Cek sekarang! Harga emas hari ini paling update

Definisi Margin dan Contoh Perhitungannya

ISTILAH FINANSIAL MARGIN

Dalam dunia usaha, istilah profit, omset, dan margin bukanlah suatu hal yang asing lagi. Ketiga istilah ini seolah menjadi satu kesatuan yang sulit terpisahkan. Padahal, ketiganya tidaklah sama dan memiliki arti yang berbeda-beda.

Apa itu profit? Profit atau yang biasa disebut pendapatan bersih merupakan hasil dari penjualan yang sudah dikurangi dengan biaya-biaya lain dan dihitung pada kurun waktu tertentu. Sementara itu, omzet berarti pendapatan kotor, sebelum dikurangi dengan biaya apa pun. Lalu, margin itu apa? Untuk tahu jawabannya, simak ulasan berikut!

Pengertian Margin

Pengertian margin sendiri adalah persentase dari keuntungan setiap produk yang Anda jual. Meski marjin, omzet, dan profit merupakan sesuatu hal yang berbeda, tetapi ketiganya saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Jika omset dihitung dengan menjumlahkan hasil penjualan produk, profit dihitung dari selisih omzet dan biaya produksi yang dikeluarkan. Sementara itu, marjin dihitung dari perbandingan antara keuntungan dengan modal kemudian dikalikan dengan 100 persen.

Perhitungan marjin ini memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut seperti misalnya:

  • Mengetahui pola musiman dalam penjualan dan kinerja bisnis dalam kurun waktu yang lama
  • Dapat mengatasi masalah-masalah operasional yang memiliki kaitan erat dengan peningkatan kinerja bisnis
  • Sebagai indikator bagi investor yang hendak menanamkan modal
  • Sebagai indikator bagi si pemberi pinjaman untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
  • Bagi bisnis dengan skala kecil dapat berguna untuk mencari pinjaman baik dari bank atau tempat yang lain.

Contoh Perhitungan

Untuk menghitung marjin dalam sebuah bisnis ini terbilang cukup mudah. Berikut adalah beberapa contoh sederhana untuk menghitungnya.

Misal, suatu pabrik smartphone dapat menjual sekitar 3000 unit smartphone yang masing-masing dijual dengan harga Rp2.800.000,00. Untuk memproduksi sekaligus memasarkan satu buah smartphone, perusahaan tersebut menghabiskan sekitar Rp2.450.000,00 per unitnya.

Dari pernyataan di atas, maka dapat dihitung profit, omset, dan margin sebagai berikut:

Omzet: 3000 x Rp2.800.000,00 = Rp8,4 miliar

Profit: Omset – Besarnya biaya = Rp8,4 miliar – (3000 x Rp2.450.000,00) = Rp1,050 miliar

Margin: (Omzet/Modal) x 100% = (Rp1,050 miliar/Rp7,35 miliar) x 100% = 14,3%

Tips Meningkatkan Margin

Umumnya, seorang pengusaha tentu ingin memperoleh margin keuntungan yang tinggi. Untuk meningkatkannya, tentu Anda mau tidak mau harus menaikkan harga jual. Padahal harga jual yang tinggi dapat menyebabkan produk tersebut lebih susah terjual, apalagi jika di pasaran harga yang ada jauh lebih murah.

Maka dari itu, Anda harus dapat mempertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga jual. Usahakan untuk menetapkan marjin keuntungan secara rasional, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Anda juga dapat menekan biaya produksi agar keuntungan yang Anda peroleh akan semakin besar. Kesimpulannya, istilah margin, profit, dan omzet dalam dunia bisnis menjadi hal yang tidak asing lagi untuk diperbincangkan. Ketiga istilah ini salang memiliki kaitan, meski definisi masing-masing istilah ini berbeda. Namun, Anda tetap dapat meningkatkan besarannya guna memperoleh keuntungan yang lebih besar.


Glosarium Finansial lainnya

A
Arus Kas
Aktiva
Akuntan Publik
Amortisasi

B
Bullish & Bearish

D
Deviden
Deplesi

E
Ekuitas

H
Harga Pokok Penjualan
Hutang Wesel

J
Joint Venture

L
Laporan Keuangan
Laporan Perubahan Ekuitas

M
Margin
Merger

N
Neraca

O
Obligasi