Moneyfazz
Home » Berita Utama » Larangan Mudik Tetap Berlaku Meski PSBB DKI Akan Berakhir

Larangan Mudik Tetap Berlaku Meski PSBB DKI Akan Berakhir

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) adalah cara yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 untuk wilayah DKI dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Untuk DKI sendiri, PSBB berakhir pada hari ini 4 Juni 2020. 

Sementara itu, bagaimana pula dengan transportasi selama masa mudik Idul Fitri dari Kementerian Perhubungan di wilayah DKI Jakarta apakah ikut berakhir?

Terkait hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, pihak Kemenhub mengungkapkan masih akan memberlakukan pengendalian transportasi di masa Lebaran Idul Fitri.

Keputusan ini sendiri berlaku hingga 7 Juni mendatang. 

Ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 terkait Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Sampai tanggal 7 Juni mengikuti KM Perhubungan Nomor 116 yang disesuaikan dengan SE Tugas Nomor 5,” ungkapnya (4/6/2020).

Adita menambahkan setelah 7 Juni nanti Kemenhub akan ikuti putusan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Kemenhub akan menyesuaikan dan menindaklanjuti apa yang akan diputuskan Gugus Tugas,” tambahnya.

Sementara, Polda Metro Jaya hingga saat ini tetap menunggu putusan dari Pemrov DKI Jakarta sehubungan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebelum nantinya akan memberlakukan kembali sistem ganjil genap. 

Untuk diketahui, sistem ganjil genap ditiadakan selama pelaksanaan PSBB. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, penerapan ganjil genap di Jakarta agar mengikuti kebijakan PSBB.

jika PSBB diperpanjang maka otomatis sistem ganjil genap akan kembali ditiadakan. 

Namun sebaliknya jika Pemprov DKI mengakhiri masa PSBB, maka kepolisian akan menggelar rapat dengan pihak terkait untuk menetapkan kembali sistem ganjil genap. 

“Jika PSBB diperpanjang maka otomatis peniadaan gage kita perpanjang tetapi kalau nanti kebijakan tidak diperpanjang, maka kita akan mengadakan rapat dengan instansi terkait khususnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menentukan, apakah tanggal 5 atau tanggal 6 ganjil genap itu akan diberlakukan kembali,”ungkapnya. 

Sambodo juga memastikan Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum adanya pemberlakuan sistem ganjil genap di Jakarta.

Di sisi lain, per 4 Juni 2020, kendaraan yang melakukan arus balik di masa PSBB melalui tol Jakarta-Cikampek masih terbilang tinggi. 

Ratusan kendaraan ini diminta putar balik karena tidak memiliki syarat utama yaitu SIKM untuk kembali ke Jakarta. 

Hingga Rabu sore kemarin ada sebanyak 521 kendaraan yang diminta putar balik oleh petugas di pos penyekatan kilometer 47 tol Jakarta-Cikampek.

Personel gabungan juga diperketat di pendekatan gerbang tol Kalikangkung diterapkan sistem kanalisasi. 

Sistem ini diberlakukan untuk membedakan lajur antara kendaraan barang, kendaraan bernomor polisi Jawa Tengah dan dari luar Jawa Tengah. 

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com