Moneyfazz
Home » Berita Utama » Larangan Arus Balik Akan Lebih Tegas Selama Wabah Corona

Larangan Arus Balik Akan Lebih Tegas Selama Wabah Corona

Pemerintah akan lebih tegas melarang masyarakat yang henda kembali dari kampung menuju perantauan khususnya ke DKI Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan Edi Nursalam.

Adapun langkah ini diambil guna menjaga kondisi penyebaran corona di Jakarta yang kini mulai menurun seiring berjalannya waktu.

“Kami sangat mendukung kebijakan untuk terus menjaga kondisi wilayah DKI Jakarta sebagai episentrum pandemi sesuai dengan rapat dengan Kemenko Maritim, dengan Pak Luhut, kita harus lebih keras melarang adanya arus balik,” ungkapnya dalam diskusi virtual (27/5/2020).

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub bersama Korlantas Polri membangun 11 titik penyekatan agar bisa membatasi keluar masuknya kendaraan dari dan menuju DKI Jakarta.

Terkait hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, Nomor 47/2020, setiap orang harus mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), dilengkapi dengan berkas-berkas yang dibutuhkan, dan juga sudah diatur dalam SE Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Meskipun ini Pergub DKI, tapi pada kenyataannya penerapannya ikut juga ke daerah lain juga, karena saling berkaitan,” tambahnya.

Edi menambahkan bahwa, pengawasan di pintu masuk lain juga diperketat seperti di bandara, di mana para calon penumpang tidak hanya harus melengkapi berkas dan memiliki SIKM, tapi juga harus membawa alat tes PCR yang memiliki hasil negatif.

Sedangkan di perkeretaapian, kereta regional tidak boleh beroperasi. Hanya ada kereta luar biasa yang penumpangnya juga terbatas. Lalu untuk di jalan raya, bus yang boleh aktif hanya ada di 1 terminal yaitu Pulo Gebang.

“Prinsipnya, kita sudah antisipasi, dengan pemberlakuan Permen Nomor 25/2020 hingga 31 Mei nanti dan Pergub DKI Nomor 47/2020, dalam rapat dengan Menko Maritim minimal sampai 7 Juni. Namun mungkin setelah itu masih menerapkan adanya SIKM,” ungkap Edi.

Sementara itu, hingga Selasa malam (26/5) kendaraan yang dipaksa putar balik di Kilometer 47 B Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, didominasi oleh kendaraan terutama mobil pribadi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Karawang AKP Bima Gunawan Jauharie. Sejak pukul 08.00 WIB hingga 24.00 WIB, ada sebanyak 1.129 kendaraan yang dipaksa putar balik.

Dari jumlah ini ditemukan pula sebanyak 1.114 kendaraan pribadi, 9 elf dan 6 bus.

Adapun himbauan putar balik, karena para pengendara tidak bisa menunjukkan SIKM DKI Jakarta.
Pengendara diarahkan keluar Gerbang Tol Karawang Barat kemudian masuk tol kembali ke arah Tol Jakarta-Cikampek untuk kemudian kembali ke daerah asal.

Sedangkan pada Rabu (27/5) dini hari mulai pukul 00.00 WIB hingga 08.00, ada sekitar 282 kendaraan yang diputar balik.

Untuk penyekatan di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta dilakukan oleh petugas gabungan. Mulai dari Satlantas Polres Karawang, TNI, Dishub DKI Jakarta, Satpol PP DKI Jakarta dan juga Korlantas Polri.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com