tanda pengenal pada bus yang beroperasi ke luar daerah.

Sementara itu untuk skema pengetatan kedua, ditanggal 24-25 Mei 2020, konsentrasi pengetatannya akan lebih mengarah ke wilayah Jabodetabek.

Terutama untuk masyarakat yang keluar masuk, dalam perjalanan jarak pendek.
Untuk penindakan akan dilakukan tegas di dalam tol untuk pemudik jarak pendek.

Seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, dan Jakarta-Kuningan. Nantinya pemudik akan dikeluarkan di KM 31 tol Jakarta-Cikampek.

Untuk fase pengetatan setelah lebaran ini, tetap dilakukan penguatan oleh para personil untuk mencegah gelombang arus masuk kendaraan ke Jabodetabek. Semua kendaraan akan disemprot disinfektan dan rest area akan diawasi oleh para petugas gabungan tentunya.

Terkait pelarangan mudik, secara langsung Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa mudik tidak boleh dilakukan. Namun transportasi tetap bisa beroperasi ke luar daerah dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Di sisi lain, selama perintah larangan mudik yang membuat banyak masyarakat tidak bisa pulang kampung seperti hari lebaran di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk melakukan mudik virtual.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (17/5), liburan atau tidak itu sama saja. Menurutnya virus tidak mengenal hari besar atau hari biasa. Jangan melakukan mudik antar daerah atau mudik lokal sekalipun. Yang diperbolehkan adalah mudik virtual.

Adapun mudik virtual yang dimaksud adalah melakukan komunikasi melalui smartphone lewat fitur video call dengan sanak saudara baik yang dekat maupun jauh di kampung halaman.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com