Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Lockdown Longgar Kasus Meningkat, Pasar Lari Ke Rupiah

Setelah mencuatnya kabar obat corona dari gilead, beberapa negara barat mulai memutuskan untuk melakukan pelonggaran lockdown. Awal pekan bulan Mei pasar spot diwarnai dengan gairah pasar Amerika hingga Eropa yang melawan pasar Asia akibat sentimen perang dagang. Akibat kondisi tersebut Rupiah beserta beberapa mata uang negara tetangga terkena imbas dan harus loyo melawan Dolar Amerika.

Kabar terkait dengan obat corona yaitu remdesivir dari Gilead membuat negara barat antusias hingga melonggarkan lockdown. Lainnya akibat dorongan masa yang banyak turun ke jalan akibat krisis ekonomi membuat tidak ada pilihan selain melonggarkan.

Namun mengingat kasus pandemi corona ini belum selesai sepenuhnya maka kebijakan pelonggaran ini bukan tanpa resiko.

Terbukti pada awal pekan kedua bulan Mei ini tercatat ada peningkatan kasus positif di Amerika. Kejadian ini hampir mirip seperti kasus gelombang kedua corona di China yang sebelumnya sudah mendekati angka yang minim untuk kasus baru.

Sedangkan untuk negara ASEAN beberapa negara nampak masih ketat memberlakukan aturan lockdown ini. Hanya Vietnam saja yang sudah benar-benar terbebas dari Corona.

Pemerintah Indonesia sendiri masih nampak akan memperpanjang status PSBB di berbagai wilayah. Seperti di Jawa Timur wilayah kota Malang masih akan melakukan PSBB yang baru disetujui gubernur Khofifah.

Kejadian peningkatan kasus di negara barat ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar.

Sejak pagi tadi para pelaku pasar sangat labil pada pair mata uang dolar Amerika deng rupiah Indonesia. Sebentar berada zona merah, sebentar kemudian naik. Tercatat pada saat berita ini ditulis dilansir pada website CNBC Indonesia, rupiah menguat ke angka Rp. 14.700an/Dolar Amerika.

Kondisi yang cukup baik mengingat kondisi harga sebelumnya yang sempat koreksi ke arah Rp. 15.000 lebih per Dolar Amerika.

Dibandingkan negara Asia lainnya rupiah nampak paling segar, pasalnya Rupiah akhir-akhir ini memang menjadi sorotan. Ketika negara lain sedang mengalami krisis bisa dikatakan rupiah lah yang paling mujur melawan kekuatan dolar Amerika.

Prediksi penguatan rupiah untuk bulan Mei ini dipengaruhi oleh laporan cadev Indonesia per bulan April kemarin yang meningkat sebanyak $6,9 Miliar Dolar Amerika. Sentimen positif ini semakin menyokong prediksi gubernur BI, Perry Warjiyo bahwa rupiah sepanjang 2020 ini akan terus meningkat hingga akhir Tahun.

Efek lainnya adalah langkah Amerika dalam mempercepat relokasi ketergantungan negara-negara di dunia akan barang dari China. Sedikit banyak akan memberikan pengaruh terhadap keadaan rupiah.

Presiden Jokowi sudah berbincang dengan Presiden Amerika Serikat, Trump terkait dengan relokasi bisnis ini dan sudah membicarakan kepada kementerian terkait.

Pengaruh pergerakan lainnya pada pekan ini masih dipengaruhi oleh kondisi krisis dalam negeri akibat corona. Stimulus ekonomi untuk masyarakat terus digulirkan agar pergerakan roda ekonomi terus berjalan.