Moneyfazz
Home » Berita Utama » Lebaran Sudah Lewat, Harga Beberapa Sembako Masih Tinggi

Lebaran Sudah Lewat, Harga Beberapa Sembako Masih Tinggi

Kenaikan harga pangan di berbagai daerah terpantau masih melambung tinggi. Kondisi ini tentu tidak biasa mengingat bulan ramadhan dan hari lebaran sudah lewat.

Hasil investigasi di beberapa pasar induk di tanah air oleh pemerintah terkait di daerah menghasilkan masih tingginya beberapa harga sembako. Utamanya gula pasir dan bawang merah yang menjadi sorotan karena harganya yang terlampau tinggi beberapa pekan ini.

Krisis akibat corona yang menyebabkan efek domino di berbagai sektor usaha menjadi salah satu penyebab tingginya harga dari beberapa sembako di Tanah Air.

Terputusnya rantai distribusi dari pemasok menjadi permasalahan utama akibat ditutupnya beberapa akses serta usaha untuk meminimalisir persebaran corona.

Seperti kasus lambatnya impor gula kristal putih dari India ke Indonesia. Akibat pemberlakuan lockdown di India pasokan impor yang seharusnya sudah dilakukan sejak Maret dan April lalu kini harus terlambat menjadi Mei dan Juni. Padahal pengajuan impor sudah diteken sejak akhir 2019 yang lalu.

Oknum perusahaan distribusi bahan sembako yang nakal juga menjadi pemicu tingginya harga sembako di tanah air. Kasus tingginya harga gula kemarin menghasilkan ditindaknya beberapa perusahaan distribusi oleh satgas pangan Polri.

Hasil pantauan di pasar induk, contohnya di pasar Sorean Bandung harga beberapa sembako masih tinggi. Penurunan hanya pada harga sayur mayur dan beberapa jenis rempah-rempah. Harga beras terpantau normal di harga Rp. 12 ribu/kg, Daging ayam potong 40 ribu/kg, Bawang Merah naik ke Rp. 55 ribu/kg.

Kemudian pedasnya harga cabai di Sangatta, Kaltim yang tembus Rp. 120 ribu/Kg. Daging ayam dijual dikisaran harga Rp. 50 ribu/Kg, sedangkan bawang merah dan bawang putih naik dua kali lipat menjadi Rp. 70 ribu/Kg dan Rp. 40 ribu/Kg.

Tingginya harga pangan khususnya harga sembako di pasar induk maupun tradisional disinyalir kuat akibat ulah permainan para distributor.

Selain itu melambungnya harga bawang merah di beberapa provinsi luar jawa juga diakibatkan oleh sudah tingginya harga di petani. Kemudian permasalahan pengetatan pengiriman yang diberlakukan akibat peraturan PSBB.

Hal tersebut mengakibatkan pasokan bawang merah tersendat. Walaupun begitu beberapa hari yang lalu telah berlangsung panen raya utamanya panen bawang. Hal ini bisa meminimalkan permasalahan terkait melambungnya harga bawang di pasar.

Salah satunya panen bawang merah di sleman dengan hasil yang sangat memuaskan petani. Pasalanya hasil panen bawang saat ini menghasilkan kurang lebih satu hektar bisa menghasilkan 13 ton bawang merah.

Kondisi melambungnya beberapa harga sembako di tanah air ini diprediksi masih akan terus berlanjut hingga satu atau dua pekan mendatang. Untuk mengatasi hal ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan seperti membuat lumbung pangan versi pemerintah jawa timur dan pasar tani dari Kementan.

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com