Moneyfazz
Home » Istilah Finansial » Pengertian Kebijakan Fiskal, Tujuan, Komponen, dan Jenisnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Tujuan, Komponen, dan Jenisnya

Pengelolaan ekonomi suatu negara merupakan hal penting untuk dimonitor karena mempengaruhi kehidupan banyak orang. Salah ambil keputusan dalam kebijakan fiskal tidak hanya akan mempengaruhi masa sekarang, tapi juga nasib generasi mendatang.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai kebijakan ini harus dipahami oleh setiap orang seluas-luasnya. Apalagi bagi pelaku usaha dan bisnis yang sering terdampak langsung oleh jenis kebijakan pemerintah tersebut.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Lalu, apa sebenarnya kebijakan fiskal itu? Kenapa hal tersebut menjadi topik penting dalam perekonomian? Dan apa saja komponen serta pembagiannya?

Istilah fiskal sendiri diambil dari nama seorang bendaharawan pada masa kerajaan Romawi. Dalam dunia modern, hal ini merujuk pada penerimaan dan pengeluaran negara (dari mana didapat, bagaimana dikeluarkan, dan untuk tujuan apa).

Kebijakan fiskal berarti ikhtisar strategi atau keputusan yang diambil negara untuk mengatur tentang pendapatan dan pengeluarannya. 

Instrumen kebijakan fiskal ini berupa undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, peraturan menteri, dan perangkat aturan lainnya.

Seluruh kebijakan tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi ekonomi serta taraf hidup masyarakatnya. Karena itu hal ini perlu dikaji dengan baik oleh seluruh pihak yang berkepentingan untuk itu.

Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Meski sama-sama merupakan strategi atau keputusan oleh negara, dua hal ini memiliki objek yang sedikit berbeda.

Kebijakan moneter lebih berfokus pada sektor keuangan berupa jumlah uang yang beredar, nilai tukar mata uang di pasar, dan lain sebagainya. Sedangkan kebijakan fiskal melingkupi hal yang lebih luas dengan komponen-komponennya.

Komponen Kebijakan Fiskal

Mencermati pengertian fiscal policy, dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 hal utama yang menjadi concern dalam hal ini. Yaitu pendapatan dan belanja negara.

Dari 2 hal tersebut, pendapatan dipecah menjadi 3 komponen, sedangkan belanja negara menjadi sebuah komponen tersendiri. Apa saja komponen tersebut?

Perpajakan

Pajak merupakan sumber utama pendapatan dari semua negara saat ini. Dari negara berkembang hingga negara yang sangat maju, semua mengandalkan pajak sebagai pemasukan utama.

Sektor perpajakan sangat penting sehingga stimulus-stimulus sering diberikan agar para wajib pajak membayar pajak dengan sadar dan patuh. Contoh kebijakan fiskal di bidang pajak antara lain berupa insentif, tax holiday, pemutihan pajak, dan sebagainya.

Investasi

Sering sebuah negara memiliki kekayaan untuk dikelola, namun tidak memiliki sumber daya untuk melakukan itu. Agar dapat memanfaatkannya negara tersebut membutuhkan investasi, baik berasal dari asing maupun dalam negeri.

Arus modal asing memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga modal dalam negeri. Untuk itu, pengelolaan investasi juga menjadi sebuah hal yang krusial.

Utang

Utang memiliki banyak kegunaan, baik untuk hal yang bersifat investasi maupun pembiayaan operasional negara. Meski begitu, manajemen utang yang penuh kehati-hatian perlu diterapkan agar tidak membawa masalah di kemudian hari.

Belanja

Belanja negara meliputi semua pengeluaran yang dilakukan oleh sebuah negara untuk semua program-programnya. Pengeluaran ini harus memiliki prioritas sehingga mampu mencapai tujuan-tujuan dari pengelolaan fiskal.

Tujuan Pengelolaan Fiskal

Secara prinsip, perbendaharaan negara merupakan kekayaan negara yang didapat dari rakyatnya. Karena itu, tujuan utama pengelolaan kekayaan negara haruslah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatnya.

Secara khusus, prioritas fungsi kebijakan fiskal ditujukan untuk 3 hal berikut:

1. Menjaga agar harga-harga stabil dan ekonomi tumbuh serta berkembang

2. Menyediakan lapangan pekerjaan bagi sebanyak-banyaknya rakyat

3. Menekan gini ratio dengan pemerataan  atau distribusi pendapatan yang  seadil-adilnya.

Jenis Kebijakan Fiskal

Untuk mencapai tujuan pengelolaan fiskal tersebut, kebijakan yang diambil sering mencirikan karakteristik tertentu. Dari karakteristik tersebut disimpulkan pola kebijakan fiskal pemerintah sebagai berikut.

Kebijakan Ekspansif

Pola ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Caranya dengan meningkatkan jumlah uang beredar, meningkatkan daya beli masyarakat, menurunkan pajak, dan menaikkan konsumsi dalam negeri.

Kebijakan Kontraksional

Pada pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat dan menyebabkan inflasi terlalu tinggi, pola kebijakan kontraksional diterapkan untuk memperlambat hal tersebut. Caranya dengan menaikkan pajak, menurunkan jumlah uang beredar, dan sebagainya.

Demikian hal-hal penting yang perlu diketahui tentang kebijakan fiskal. Prinsip dasar kebijakan ini seharusnya dipahami oleh masyarakat secara luas sehingga dapat memahami tindakan dan keputusan yang diambil oleh pemerintah.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com