Moneyfazz
Home » Investasi » Mengenal Tugas dan Fungsi OJK yang Jarang Diketahui

Mengenal Tugas dan Fungsi OJK yang Jarang Diketahui

Sudah tahukah Anda apa sebenarnya tugas dan fungsi OJK yang sebenarnya? Mungkin diantara Anda sudah mengetahui bahwa OJK merupakan sebuah lembaga yang berhubungan dengan pengawasan keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan atau yang lebih sering disebut dengan OJK ini erat kaitannya dengan lembaga perbankan yang ada di Indonesia. Bagi Anda pelaku bisnis atau yang sering berhubungan dengan dunia perbankan pasti sudah tidak asing lagi.

Apa sebenarnya tugas dari OJK dan bagaimana OJK bisa terbentuk, semuanya akan dibahas disini. Pengetahuan mengenai OJK ini wajib Anda ketahui terutama yang baru mulai berkecimpung dalam dunia investasi atau perbankan.

Awal Berdirinya OJK dan Tugas Utamanya

Banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya OJK merupakan lembaga independen yang tidak terikat oleh pihak manapun. OJK sendiri merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat yang ada di dalam UU Nomor 21 yang dibuat pada tahun 2011.

Sejarah OJK dimulai pada tanggal 16 bulan Juli tahun 2012 dimana pada saat itu OJK resmi dibentuk. Dalam proses pembentukannya OJK melalui berbagai tahapan sehingga menjadi lembaga independen yang terpercaya sampai sekarang. Tahapan berdirinya OJK secara rinci yaitu:

  1. Pada tanggal 16 Juli tahun 2012 OJK resmi dibentuk dan dilaksanakan oleh Dewan Komisaris.
  2. Selanjutnya pada tanggal 15 Agustus tahun 2012 dibentuklah tim transisi tahap pertama untuk OJK. Tugas utama dari tim transisi ini adalah membantu dewan komisaris untuk melaksanakan tugasnya.
  3. Kemudian pada tanggal 31 Desember tahun 2012 OJK mulai efektif dalam melakukan tugasnya. Pada saat itu tugas dari OJK adalah melakukan pengawasan untuk industri keuangan yang bukan bank dan pasar modal.
  4. Dalam perkembangannya pada tanggal 18 Maret 2013 dibentuk kembali tim transisi OJK untuk tahap kedua. Tugas dari tim transisi ini adalah untuk melaksanakan pengalihan tugas pengawasan perbankan oleh BI. Jadi pada tanggal ini OJK mendapatkan tugas untuk mengawasi perbankan Indonesia.
  5. Baru pada tanggal 31 Desember tahun 2013 OJK mendapatkan hak sepenuhnya untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja dari bank yang ada di Indonesia.
  6. Pada tanggal 1 Januari tahun 2015 OJK kembali meluaskan pengawasan tidak hanya pada bank dan pasar modal saja. Mulai tahun 2015 OJK juga mengawasi industri non bank termasuk mengatur dan mengawasi LKM atau lembaga keuangan mikro.

Tugas dan Fungsi OJK Bagi Perekonomian Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tugas utama dari OJK adalah melakukan pengawasan terhadap lembaga perbankan maupun non perbankan. OJK dibentuk untuk membuat pemberian jasa keuangan menjadi teratur dan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Di dalam UU Nomor 21 tahun 2011 juga dijelaskan bahwa OJK bertujuan untuk mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan melindungi masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini OJK mempunyai fungsi mengatur sekaligus mengawasi kegiatan jasa keuangan yang ada di Indonesia.

Ada 3 jasa keuangan yang harus diawasi dan diatur oleh OJK, yaitu:

 

  • Sektor Perbankan

 

Sudah jelas bukan bahwa OJK mengawasi dan mengatur semua kegiatan perbankan yang ada di Indonesia. Semua bank yang ada di Indonesia harus terdaftar di OJK dan mendapatkan pengawasan. Jika bank tidak terdaftar maka bisa dikatakan bahwa bank tersebut masih ilegal.

 

  • Pasar Modal

 

Sektor lainnya yang diatur dan diawasi oleh OJK adalah pasar modal. Pasar modal ini termasuk didalamnya adalah trading forex, investasi saham, dan berbagai jenis lainnya. 

 

  • Lembaga Keuangan Khusus

 

Lembaga keuangan khusus ini sering disebut dengan industri keuangan non bank atau disingkat IKNB. Yang termasuk IKNB adalah perusahaan asuransi, perusahaan yang memberikan dana pensiun, dan lembaga pembiayaan lainnya.

Lembaga pembiayaan lainnya ini seperti pembiayaan ekspor, pegadaian, dan lembaga penjamin. Semua perusahaan yang mengatur dana pembiayaan termasuk dalam lembaga khusus. Lembaga keuangan khusus ini juga diatur dan diawasi oleh OJK.

Tugas utama dari OJK adalah mengatur dan mengawasi semua lembaga keuangan yang sudah dijelaskan tersebut. Tidak hanya itu, OJK juga berhak mencabut ataupun memberikan izin kepada lembaga keuangan yang bersifat bank maupun non bank.

Asas OJK dalam Menjalankan Tugasnya

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas lembaga keuangan OJk mempunyai asas kerja. Ada 7 asas OJK yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugasnya, yaitu:

 

  • Kepastian Hukum

 

Asas yang pertama adalah kepastian hukum iaitu OJK mempunyai landasan hukum yang kuat dalam melaksanakan tugasnya. Kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK haruslah berlandasan hukum dan mengutamakan keadilan.

 

  • Independensi

 

Sebagai lembaga yang tidak terikat oleh pihak manapun, OJK mempunyai asas independensi. Artinya OJK bebas mengambil sebuah keputusan dan melaksanakan tugasnya tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Tentu saja keputusan ini harus tetap ada landasan hukumnya yang kuat.

 

  • Keterbukaan

 

Asas keterbukaan yang dimaksud adalah OJK harus terbuka untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Informasi ini harus jujur dan tidak mendiskriminasikan pihak manapun. Namun OJK juga harus tetap melindungi hak atas pribadi atau golongan yang bersifat rahasia sesuai dengan peraturan.

 

  • Kepentingan Umum

 

Asas yang selanjutnya adalah asas kepentingan umum, artinya OJK harus melindungi dan membela kepentingan masyarakat. Hal ini dilakukan guna memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara umum.

 

  • Integritas

 

Yang dimaksud dengan asas integritas adalah asa yang menjunjung tinggi dan berpegang teguh terhadap nilai moral. Setiap keputusan atau tindakan OJK harus tetap mengindahkan nilai moral yang berlaku.

 

  • Akuntabilitas

 

Asas yang selanjutnya adalah akuntabilitas yang berhubungan dengan hasil akhir dari keputusan yang diambil OJK. Setiap keputusan atau tindakan yang diambil oleh OJK harus bisa dipertanggungjawabkan secara umum. Publik harus tahu dan wajib tahu mengenai progres tindakan yang dilakukan oleh OJK.

 

  • Profesionalitas

 

Asas yang terakhir di dalam OJK adalah asas profesionalitas, asas ini harus dimiliki oleh setiap anggota OJK. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya OJK harus melaksanakannya secara profesional sesuai dengan keahliannya.

Profesionalitas yang dijalankan oleh OJK juga harus berlandaskan pada peraturan yang berlaku. Kode etik juga menjadi pedoman utama OJK dalam menjalankan setiap tugas dan fungsinya.

Nilai yang Harus Dipegang Teguh Oleh OJK

Tidak hanya berpegang teguh pada asas yang menjadi dasar dalam bekerja, OJK juga mempunyai nilai yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas. Ada 5 nilai yang harus tetap dijunjung tinggi oleh OJK, yaitu:

 

  • Profesionalisme

 

Nilai profesionalisme dalam OJK adalah bekerja dengan tanggung jawab sesuai dengan kompetensi dan tugasnya. Didalam melaksanakan tugasnya OJK selalu menjunjung tinggi profesionalisme agar menghasilkan kinerja yang terbaik.

Nilai profesionalisme ini menjadi nilai yang paling penting OJK untuk dapat menjalankan tugasnya. Sebagai lembaga yang independen OJK harus bisa bekerja secara profesional.

 

  • Sinergi

 

OJK juga menjunjung tinggi nilai sinergi dalam menjalankan setiap fungsi dan tugasnya. Yang dimaksud dengan sinergi adalah melakukan kolaborasi dengan semua yang berkepentingan.

Pemangku yang berkepentingan ini adalah semua pihak yang terkait baik dari luar maupun dari dalam OJK. Sinergi ini dilakukan agar tercipta produktivitas yang berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat dan pemerintah juga termasuk dalam pemangku kepentingan OJK.

 

  • Integritas

 

Integritas adalah nilai yang sangat penting dalam menjalankan tugas OJK. OJK harus bertindak objektif dan tidak memihak siapapun. Konsistensi dan keadilan juga harus dijalankan sesuai dengan kebijakan dan kode etik.

OJK menjunjung tinggi komitmen dan kejujuran agar tercapai kestabilan perekonomian dan lembaga keuangan di Indonesia.

 

  • Visioner

 

Berwawasan yang luas adalah nilai yang harus dimiliki oleh OJK dalam melaksanakan tugasnya. Tidak hanya itu, OJK juga harus mampu untuk melihat ke depan dan berpikir terbuka. Untuk memecahkan masalah OJK juga harus sering berpikir out of the box atau berpikir melebihi batasnya.

 

  • Inklusif

 

OJK juga harus bersifat inklusif atau terbuka dan mampu untuk menerima perbedaan yang beragam. Pemangku kepentingan dalam OJK tidak hanya lembaga keuangan saja tapi juga pemerintah dan masyarakat yang menggunakan jasa keuangan.

OJK harus mampu untuk memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat agar bisa mengakses jasa keuangan. Hal ini dikarenakan semua masyarakat Indonesia mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan jasa keuangan.

Pada dasarnya tugas dan fungsi OJK ini sangat penting dalam dunia perbankan di Indonesia. OJK sebagai lembaga yang independen harus bisa mengawal dan mengawasi kegiatan perbankan di Indonesia. Lembaga independen ini mempunyai asas dan nilai yang menjadi dasar dalam menjalankan tugasnya.

Update data kasus Covid-19/ Corona Terbaru
Global Total
Last update on:
Cases

Deaths

Recovered

Active

Cases Today

Deaths Today

Critical

Affected Countries

Total in Indonesia
Last update on:
Cases

Deaths

Recovered

Active

Cases Today

Deaths Today

Critical

Cases Per Million

Selengkapnya

Add comment

Tinggalkan komentar Anda

Tentang Kami

Untuk informasi kerjasama bisa menghubungi usadailymomenz[at]gmail.com