Moneyfazz
Home » Berita Utama » Jelang Lebaran, Sembako Merangkak Naik di Berbagai Wilayah

Jelang Lebaran, Sembako Merangkak Naik di Berbagai Wilayah

Bulan ramadhan sudah menginjak pertengahan bulan, masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan untuk menjelang lebaran. Di tengah masa pandemi corona ini kondisi perekonomian masyarakat masih belum stabil. Dengan keadaan tersebut masyarakat di wilayah Indonesia dihantui perasaan tidak mampu membeli barang-barang di pasar.

Masa pandemi corona di Indonesia mulai pada awal maret yang lalu. Ekonomi Indonesia langsung mengalami penurunan yang parah. Hal tersebut dibuktikan dengan data PDB yang berada pada kisaran 2%. Rendahnya angka PDB tersebut memberikan indikasi bahwa pengeluaran yang dilakukan masyarakat sangatlah minim.

Pengeluaran minim tersebut merupakan imbas dari tidak bekerjanya masyarakat pada masa pandemi corona. Sehingga pendapatan menjadi minim dan menjadikan daya beli menurun.

Kondisi diperparah dengan keadaan harga sembako di pasaran. Harga gula pasir terpantau cukup meninggi pada pertengahan April yang lalu. Sempat bertengger pada angka Rp. 18.500/Kg. Usaha pemerintah dilakukan agar harga sembako menurun.

Sembako lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai terus mulai merangkak naik. Hal ini akibat minimnya pasokan akibat terhambatnya panen serta terbatasnya akses transportasi.

Untuk harga sembako pantauan pasar pada awal pekan kedua bulan Mei masih tetap sama. Malahan di beberapa wilayah Indonesia bagian timur harga gula sempat terpantau menyentuh harga Rp. 22.000/Kg.

Untuk harga telur yang sempat anjlok kini berangsur mulai naik, daging ayam dan daging sapi kini juga mengalami peningkatan. Namun untuk permintaannya masih cenderung sepi pembeli.

Untuk beras pada masa kondisi pandemi seperti ini masih bisa terselamatkan dengan dibarengi panen raya di berbagai daerah. Curah hujan yang tidak tinggi memudahkan proses pengeringan padi dan penggilingan. Sehingga pasokan terpantau aman.

Kondisi beberapa harga yang merangkak naik hingga menyentuh harga tidak wajar membuat masyarakat resah. Seperti harga gula yang masih belum bisa menyentuh harga sekitaran HET.

Untuk permasalahan seperti ini pihak kepolisian, koramil, hingga babinsa turut terjun ke pasar memantau harga jual barang. Hal ini merupakan langkah pengamanan agar masyarakat mampu membeli barang kebutuhannya.

Seperti di pasar harian Tanah Merah Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar babinsa memantau harga pasar sesuai perintah dari Danramil. Sertu Eka Putra mengatakan bahwa masyarakat mengaku telah terjadi kenaikan harga untuk beberapa jenis sembako.

Dilansir dari Riauaktual, Sertu Eka juga menambahkan bahwa beliau berharap pedagang tidak memainkan harga dengan menaikkan harganya secara drastis. Ini untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Pada bulan ramadhan seperti ini lonjakan harga biasanya lumrah terjadi, namun berbeda cerita dengan keadaan saat pandemi corona seperti ini.

Lonjakan harga tersebut bukan karena tingginya permintaan masyarakat namun karena pedagang banyak yang mengalami kerugian. Dan untuk menutupi kerugian tersebut menaikkan harga adalah salah satu cara. Masyarakat berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi agar parahnya kondisi saat ini bisa teratasi.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com