Moneyfazz
Home » Berita Utama » Lagi, Rupiah dan IHSG Selamat Tak Masuk Pasar Karena Libur

Lagi, Rupiah dan IHSG Selamat Tak Masuk Pasar Karena Libur

Semakin memanas antara Amerika dengan China membuat penutupan pasar indeks pekan ini fluktuatif untuk Amerika dan merah untuk Asia. Pasalnya investor harus menghadapi kondisi tekanan sentimen dari kedua negara ekonomi kuat tersebut.

Berdalih China bertanggung jawab atas seluruh krisis yang terjadi akibat corona, Trump menabuh genderang perang ekonomi semakin keras bersama jajarannya.

Puncaknya dapat dilihat di salah satu video pidato Trump ke publik yang sempat viral beberapa hari lalu.

Saat jurnalis Asia bertanya, kenapa Amerika masih tinggi kasus coronanya padahal Anda (Trump) selalu berkata Amerika semakin maju soal kesehatan. Namun Trump memberikan jawaban dengan setengah menyindir. Trump  menjawab, seharusnya Anda tidak bertanya kepada saya tapi tanya kepada China.

Video tersebut menunjukkan tensi Trump terhadap China semakin meninggi dan memburuk. Kondisi seperti itu membuat pasar cenderung berpersepsi negatif dan memilih opsi aset-aset aman tanpa resiko.

Kelanjutan dari perang dagang tersebut, selain mengalihkan beberapa sektor industri penting Amerika ke negara selain China. Seperti sebelumnya Indonesia menjadi kandidat relokasi industri farmasi. Kali ini pemerintah Amerika secara langsung menghentikan langkah China di Wall Street.

Pada rapat dewan hari ini yang membahas terkait regulasi perusahaan lokal maupun asing yang berhubungan dengan investasi. Regulasi ini akan mengaudit setiap perusahaan tersebut agar melaksanakan aturan yang sama.

Dilansir dari CNBC, Amerika akan mengurangi IPO emiten China untuk bertransaksi di saham-saham Amerika pada rapat kongres. Hal ini berdasarkan investigasi terkait banyaknya perusahaan China tidak memberikan laporan kepada pemerintah Amerika. Para dewan berpendapat bahwa China sudah membahayakan rakyat Amerika yang berinvestasi lewat perusahaan tersebut.

Ketegangan tersebut memicu turunnya minat pasar terhadap aset-aset Asia maupun Amerika. NASDAQ harus turun 0,31%, Dow Jones juga ambles 0,64%, S&P 500 alami hal yang sama turun sebanyak 0,38% hari ini.

Saham Asia seperti Hang Sheng turun 5,56%, NIKKEI 225 Jepang turun sebanyak 0,80%, KOSPI milik Korsel juga turun 1,41%, FTSE 100 turun 0,54%. Hanya KLSE atau Bursa Malaysia yang masih diminati dan menguat sebanyak 0,65%.

Untuk kurs mata uang Asia harus loyo berhadapan dengan Dolar Amerika. Korsel harus menjadi yang terburuk yaitu turun sebanyak 0,75% pada sesi perdagangan New York. Disusul Dolar Singapura dan Brunei yang harus drop 0,60%. Sedangkan pair mata uang Dolar Amerika Dengan Yuan China, Dolar menguat 0,20-an persen.

Indonesia pada hari ini, selamat dari kobaran sentimen pasar akibat kondisi tersebut karena libur hari ini hingga 25 Mei mendatang. Selanjutnya BI dan IHSG akan kembali masuk pasar pada perdagangan hari Selasa 26 Mei.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com